M360 ICT Ltd Raih Penghargaan Commonwealth di Malaysia

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: M360 ICT Limited meraih penghargaan bergengsi “Penggunaan Teknologi Terbaik dalam Perjalanan dan Pariwisata” di acara Commonwealth Business Excellence Awards 2025, yang diselenggarakan di Concorde Hotel, Kuala Lumpur.

Dilansir dari bangladeshpost.net, acara akbar ini, yang diadakan bersamaan dengan perayaan Hari Nasional Malaysia, mengumpulkan para pemimpin perusahaan dan tokoh terhormat dari seluruh negara Persemakmuran untuk merayakan kontribusi luar biasa terhadap keunggulan bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan.

Fahim Shariar, Direktur Pelaksana dan CEO M360 ICT Limited, secara resmi menerima penghargaan tersebut mewakili perusahaan. Selama 12 tahun terakhir. M360 ICT Limited telah sukses melayani industri perjalanan dan pariwisata di 16 negara, menyediakan solusi perangkat lunak inovatif dengan kemajuan teknologi yang berkelanjutan.

Keunggulan yang konsisten ini menjadi dasar pengakuan perusahaan di platform global ini.
Pimpinan perusahaan, Prof. Dr. Mahbubul Haque Joarder, memainkan peran penting dalam membentuk pertumbuhan organisasi.

Melalui visinya tentang inovasi, pelatihan, dan interkonektivitas, ia telah mengangkat M360 ICT Limited menjadi salah satu posisi terdepan di sektor ini.

Commonwealth Business Excellence Awards adalah program internasional tahunan yang merayakan organisasi di seluruh negara anggota atas komitmen mereka terhadap praktik terbaik global, keunggulan operasional, dan dampak berkelanjutan.

Penghargaan ini juga menyoroti institusi yang memperjuangkan tanggung jawab sosial, perilaku etis, dan pengelolaan lingkungan.

KTT GBTA Ladders Musim ke-11: Sebuah Landasan untuk Masa Depan Perjalanan Bisnis

this formate

Anggota GBTA peserta KTT GBTA Ladders

WASHINGTON DC, bisniswisata.co.id: KTT GBTA Ladders Musim ke-11 pertemukan lebih dari 150 profesional muda dan profesional yang sedang naik daun dalam sebuah pertemuan ide, inovasi, dan pengembangan kepemimpinan yang berdampak tinggi dan berfokus pada masa depan.

Asosiasi Industri Perjalanan Bisnis Global atau  GBTA memilih tema tahun ini—”Jika Saya Memiliki Bola Kristal: Membentuk Ulang, Membingkai Ulang, dan Menyegarkan Kembali Tren untuk Masa Depan Industri Kita”—menantang 17 tim untuk mengeksplorasi era perjalanan bisnis berikutnya.

Selama beberapa bulan, tim yang terdiri dari mentee, mentor, dan penasihat alumni berkolaborasi untuk mengajukan solusi visioner.

Perjalanan ini mencapai puncaknya di KTT Ladders tahunan, di mana empat tim finalis melakukan presentasi langsung di hadapan audiens yang terdiri dari rekan sejawat dan pakar industri.

Merayakan Inovasi

Tim RITA membawa pulang hadiah utama dengan konsep futuristik mereka: gerbang keamanan pintar yang menghilangkan pos pemeriksaan tradisional, menawarkan pengalaman penumpang yang lancar dan aman.

Kemenangan mereka membawa mereka ke presentasi di Konvensi GBTA, tempat mereka berbagi ide dengan audiens industri yang lebih luas.

KTT Ide dan Dampak

Para peserta terlibat dalam program yang kaya dalam tujuh sesi edukasi dan lokakarya interaktif:
*Power Hour: Melihat Melalui Bola Kristal Layaknya Seorang Pemimpin – Panel kepemimpinan yang mengeksplorasi lanskap perjalanan bisnis yang terus berkembang.

*Paspor Menuju Masa Depan – Pidato utama tentang tren perjalanan yang sedang berkembang dan perubahan perilaku konsumen.

*Nilai yang Anda Bawa ke Organisasi Anda – Sesi praktik yang berfokus pada kesadaran diri dan pertumbuhan profesional.

*Crystal Cup – Latihan interaktif yang mengajak peserta untuk meramalkan masa depan melalui tantangan “berita utama dari tahun 2035” yang menyenangkan dan kolaboratif.

*Breakout tentang DEI, perubahan karier, dan keterampilan berjejaring – Wawasan dunia nyata dan alat praktis untuk membangun tim yang lebih kuat dan lebih inklusif.

Berbagi Kembali dan Melihat ke Depan

Sesuai tradisi, Ladders berbagi kembali kepada komunitas. KTT tahun ini mendukung Latinitas, sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan anak perempuan melalui pendidikan yang relevan secara budaya.

Para peserta mengumpulkan ransel berisi perlengkapan dan kata-kata penyemangat untuk para siswa. KTT ini juga memperkenalkan program percontohan mahasiswa, A Rung Up. Mahasiswa S1 berpartisipasi bersama tim Ladders, dengan beberapa berhasil mencapai babak final—termasuk satu di tim pemenang.

*Akses Laporan Rekap Acara DI SINI.

*Kenang kembali kenangan dengan melihat album foto acara.

*Apa Selanjutnya: Musim 12 dan Selanjutnya

*Membangun momentum Musim 11, GBTA Ladders menetapkan tujuan yang berani untuk tahun mendatang:

Ekspansi Regional: Kelompok baru di APAC dan LATAM.

Kemitraan Universitas: Meningkatkan program mahasiswa untuk membawa bakat baru ke dalam industri.

Jalur Kepemimpinan Baru: Meluncurkan Duta Regional dan Lokal untuk memperkuat koneksi sebaya dan keterlibatan lokal.

Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan misi berkelanjutan Ladders di bawah Pilar SDM GBTA Foundation: untuk meningkatkan kualitas hidup dan memajukan karier di komunitas perjalanan bisnis.

Masa depan perjalanan bisnis bukan hanya sesuatu yang kita bayangkan—melainkan sesuatu yang kita bangun. Musim ke-11 merupakan langkah maju yang luar biasa, dan Musim ke-12 sudah siap menjadi yang paling ambisius – dan pendaftaran dibuka hingga 26 September 2025!

Terjebak dalam Kiblat: Bagaimana Dunia Muslim Dikhianati dan Bagaimana Mereka Dapat Melawan

this formate

Oleh :Hafiz M. Ahmed

TOKYO, bisniswisata.co.id: Sudah terlalu lama, dunia Muslim terjebak dalam cengkeraman geopolitik, takdirnya bukan karena mereka sendiri, melainkan akibat terjebak di antara dua kekuatan yang sama-sama merusak:

Intrik strategis kekuatan global dan ideologi kelompok ekstremis yang kejam dan menyimpang. Ini bukan sekadar krisis regional; ini adalah kegagalan besar sistem internasional dalam melindungi dan memberdayakan peradaban yang berpenduduk lebih dari dua miliar orang.

Dilansir dari halaltimes.com, seiring dunia berada di poros geopolitik baru, narasi harus di reklamasi, dan jalan ke depan harus ditempa oleh umat Muslim arus utama sendiri, yang telah menjadi korban utama eksploitasi eksternal maupun pengkhianatan internal.

Penjepit Geopolitik

Kondisi dunia Muslim saat ini bukanlah sebuah kecelakaan sejarah; melainkan hasil dari rancangan yang disengaja, warisan rekayasa kolonial dan manipulasi pascakolonial.

Setelah runtuhnya Kesultanan Ottoman, kekuatan-kekuatan Barat mengurai wilayah tersebut, menggambar ulang peta-peta wilayah tersebut, dan menempatkan para penguasa otokratis untuk melayani kepentingan strategis dan ekonomi mereka.

Kerangka kolonial ini bertahan hingga Perang Dingin, ketika kekuatan-kekuatan Barat dan Uni Soviet mengeksploitasi negara-negara Muslim sebagai pion dalam kontes ideologis mereka.
Melompat cepat ke masa kini, dan kita melihat versi baru dari permainan lama yang sama.

AS dan sekutunya secara konsisten menjalan-kan kebijakan destabilisasi atas nama kontra terorisme dan demokrasi. Perang di Afghanistan dan Irak saja merugikan AS lebih dari US$8 triliun (proyek Biaya Perang Universitas Brown) tetapi meninggalkan negara-negara yang gagal, pengungsian lebih dari 38 juta orang, dan pemerintahan yang rapuh yang masih memicu konflik.

Sementara itu, sekutu AS di Timur Tengah terus menerima kiriman senjata besar-besaran: pada tahun 2022 saja, Arab Saudi menghabiskan US$75 miliar untuk pertahanan (terbesar keenam di dunia), jauh melampaui pengeluarannya untuk pendidikan atau kesehatan.Namun, militerisasi semacam itu belum berikan stabilitas.

Kemunafikan yang mencolok tetap menjadi bentuk dukungan Barat terhadap rezim otoriter. Mesir, negara dengan penduduk terbanyak di dunia Arab, menerima sekitar US$1,3 miliar bantuan militer AS setiap tahunnya, meskipun memiliki rekam jejak pemenjaraan massal dan represi politik.

Kini, persaingan kekuatan besar baru muncul. Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) Tiongkok telah menginvestasikan lebih dari US$400 miliar di negara-negara mayoritas Muslim, mulai dari pelabuhan di Pakistan hingga jalur kereta api di Iran.

Namun, pinjaman BRI telah membuat beberapa negara—termasuk Pakistan dan Sri Lanka—berjuang untuk membayar utang. Sementara itu, Rusia telah memperkuat militernya di Suriah, di mana kampanye pengebomannya telah menewaskan puluhan ribu orang, sementara pada saat yang sama merayu negara-negara mayoritas Muslim untuk penjualan senjata.

Namun bagi umat Muslim arus utama, pilihannya jelas: kita tidak akan sekadar menukar satu tuan dengan tuan lainnya. Bangsa kita menolak menjadi pion dalam permainan besar ini.

Kita tidak akan dipaksa memilih antara Washington yang telah mengkhianati kepercayaan kita dan Beijing yang menawarkan iming-iming ekonomi tanpa memperhatikan martabat manusia.

Kemerdekaan kita bukanlah alat tawar-menawar. Kedaulatan dunia Muslim tidak akan dinegosiasikan di meja Washington, Moskow, atau Beijing.

Pengkhianatan Ideologis

Tekanan eksternal tercermin oleh pengkhianatan ideologis yang mendalam dari dalam. Selama beberapa dekade, jiwa intelektual dan spiritual dunia Muslim telah diserang oleh kelompok-kelompok ekstremis yang telah membajak keyakinan mereka demi kekuasaan politik.

Kelompok-kelompok seperti ISIS pernah menguasai wilayah seluas Inggris, membentang di Irak dan Suriah, tetapi korban mereka sebagian besar adalah Muslim. Menurut PBB, lebih dari 90% korban ISIS antara tahun 2014 dan 2018 adalah Muslim itu sendiri.

Hal ini mengungkap kebohongan bahwa gerakan-gerakan ini membela Islam—mereka mencoba menghancurkannya dari dalam.
Harga ekstremisme sangat mencengangkan. Konflik Suriah, yang sebagian dipicu oleh gerakan-gerakan ekstremis, telah menyebabkan 14 juta orang mengungsi, setengah dari populasi negara itu.

Ketidakstabilan Afghanistan telah menyebab-kan 97% penduduknya hidup dalam kemiskinan di bawah kekuasaan Taliban. Krisis semacam itu tidak hanya menghancurkan kehidupan tetapi juga menyediakan dalih yang nyaman untuk intervensi militer eksternal.

Perjuangan melawan ideologi yang merusak ini bukanlah perang terhadap umat Islam, melainkan perang yang dilakukan oleh umat Islam untuk merebut kembali agama dan masa depan mereka.

Mayoritas komunitas Muslim global menolak penyimpangan keyakinan mereka yang penuh kekerasan ini. Survei secara konsisten menunjukkan bahwa lebih dari 90% Muslim di seluruh dunia menentang kekerasan atas nama agama (Pew Research Center).

Ini adalah momen kebenaran bagi dunia Muslim. Pergaulan historis dengan ideologi ekstrem hanya berujung pada kehancuran.
Kembali kepada esensi sejati iman—yaitu keilmuan, keadilan, dan kemanusiaan—adalah satu-satunya cara untuk melucuti narasi para ekstremis dan menempa jalan yang layak ke depan.

Ekstremisme tumbuh subur dalam kekosongan yang ditinggalkan oleh pemerintahan yang gagal, pendidikan yang buruk, dan manipulasi asing. Obatnya terletak pada kebangkitan, bukan penindasan.

Penulis adalah: Pemimpin Redaksi The Halal Times, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam jurnalisme. Dengan spesialisasi di bidang ekonomi Islam, analisisnya yang mendalam membentuk wacana dalam ekonomi Halal global

 

 

Fatty Patty Sajikan Sandwich Deli Halal dan Smash Burger yang Menggugah Selera di Underwood

this formate

BRISBANE, bisniswisata co.id: Di kota yang penuh dengan tempat burger dan semakin banyak tempat sandwich, Fatty Patty berdiri menonjol. Berlokasi di Underwood, dapur yang dikelola keluarga ini mengubah sandwich sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa—dan semuanya 100 persen halal.

Mulai dari pastrami yang diasap sendiri hingga steak sanga yang dirancang ulang, setiap kreasi di Fatty Patty adalah perpaduan yang cermat antara rasa yang berani, bahan-bahan berkualitas, dan penghormatan terhadap hidangan klasik.

Dilansir dari www.indailyqld.com.au, Bilal, Zainuddin, dan Shehzad Ghumra tidak berniat untuk mengguncang dunia sandwich Brisbane. Mereka hanya mencari lokasi baru untuk Sam’s Gourmet Pizzas, tempat pizza dan manoush yang berbasis di Kuraby yang telah mereka kelola selama lebih dari sepuluh tahun.

Ketika mereka akhirnya menemukan toko baru di Underwood, ada satu masalah utama—ukurannya empat kali lebih besar dari lokasi asli Sam. Daripada mundur dari tantangan, ke dua kakak-beradik ini melihatnya sebagai peluang sempurna untuk mencoba sesuatu yang baru.

“Kami memutuskan untuk membagi toko menjadi dua, menjadikannya dua konsep—Sam’s di satu sisi, yang lain di sisi lain.” jelas Bilal.

Burger adalah pilihan yang jelas, mengingat pengalaman mereka dengan BurgerMe, usaha sukses mereka di Calamvale yang mereka jual tahun lalu. “Kami tahu tentang burger,” kata Bilal.

Awalnya, hanya itu yang akan dia sajikan karena mereka berdua ingin selalu membuat smash burger gaya New York yang sesungguhnya, yang tidak bisa dilakukan dengan benar di BurgerMe Dan begitulah, Fatty Patty lahir.

Namun, kakak-beradik ini memiliki ide lain. Mereka telah melihat minat yang tumbuh pada sandwich gaya deli, namun, sebagai Muslim, pilihan yang bisa mereka makan dengan yakin sulit ditemukan. Sebuah celah di pasar telah muncul—sandwich deli halal yang dibuat dengan benar.

Ketika Sam’s Gourmet Pizzas dan Fatty Patty dibuka pada pertengahan Juni, respons dari komunitas sangat kuat, tetapi satu item menu dengan cepat mencuri perhatian. “Dua, tiga minggu pertama kami buka, kami mempertanyakan apakah kami harus mengubah nama [Fatty Patty], karena yang keluar dari pintu hanyalah sandwich—jauh lebih banyak daripada burger,” Bilal tertawa.

Sandwich dengan cepat menjadi kartu panggil Fatty Patty dan yang paling populer adalah Fatz Signature, kreasi pastrami buatan sendiri yang disajikan di atas roti shokupan yang empuk, yang diperoleh dari toko roti lokal.

Dengan daging berasap, keju American dan Swiss, saus madu mustard, acar yang tajam, dan saus spesial Fatty Patty, rasanya yang seimbang dengan cermat menjadikannya favorit instan. Saking populernya, sandwich ini terus ludes.

“Kami kesulitan memenuhi permintaan Fatz Signature karena kami membuat pastrami kami sendiri di tempat,” jelas Bilal.”

Dia benar-benar berusaha semaksimal mungkin, ini adalah proses yang hampir sepuluh hari dan kami benar-benar tidak punya cukup ruang untuk menyimpannya.

Namun, proses multi-hari ini benar-benar sepadan—daging brisket Angus diawetkan selama enam hari, lalu direndam dalam bak air selama satu hari tambahan, sebelum masuk ke alat pengasap internal Fatty Patty selama 8–12 jam.

Hasilnya adalah pastrami yang empuk dan beraroma dengan jumlah asap dan rempah-rempah yang sempurna. Kemudian ada Goat’, sandwich steak yang dirancang ulang di atas roti shokupan, ditumpuk dengan wagyu (dengan skor marmer 6 hingga 7)

Steak ini ada bawang bombay panggang, keju Swiss, kentang goreng, tomat segar dan sayuran hijau, acar bawang bombay, dan chipotle mayo, diakhiri dengan taburan pecorino. “Goat’d terinspirasi oleh ayah kami. Dia telah dikenal karena steak roll-nya di komunitasnya selama bertahun-tahun.kata Bilal sambil tersenyum.

“Teman-teman yang datang dari luar negeri akan selalu menceritakan kisah steak roll-nya yang terkenal. Jadi ketika kami akhirnya membuat sandwich dan juga burger… dia memastikan ada sandwich steak di menu!”

“Itu tidak bisa menjadi sandwich steak standar Anda—saya merasa itu sering kali hanya ditambahkan ke menu tanpa dipikirkan. Jadi kami mendapatkan wagyu dengan skor marmer 6 hingga 7, Bilal melanjutkan.

Harus dengan kualitas seperti yang akan Anda sajikan di atas piring, itulah satu-satunya cara agar rasanya enak dan empuk. Jika Anda mengurangi kualitas daging sapi, Anda tidak akan mendapatkan itu, tidak peduli seberapa bagus bumbunya.

Melengkapi menu adalah pilihan gaya deli Italia, yang disajikan di atas potongan focaccia emas. Mama Mia diisi dengan lapisan mortadella sapi yang setipis kertas, stracciatella, madu pedas, dan pistachio yang dihancurkan, diikuti oleh Silly Sam vegetarian, dengan mozzarella, pesto, bayam dan arugula, saus tomat herba, dan chutney Mediterania.

Bahan-bahan sederhana, yang digabungkan dengan cermat, mengubah sandwich ini menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar makan siang—mereka adalah alasan penduduk setempat terus kembali.
Meskipun sandwich mungkin mencuri perhatian, burger masih menjadi inti dari Fatty Patty.

Setiap smash patty mengembangkan kerak karamel yang dalam dan coklat tua, mengunci kelezatan dan memberikan kombinasi kerenyahan dan rasa yang tak tertahankan.

Dari cheeseburger klasik hingga All The Way, bersama dengan pilihan ayam dan nabati, burger-burger ini menunjukkan penguasaan teknik para kakak-beradik dan berdiri kokoh di samping sandwich yang memanjakan, menawarkan cita rasa kaya dan memuaskan lainnya.

Burger dan sandwich dapat dipasangkan dengan pilihan lauk, termasuk kentang goreng garam ayam, stik mozzarella, nugget, dan kentang goreng dengan topping, yang diberi saus keju, bawang bombay panggang, bacon sapi, maple, dan saus spesial Fatty Patty.

Limun buatan sendiri atau es teh persik adalah teman yang ideal untuk pesta karbohidrat Anda, dan berbagai kue buatan sendiri serta shake pasti akan memuaskan selera manis Anda.

Pada intinya, Fatty Patty lebih dari sekadar burger dan sandwich—ini tentang keluarga, rasa, dan menciptakan tempat di mana setiap orang dapat menikmati hidangan yang pantas.

Dengan hidangan halal di intinya, permata Underwood ini dengan cepat menjadi favorit lokal yang patut dicari.

HalalHolidays.Asia Luncurkan Paket Umrah All-Inclusive 2025 untuk Keluarga dan Rombongan di Seluruh Asia

this formate

Foto: Namira Travel

KUALA LUMPUR, bisniswisata co.id: Halal Holidays.asia, platform pionir di Asia yang berdedikasi untuk perjalanan ramah Muslim, mengumumkan peluncuran Paket Umrah All-Inclusive 2025

Dilansir dari www.digitaljournal.com, paket ini dirancang khusus untuk keluarga, rombongan, dan jemaah yang berangkat dari Malaysia, Indonesia, dan seluruh wilayah.

Seiring dengan meningkatnya permintaan global akan perjalanan yang aman, andal, dan berpusat pada ibadah,HalalHolidays.asia menetapkan standar baru dengan menggabungkan pemenuhan spiritual dengan kenyamanan modern, keterjangkauan, dan kelengkapan layanan.

Memenuhi Meningkatnya Permintaan untuk Paket Umroh 2025.

Umrah telah lama menjadi perjalanan spiritual yang sangat disayangi bagi umat Islam di seluruh dunia. Dengan dibukanya kembali pembatasan perjalanan dan tingginya minat terhadap perjalanan religi, tahun 2025 diproyeksikan menjadi salah satu tahun tersibuk untuk perjalanan Umrah.

HalalHolidays.asia telah secara strategis mengembangkan paket yang memenuhi berbagai anggaran, preferensi, dan kebutuhan perjalanan—mulai dari pengalaman ramah keluarga hingga pengaturan rombongan premium dengan akomodasi bintang 5 yang dekat dengan Haram di Makkah dan Madinah.

“Misi kami selalu untuk membuat perjalanan spiritual dapat diakses, bebas stres, dan bermakna bagi setiap keluarga Muslim,” kata Vincent Tan, juru bicara HalalHolidays.asia.

Dengan Paket Umrah All-Inclusive 2025 kami, para jemaah dapat memulai perjalanan mereka dengan ketenangan pikiran, karena penerbangan, hotel, visa, makanan, dan dukungan pemandu sudah diatur dengan lancar, tambahnya.

Sorotan Utama dari Paket Umrah 2025
•Pengalaman All-Inclusive – Paket mencakup penerbangan pulang-pergi, akomodasi, pemrosesan visa, transportasi darat, dan bantuan ibadah yang dipandu.

•Pilihan Umrah Keluarga – Dirancang untuk kenyamanan, dengan rencana makan yang sesuai, dan hotel ramah keluarga.

•Paket Umrah Rombongan – Harga terjangkau dan jadwal yang terkoordinasi untuk masjid, komunitas, dan institusi.

•Pilihan Premium – Berbagai tingkatan, dari yang ramah anggaran hingga Paket Umrah Terbaik 2025 dengan peningkatan mewah.

•Keberangkatan dari Malaysia & Indonesia – Rute khusus untuk melayani populasi Muslim terbesar di Asia Tenggara.

Paket Umrah Terbaik 2025 – Pilihan untuk Setiap Jemaah

Mulai dari penginapan yang ramah anggaran hingga Paket Umrah Terbaik 2025 yang mencakup hotel bintang 5 dengan pemandangan langsung ke Haram, HalalHolidays.asia memastikan ada sesuatu untuk setiap jemaah.

Tingkatan populer meliputi:
•Paket Ekonomi – Hotel bintang 3, penerbangan kelas ekonomi, dan transportasi bersama.

•Paket Standar – Akomodasi bintang 4, makanan yang ditingkatkan, dan dukungan pemandu.

•Paket Mewah – Hotel bintang 5 dalam jarak berjalan kaki, penerbangan kelas bisnis, dan tur pribadi.

Mengembangkan Pariwisata Halal di Luar Umrah

HalalHolidays.asia tidak terbatas pada Umrah saja. Platform ini juga mengedepankan pariwisata halal global, termasuk Halal Holidays di destinasi utama seperti Malaysia, Thailand, dan Turki.

Para pelancong dapat memesan Paket Liburan Halal yang sudah termasuk penerbangan, resor pantai, dan fasilitas ramah Muslim. Destinasi seperti Halal Holidays Turki sangat populer, menggabungkan budaya, sejarah, dan kenyamanan bersertifikat halal.

Festival Kuliner ASEAN di Amari Dhaka

this formate

DHAKA, bisniswisata.co.id: Amari Dhaka meluncurkan Festival Kuliner ASEAN di Amaya Food Gallery untuk merayakan cita rasa dari berbagai negara, yaitu Thailand, Indonesia, Vietnam, Brunei, Filipina, Kamboja, Singapura, dan Malaysia.

Dilansir dari www.tbsnews.net, festival ini akan berlangsung mulai 1 hingga 26 September 2025, diawali dengan peluncuran menu spesial.

Sebagai bagian dari promosi bertajuk ASEAN Theme Night, restoran ini akan menyajikan hidangan autentik seperti nasi goreng, ayam kari dengan kentang, Hainanese chicken, udang dengan pasta cabai pedas, rendang kambing, nasi goreng nanas, dan panekuk durian.

Para koki dari seluruh ASEAN akan menunjukkan keahlian mereka, mengajak para pencinta kuliner untuk menikmati rasa asli dari kawasan ini.

Festival ini diadakan untuk menghormati warisan kuliner ASEAN yang kaya, menyatukan rasa dan tradisi yang unik. Amari Dhaka menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi para penggemar makanan dan pengunjung yang gemar berpetualang.

BRF dan HPDC Umumkan Bentuk Pusat Inovasi Makanan Halal di Pabrik Jeddah

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id : Sebagai langkah lain untuk mengkonsolidasikan kehadiran strategisnya di Arab Saudi, BRF,), telah mengumumkan pembentukan pusat inovasi di pabrik makanan olahan mereka di Jeddah, kota terbesar kedua di Kerajaan tersebut.

BRF salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia dan pemilik merek Sadia, Perdigão, Qualy, dan Banvit, dan Halal Products Development Company (HPDC), sebuah perusahaan Dana Investasi Publik (PIF).

Dilansir dari halalfocus.com, Kompleks laboratorium ini dirancang dengan fokus pada inovasi, keamanan, dan keunggulan kualitas, memenuhi persyaratan regulasi yang ketat, dan memenuhi ekspektasi pasar lokal.

Menyusul pembangunan pabrik makanan olahan baru yang diumumkan pada bulan April tahun ini, investasi ini mencerminkan komitmen kedua perusahaan untuk berinvestasi dalam pasokan dan inovasi pangan halal lokal di Kerajaan, yang sejalan dengan Visi 2030.

Secara paralel, BRF dan HPDC telah meresmikan pembentukan Pusat Keunggulan yang bertanggung jawab atas pengelolaan informasi dan data, hubungkan, mengadaptasi, dan menerapkan praktik terbaik untuk optimalkan proses dan memaksimalkan operasi.

“Investasi untuk mendirikan Pusat Inovasi di Jeddah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kehadiran lokal kami di Arab Saudi. Integrasi riset, teknologi mutakhir, dan talenta lokal memungkinkan kami meningkatkan efisiensi operasional dan beradaptasi lebih baik terhadap kebutuhan spesifik konsumen lokal,” ujar Marquinhos Molina, CEO BRF Arabia.

Pusat inovasi akan menampilkan laboratorium canggih yang dibagi menjadi tiga area khusus: Laboratorium Fisikokimia yang berfokus pada spesifikasi teknis dan kontrol kualitas; Laboratorium Mikrobiologi yang memastikan keamanan hayati dan mencegah kontaminasi makanan

Ketiga adalah Laboratorium Sensorik yang mengevaluasi apakah rasa, aroma, tekstur, dan penampilan memenuhi tuntutan spesifik pasar konsumen lokal.

Tenaga kerja terampil

Pabrik di Jeddah ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 500 lapangan kerja langsung di kawasan tersebut, termasuk para profesional spesialis yang akan bekerja di pusat inovasi.

Para profesional ini akan bertanggung jawab untuk menstandardisasi dan mengoptimalkan proses manufaktur, memastikan keunggulan kualitas, dan kepatuhan ketat terhadap protokol keamanan pangan.

Hal ini sejalan dengan prioritas pengembangan tenaga kerja nasional dan memperkuat lokalisasi lapangan kerja berbasis pengetahuan di Kerajaan.

Pusat inovasi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam misi HPDC untuk membangun ekosistem halal kelas dunia dan memposisikan Kerajaan sebagai pusat halal global.

Hal ini menggarisbawahi komitmen kami untuk memperkuat kapabilitas manufaktur lokal, mendorong kemandirian, dan menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi, yang semuanya penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan dan diversifikasi ekonomi yang digariskan dalam Visi 2030.

Pusat ini akan berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi inovasi produk halal di masa mendatang, memposisikan Arab Saudi sebagai titik acuan global di sektor ini,” tegas Fahad Alnuhait, CEO HPDC.

Pabrik Jeddah

Diumumkan pada bulan April tahun ini, pabrik baru yang didedikasikan untuk makanan olahan ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 40.000 ton dan investasi sebesar US$160 juta pada tahap awal.

Produksi akan melayani pasar Arab Saudi, dengan potensi ekspor ke negara-negara lain di kawasan tersebut. Operasional dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan tahun 2026.

Kehadiran di Timur Tengah

BRF telah beroperasi di Timur Tengah selama lebih dari 50 tahun dan memimpin pasar dengan merek Sadia-nya, yang mengekspor produknya ke lebih dari 14 negara di kawasan tersebut.

Pada tahun 2025, perusahaan ini, melalui BRF Arabia – perusahaan patungannya dengan HPDC – resmi memasuki sektor produksi unggas halal di Arab Saudi dengan mengakuisisi 26 persen saham di Addoha Poultry Company, pemain mapan di pasar Saudi.

Akuisisi ini menandai masuknya BRF ke sektor produksi unggas halal di Kerajaan. Berkat akuisisi ini, produk-produk Sadia kini juga diproduksi secara lokal di fasilitas Addoha.

Tentang BRF Arabia

Pada Agustus 2023, BRF mengumumkan pembentukan perusahaan patungan dengan Halal Products Development Company (HPDC), sebuah perusahaan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi.

Perusahaan patungan tersebut, BRF Arabia, didirikan pada 10 Desember 2023, dengan BRF memegang 70 persen saham dan HPDC memegang 30 persen sisanya.

Tentang HPDC

Perusahaan Pengembangan Produk Halal (HPDC), yang didirikan pada Oktober 2022, adalah perusahaan PIF yang berdedikasi untuk memajukan sektor produk halal Arab Saudi.

Berfokus pada segmen-segmen utama seperti makanan, farmasi, dan kosmetik, HPDC memainkan peran penting dalam mengembangkan ekosistem halal yang berdaya saing global melalui investasi strategis, inovasi, dan kemitraan internasional.

Sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030, HPDC berupaya memposisikan Kerajaan sebagai pusat halal global, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan, mendukung diversifikasi ekonomi, dan mendorong ekspor produk halal berkualitas tinggi ke pasar dunia.

Pasar Makanan Halal Terus Berkembang, Perusahaan Rintisan Amankan Dana Untuk Tingkatkan Solusi Berkelanjutan.

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Terlepas dari kemajuan ini, negara-negara OKI menghadapi tantangan yang signifikan seperi konflik dan ketidakstabilan negara –
negara seperti Suriah, Yaman, dan Sudan berada di peringkat bawah GFSI karena konflik yang berkelanjutan, yang mengganggu produksi dan distribusi pertanian.

Memburuknya ketahanan pangan Sudan, yang disoroti oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada tahun 2025, menggarisbawahi perlunya bantuan kemanusiaan dan resolusi konflik.

Sertifikasi dan Standardisasi: Kurangnya standar sertifikasi halal yang terpadu mempersulit perdagangan. Upaya seperti pakta Indonesia-UEA-Turki-Malaysia bertujuan untuk menyelaraskan proses, tetapi adopsi yang lebih luas diperlukan.

Kesenjangan Infrastruktur: Sistem transportasi dan penyimpanan yang tidak efisien menyebabkan kehilangan pangan yang signifikan, dengan lebih dari sepertiga barang yang mudah rusak terbuang sia-sia di negara-negara OKI Afrika. Investasi dalam rantai dingin dan logistik sangat penting untuk mengatasi hal ini.

Kerentanan Iklim: Kekeringan dan cuaca ekstrem mengancam hasil panen, terutama di Afrika Sub-Sahara dan wilayah kering. Meningkatkan skala pertanian cerdas iklim sangat penting untuk membangun ketahanan.

Investasi ketahanan pangan OKI menawarkan peluang yang sangat besar:

Bagi Bisnis, pasar makanan halal yang terus berkembang, diproyeksikan mencapai USD 5,96 triliun secara global pada tahun 2033, menghadirkan peluang bagi produsen dan eksportir.

Platform e-commerce dan aplikasi seluler memperluas jangkauan pasar, sementara praktik berkelanjutan menarik konsumen yang peduli lingkungan.

Bagi Investor, dana kekayaan negara dan investor swasta dapat memanfaatkan fokus kawasan ini pada teknologi pangan dan pertanian berkelanjutan.

Perusahaan rintisan di bidang pertanian vertikal, pertanian presisi, dan logistik halal mendapatkan pendanaan yang signifikan, menawarkan imbal hasil yang tinggi.

Bagi Konsumen, peningkatan produksi lokal berarti pilihan makanan yang lebih terjangkau dan berkualitas tinggi.

Fokus pada pertanian cerdas nutrisi, seperti yang terlihat dalam proyek-proyek Honduras yang didanai Bank Dunia, meningkatkan keragaman pangan, terutama bagi populasi rentan.

Bagi Para Pembuat Kebijakan maka menyelaraskan strategi nasional dengan tujuan OKI dapat meningkatkan kerja sama regional dan menarik pendanaan internasional.

Program Ketahanan Sistem Pangan Afrika Barat Bank Dunia senilai US$ 766 juta, dengan tambahan US$ 345 juta untuk Senegal, Sierra Leone, dan Togo, merupakan contoh potensi dukungan multilateral.

Investasi multi-miliar dolar OKI dalam ketahanan pangan menandakan pergeseran transformatif menuju kemandirian dan keberlanjutan.

Dengan memanfaatkan teknologi, mendorong perdagangan intra-regional, dan mengatasi tantangan iklim, negara-negara ini membangun sistem pangan yang tangguh. Namun, pencapaian SDG 2 membutuhkan penanggulangan konflik, standardisasi sertifikasi, dan peningkatan investasi infrastruktur.

Mandat strategis IOFS, yang disahkan pada Dewan Menteri Luar Negeri OKI ke-51 pada tahun 2025, menekankan kebijakan berbasis sains dan kerja sama regional, yang menetapkan arah yang jelas ke depan.

Bagi para pemangku kepentingan, agenda ketahanan pangan OKI menawarkan peluang untuk terlibat dalam sektor yang dinamis dan bertumbuh pesat.

Bisnis dapat berinovasi, investor dapat mendanai solusi yang terukur, dan konsumen dapat memperoleh manfaat dari beragam pilihan pangan berkelanjutan.

Seiring OKI menggalang miliaran dolar untuk memerangi kelaparan, komunitas global menyaksikan kawasan ini siap memimpin dalam ketahanan pangan dan inovasi pertanian

The Sun Gazer: Cinta dari Langit Film Memikat Penuh Makna Hidup

this formate

Sutradara Jastis Arimba ( paling kiri) dan penulis novel  Gunawan Yasni bersama penonton dari berbagai komunitas

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ibu-ibu dari berbagai komunitas diundang oleh Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) menonton bareng film The Sun Gazer: Cinta dari Langit di FX Mall, Sudirman, Jakarta, Kamis, disutradarai Jastis Arimba adopsi novel laris karya Gunawan Yasni.

Ketua IHLC, Sapta Nirwandar mengatakan film ini selain kontennya bersifat edukasi juga mencerminkan gaya hidup halal atau halal lifestyle mulai dari pemilihan modest fashion yang dikenakan para pemainnya sehari-hari hingga nilai edukasinya yang meluas soal pinjaman dan judi online yang menyesatkan.

“ Untuk modest fashion berdasarkan laporan SGIE 2024/2025, Indonesia menduduki ranking satu dunua loh, jadi ibu-ibu yang mengenakan hijab dan modest fashion sudah berkontribusi dalam mensosialisasikan modest fashion,’ kata Sapta Nirwanda.

Dia berbicara di dampingi sang Sutradara Jastis Arimba dan Gunawan Yasni, penulis novel dari pengalaman pribadi dan kisah nyata sendiri. Selain juga menayangkan sejenak perjalanan 10 Tahun usia IHLC.

Para pemainnya Mario Irwinsyah, putra dari Ida Leman artis pemain serial TV Losmen sebagai Moyer. Ada Ratu Anandhita sebagai Asiyah, Revalina S. Temat sebagai Aisha,
Elvira Alminity sebagai Maria, Niniek L. Karim sebagai ibu Mogayer, Dewi Yull sebagai ibu dari Aisya dan pemeran lainnya Miqdad Adausy, Adhin Abdul Hakim, Tegar Satya, Rizky Hanggono serta Azamy Syauqi.

Tokoh-tokoh utama seperti akting Ratu Anandhita sebagai Asiyah sangat menjiwai perannya dengan baik dan menyeret penonton untuk menangis berjamaah ikut merasakan kepedihannya yang mendalam.

Sapta Nirwandar & poster Sun Gazer

Sementara Revalina S. Temat benar-benar mengobati rasa rindu para penggemarnya.
Selain masih tampak cantik dan muda, sang aktris memerankan karakter Aisha yang bekerja sebagai desainer interior.

Boleh dibilang cerita film yang diadaptasi dari novel best seller berjudul Sang Penatap Matahari (The Sun Gazer) karya M.Gunawan Yasni ini dari awal hingga akhir tak bisa membuat penontonnya lengah karena setiap adegan muncul tokoh-tokoh dengan karakter kuat.

The Sun Gazer: Cinta Dari Langit mengikuti kehidupan Moyer yang memutuskan untuk menceraikan istrinya, Asiyah setelah mengetahui fakta bahwa ia tidak bisa memberikan keturunan.

Setelah bercerai dari Asiyah, Moyer mulai melanjutkan kehidupannya dengan rutin melakukan Sun Gazing, aktivitas menyerap energi positif sinar matahari pagi sebagai upaya untuk menguatkan hati dan jiwa.

Takdir pun mempertemukannya dengan Aisha, desainer interior yang membantunya merapikan rumah barunya. Pertemuan dengan Aisha membuat Moyer menemukan kembali semangat hidupnya.

Namun di sisi lain, ia juga berjumpa dengan Maria, yang menerima semua kekurangannya. Kini Moyer pun harus menghadapi dilema di tengah kekurangannya yang tidak bisa memberikan keturunan. Karakter Maria yang blak-blakan utarakan cinta pada Mogayer memang sah-sah saja meski diluar adab.

The Sun Gazer: Cinta dari Langit” adalah drama romantis tentang dilema harapan untuk memiliki anak. Moyer mencari arti hidup melalui kekurangannya setelah operasi di masa kecil yang berdampak saat dewasa.

Film yang tayang 21 Agustus 2025 ini moral ceritanya Allah SWT adalah penentu dan maha adil. Manusia sebagai makhluk ciptaannya tidak perlu menghakimi diri sendiri.

Daya Tarik Brasil yang Semakin Meningkat sebagai Destinasi MICE

this formate

SAO PAOLO, bisniswisata.co.id: Brasil semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi Pertemuan, Insentif, Konferensi & Pameran (MICE) terkemuka dengan serangkaian acara internasional mendatang dan platform pariwisata khusus.

Dilansir dari travelandtourworld.com, Negara ini, yang telah menjadi pemain terkemuka dalam pariwisata global, baru-baru ini memperluas upayanya untuk menunjukkan potensinya di sektor pariwisata bisnis.

Perluasan ini akan memperkuat posisi Brasil sebagai pilihan utama untuk pertemuan, konferensi, dan insentif, yang mendorong pertumbuhan signifikan dalam ekonomi pariwisatanya.

Acara Internasional Besar untuk Memperkuat Daya Tarik MICE Brasil

Pada tahun 2026, Brasil akan menjadi tuan rumah Rapat Umum Tahunan (RUT) IATA dan forum keuangan perhotelan terpenting di Amerika Latin, yang akan menarik perhatian global.

Dengan acara-acara seperti COP30 di Belém November ini dan KTT Pariwisata PBB untuk Afrika dan Amerika di Rio de Janeiro, kalender Brasil dipenuhi dengan konferensi-konferensi penting yang akan menarik tamu internasional. Acara-acara ini akan meningkatkan visibilitas Brasil sebagai destinasi kelas dunia untuk wisata bisnis dan acara.

Sektor MICE Brasil: Pilar Pertumbuhan Pariwisata

Sektor MICE sangat penting bagi lanskap pariwisata Brasil, mewakili 49% dari kedatangan internasional. Seiring negara ini memperkuat infrastruktur MICE-nya, hasilnya sudah terlihat jelas.

Pada tahun 2024, Brasil diperkirakan akan mengalami peningkatan 50% dalam jumlah acara internasional. Sebagai salah satu dari 15 destinasi acara teratas di dunia, Brasil menunjukkan bahwa penawaran pariwisata bisnisnya setara dengan lokasi-lokasi internasional terkemuka.

Komitmen Brasil untuk mengembangkan sektor MICE-nya semakin tercermin dalam perluasan platform Brazil Incentive Showcase baru-baru ini.

Platform ini kini menampilkan informasi penting tentang infrastruktur, acara, dan penawaran pariwisata berkelanjutan Brasil yang mutakhir.

Dengan menyediakan data yang mudah diakses, platform ini memposisikan Brasil sebagai destinasi MICE yang kompetitif, menyoroti potensinya untuk menyelenggarakan acara dan konferensi bisnis global.

Alat Khusus Baru untuk Menampilkan Penawaran MICE Brasil

Untuk meningkatkan daya tarik negara tersebut, Brasil juga telah meluncurkan modul-modul terbaru pada platform Brazil Travel Specialist.

Platform ini kini mencakup kursus khusus tentang pariwisata bisnis dan ekowisata, yang ditujukan bagi agen perjalanan dan operator tur internasional.

Konten berbahasa Inggris dirancang untuk menyediakan pengembangan profesional bagi para profesional perjalanan global, yang selanjutnya mempromosikan penawaran Brasil yang kuat untuk perjalanan korporat dan berkelanjutan.

Fokus Strategis pada Keberlanjutan dan Ekowisata

Brasil tidak hanya berfokus pada pariwisata bisnis, tetapi juga membuat kemajuan pesat dalam pariwisata berkelanjutan. Keindahan alam negara ini, mulai dari Amazon hingga garis pantainya memukau.

Hal ini menjadikannya lokasi ideal bagi wisatawan yang peduli lingkungan dan grup perusahaan yang ingin menyelenggarakan acara dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Platform Brazilian Incentive Showcase menampilkan informasi tentang sertifikasi pariwisata berkelanjutan Brasil, yang menggarisbawahi komitmen negara ini untuk melestarikan keajaiban alamnya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata.

Dampak Ekonomi Sektor MICE Brasil

Industri MICE global merupakan sektor bernilai miliaran dolar, berkontribusi 25% terhadap pariwisata global. Dengan perkiraan pendapatan sebesar US$ 870 miliar pada tahun 2024, sektor ini diperkirakan akan terus tumbuh, mencapai US$ 945 miliar pada tahun 2025.

Meningkatnya investasi Brasil dalam infrastruktur MICE, ditambah dengan semakin banyaknya acara internasional, memposisikan negara ini untuk memasuki pasar yang menguntungkan ini. Manfaat ekonominya melampaui kota-kota besar seperti Rio de Janeiro dan São Paulo, sehingga menciptakan peluang bagi pembangunan regional di seluruh negeri.

Mempromosikan Pariwisata Regional melalui MICE

Fokus Brasil pada desentralisasi pariwisata terlihat jelas dari peningkatan signifikan keragaman kota yang menyelenggarakan acara internasional. Jumlah kota yang menyelenggarakan acara telah meningkat sebesar 61,5%, dengan 42 kota di Brasil terlibat dalam acara internasional pada tahun 2024, dibandingkan dengan hanya 26 kota pada tahun sebelumnya.

Kota-kota seperti Foz do Iguaçu telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, mencatat peningkatan 150% dalam jumlah acara internasional.

Pergeseran ini membantu memastikan manfaat pariwisata MICE dirasakan di seluruh Brasil, berkontribusi pada pertumbuhan perkotaan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.

Peran Brazil di Pasar MICE Global

Brasil terus menonjol di pasar pariwisata MICE global, menempati peringkat ke-15 dalam peringkat global Asosiasi Kongres dan Konvensi Internasional (ICCA). Sebagai satu-satunya negara Amerika Latin yang masuk dalam 15 besar, Brasil memiliki keunggulan strategis di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Selain peran utamanya dalam kongres internasional, Brasil menempati peringkat kedua di Amerika untuk penyelenggaraan acara internasional, hanya di belakang Montreal. Hal ini memperkuat reputasi Brasil sebagai kekuatan dominan dalam industri MICE.

Menatap Masa Depan: 2025 dan Selanjutnya untuk Pariwisata MICE di Brasil

Seiring Brasil menyelenggarakan acara-acara bergengsi seperti Konferensi Internasional AIDS 2026 dan Rapat Umum Tahunan IATA, negara ini akan terus menarik perhatian internasional karena kemampuannya menyelenggarakan acara berskala besar dan berdampak tinggi.

Keberhasilan acara-acara ini, dikombinasikan dengan pengembangan infrastruktur yang berfokus pada MICE yang berkelanjutan, akan memastikan Brasil tetap menjadi pilihan utama bagi pariwisata bisnis internasional.

Dengan warisan budaya yang kaya, infrastruktur kelas dunia, dan reputasi keberlanjutan yang semakin meningkat, Brasil berada di posisi yang tepat untuk terus memperluas perannya sebagai destinasi MICE global terkemuka.

Komitmen Brasil untuk memperluas sektor MICE mencerminkan strategi yang lebih luas untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata global terkemuka.

Dengan menyelenggarakan acara-acara internasional besar, meningkatkan platform pariwisatanya, dan berfokus pada praktik-praktik berkelanjutan, Brasil tidak hanya mempromosikan pariwisata bisnis tetapi juga berkontribusi pada pembangunan regional dan pertumbuhan ekonomi.

Sektor MICE tetap menjadi pilar utama industri pariwisata Brasil, memastikan bahwa negara ini terus menarik pengunjung internasional dan memantapkan dirinya sebagai pemain utama di panggung global.