Menyikapi Rencana Pemerintah Restart Pariwisata Mulai Juli 2020

0
12

Garuda Whisnu Kencana, Bali, salah satu obyek wisata yang siap menerima kunjungan wisata, Juli. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Upaya pemerintah untuk restart kegiatan pariwisata dan membuka sejumlah destinasi wisata mulai Juli 2020 telah dibahas dalam Rapat Kordinasi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Jika pemerintah semangat bagaimana dengan kalangan industri pariwisatanya,  apakah Juli waktu yang tepat untuk memulai kembali kegiatan pariwisata ?.

Menurut Anton Thedy, pendiri TX Travel dengan 255 cabang di Indonesia,  industri pariwisata siap saja dukung pemerintah untuk menggerakkan wisata domestik dan perekonomian daerah. Justru yang belum siap mungkin dari peserta tournya karena proses untuk naik pesawat tidak seperti dulu lagi.

Dia menyambut baik jika Banyuwangi, Labuan bajo, Raja Ampat dan obyek wisata alam lainnya sudah siap menyambut wisatawan domestik Juli mendatang dengan protokol kesehatan yang ketat.

” Sekarang ini kan ada rasa cemas dan ketakutan naik pesawat karena proses nya di bandara. Oleh karena itu  harus di sosialisasikan dulu, apakah cukup pakai rapid test saja dan semua orang bisa jalan jalan atau kategori terbatas yang bisa terbang,” kata Anton, hari ini.

Sepertinya terlalu cepat buka di awal Juli karena keinginan hati memang mau jalan jalan tapi secara mental masih takut terpapar COVID-19 karena cara penanganan yang masih belum maksimal, tambah Anton

Menurut dia untuk menggerakkan wisata domestik harus ada promosi yang menarik dan harus dilakukan mulai Agustus supaya roda pariwisata bisa bergerak lagi, harga tiket terjangkau, paket hotel menarik, dipancing dengan program murah meriah akan menarik minat jalan jalan lagi.

Syachrul Firdaus, Direktur Eksekutif, Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) mengatakan rencana pemerintah untuk menggerakkan wisata domestik harus diikuti langkah nyata.

ASTINDO memfasilitasi anggota dengan  suatu Platform yg disebut New ASTINDO  Hub (NAH) agar para anggota dapat saling menjual paket wisata di setiap daerah, yang bisa di booking secara Online

Jadi kami dorong anggota yang usahanya di Belitung jual paket ke Bali, Menado dan daerah lainnya. Begitu juga yang di Bali, jual paket wisata dari daerah lainnya untuk menggerakkan wisara domestik,” kata Firdaus.

Menurut dia, selama pandemi belum terbukti stimulus dan rileksasi yang dijanjikan oleh pemerintah untuk dunia usaha termasuk travel agent yang akan dikucurkan untuk membantu dunia usaha tetap survive.

” Dari Rapat Kordinasi para Menko pada 26 Maret dan dipertegas di Rakor yang dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 1 April 2020 ada dana Rp 405 triliun yang mau dikucurkan tapi  sampai sekarang bulan Juni belum jelas,” 

Asosiasi yang dipimpinnya adalah pendukung utama sektor pariwisata, penghasil terbesar devisa negara yang seharusnya mendapat perhatian khusus. Banyak biro perjalanan wisata ( travel agent)  yang merumahkan karyawan bahkan di PHK tanpa pesangon karena perusahaan tidak lagi miliki modal.

 “Jika memang pariwisata penting tiru saja Thailand yang memberikan subsidi bagi warganya untuk berwisata ke daerah dengan beli voucher melalui travel agent dan tujuannya untuk menggerakkan perekonomian daerah,” kata Firdaus.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memang telah membahas soal persiapan pembukaan pariwisata pada beberapa kawasan konservasi wisata di Indonesia yang siap dibuka bulan Juli 2020.

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang disusun bersama para pemangku kepentingan dan kementerian terkait.

Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Pemerintah dorong pergerakan domestik dan meluncurkan empat program untuk wisatawan domestik, yaitu Activation, Staycation, Roadtrip, dan Epic Sale,” ujar Memko Marvest Luhut  saat rapat kordinasi di kantornya belum lama ini.

Kemungkinan beberapa destinasi  pariwisata akan dibuka pada bulan Juli a.l yang akan siap dibuka mulai dari Labuan Bajo hingga Bali. “Kemudian Pulau Komodo, Labuan Bajo, itu juga oleh Gubernur dilaporkan siap. Bali juga sudah siap. around Juli semua lah,” ungkap Luhut.

Dari hasil Rapat Kordinasi, kata Luhut, ada yang spesial yaitu kawasan konservasi di Banyuwangi, tepatnya di Pantai Plengkung atau yang populer disebut G-Land. Luhut menyebut kawasan ini akan dijadikan tuan rumah untuk kejuaraan surfing dunia.

Menurutnya kejuaraan surfing ini akan ditonton banyak orang, bahkan penontonnya disebut Luhut lebih besar daripada gelaran MotoGP. Kemungkinan gelaran bergensi selancar ombak ini bakal dilaksanakan tahun depan.

“Banyuwangi siap, tapi kita lihat perkembangan pandemi global COVID-19 juga nanti. Yang jelas Banyuwangi ini sudah disiapkan untuk World Surfing League. Harusnya November, itu penonton nomer 3 terbesar di dunia, lebih besar dari MotoGP. MotoGP itu nomer 9,” papar Luhut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.