ENTREPRENEUR EVENT NASIONAL

Membangkitkan UMKM Halal Naik Kelas ke Retail Modern

Sapta Nirwandar, Ketua Halal Lifestyle Center.     ( IHLC) 

JAKARTA,bisniswisata.co.id:Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) mengharapkan produk halal UMKM Indonesia mendunia seperti mochi Jepang, Kimchi dari Korea yang merupakan produk UMKM namun di jual oleh para ritel modern dengan desain dan kemasan yang menarik.

” Di banyak negara seperti Jepang dan Korea itu produk UMKM adalah salah satu tulang punggung negara yang dijual oleh ritel modern. Di Indonesia peranan ritel modern untuk membuat UMKM naik kelas sangat penting,” ujar Sapta.

Berbicara saat membuka webinar INHALIFE Webinar Entering Modern Retail for SMEs dengan tema  “Fast track SMEs Scale up with Modern Retail”, Sapta mengatakan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) didukung Bank Indonesia memberikan perhatian penuh pada UMKM produk halal.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Indonesia Sharia Economic Festival 2022 ke 9 yang merupakan acara tahunan terbesar di Indonesia menjadi wadah integrasi berbagai kegiatan di sektor ekonomi dan keuangan syariah (Eksyar) yang mendorong UMKM naik kelas.

“Peritel modern dan UMKM sama-sama saling membutuhkan. Terbukti dari regulasi yang ada dimana peritel modern harus menampung produk UMKM sebesar 20% namun kini faktanya sudah menampung hingga mencapai 40% produk UMKM,” kata Sapta Nirwandar, kemarin.

Sementara itu, Roy N. Mandey. Chairman Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia          (APRINDO) mengatakan bahwa peritel modern dan UMKM sama-sama penting sebagai tulang punggung ekonomi karena kebutuhan sehari-hari rumah tanggga tersedia di peritel modern seperti jaringan Hypermart, Alfamart, Superindo maupun Indomaret.

“Gerai peritel modern tempat konsumen melakukan pembelanjaan konsumsi rumah tangga yang asalnya dari produk pabrikan maupun UMKM. Oleh karena itu  produk UMKM yang dijual ritel modern sangat penting untuk menopang ekonomi,” kata Roy.

Produk pabrikan atau manufaktur biasanya membuat produk untuk konsumen global, namun UMKM menjual produk makanan/minuman yang menjadi kesukaan masyarakat lokal. Itulah sebabnya 40% produk yang dijual di suatu gerai adalah produk lokal. 

“Pengusaha UMKM yang menjual rawon siap makan ( vacum food) biasanya dibuat UMKM dan sudah banyak menghiasi rak  peritel modern,” kata Roy.

Webinar yang diselenggaran IHLC, APRINDO dan Bank Indonesia ini sekaligus merupakan sarana akurasi produk UMKM untuk masuk ke peritel modern. Tak heran saat webinar berlangsung sedikitnya sudah 400 an UMKM yang mendaftar untuk masuk ke peritel modern.

Produk UMKM halal dari hulu-hilir sudah terjamin kehalalannya. zoleh karena itu. kata Sapta, pihaknya bersama pihak terkait dan Bank Infonrsia menyiapkan UMKM untuk menyiapkan produl ritel berbasis syariah.

Sejauh ini produk yang mendominasi adalah sandang dan pangan dan RI berpeluang besar mengembangkan halal industry di bidang farmasi dan kosmetik pula.

Sapta Nirwandar ( ke empat dari kiri) bersama para nara sumber dan Wakil Ketua IHLC, Jetti Rosila Hadi ( ke dua dari kanan).

Tanpa partisipasi dari semua pihak, konsultan dan pelaku yaitu Alfamart, hypermart, indomaret, Superindo dan peritel lainnya di bawah APRINDO maka upaya menaikkan UMKM naik kelas tidak bisa berjalan dengan lancar.

“Lewat webinar-webinar, IHLC terus mendorong UMKM naik kelas. Dodol Garut, misalnya, kalau dikemas dengan nama Garut Delight maka bisa sejajar dengan Turkish Delight yang kemasan dan harganya jadi mahal,” kata Sapta Nirwandar menyemangati.

Rangkaian kegiatan INHALIFE tahun ini banyak berfokus pada kemajuan UMKM untuk memasuki retail modern. Tema ini diusung karena retail modern merupakan batu loncatan bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih siap untuk pasar Ekspor. 

Dalam rangkaian kegiatan INHALIFE 2022, para UMKM tidak hanya akan diberi pengetahuan melalui webinar, tetapi juga akan di coaching dalam workshop dan forum -forum inkubasi. Kemudian produknya akan di sajikan kepada para buyers dari berbagai retail modern melalui table top dan showcase.Ketua Aprindo Roy Mandey mengstakan asosiadinya siap untuk menerima produk-produk UMKM yang sudah di kurasi.

Pada acara ini hadir juga banyak pembicara dan narasumber sntara lain, Solihin, Corporate Affair Director, Alfamart, Setyadi Surya, Director of Ramayana Lestari Sentosa, Donny A Passa, Vice President Superindo.

Hadir juga para coach UMKM yang sudah biasa membina dan membimbing UMKM masuk Retail modern seperti Subiakto Priosoedarsono, atau biasa dipanggil Pak Bi seorang “Guru” Branding.

Dia sudah berkiprah lebih dari 50 tahun dan dikenal banyak melahirkan brand-brand legendaris, seperti “Indomie Seleraku, Kopiko gantinya Ngopi dan masih banyak lagi brand-brand yang lahir dari “tangan dingin” pak Bi.

Selain itu ada Hadi Kuncuro, CEO Powercommerce Asia, sebuah perusahaan solusi teknologi serta pioneer e-commerce omni-channel and supply chain management di Indonesia

Tidak lupa dihadirkan sudut pandang dan pengalaman UMKM yang masuk modern retail seperti Enong Nurjanah dari PT Ratu Barokah yang produk produk snack makanan ringannya sudah 16 tahun berada di retail modern.

Ben Wirawan, CEO dari Torch yaitu yang menjual berbagai perlengkapan traveling dan aktivitas sehari-hari seperti Tas Ransel / Tas Selempang / Sandal / Pakaian / yang sudah masuk retail modern. 

Yamin Rachman, CEO Sambal Baba Papua yang baru setahun terakhir ini produk sambal nya masuk ke retail modern di papua, dan sekarang sudah mulai merambah ke daerah lainnya. 

Filsa Budi Ambia, Founder nya kampoeng timoer oleh-oleh khas Kalimantan yang sudah juga berpengalaman memasukan produk nya ke retail modern

Acara webinar ini juga di moderator oleh Dr. Indrawan Nugroho yang saat ini lebih dikenal sebagai youtuber yang membahas seputar strategi dan inovasi dan serta merupakan CEO dan Co-founder Corporate Innovation Asia (CIAS).

Acara ini ditutup dengan sambutan dari Gita Wirjawan yang mengatakan Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disarankan agar lebih peka dan proaktif memanfaatkan peluang.  

Dia mengatakan, UMKM harus diberdayakan mengingat total persentase tenaga kerja hingga mencapai 98 hingga 99 persen dan akan mempengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, politik serta budaya.

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)