Larangan Dikunjungi, Turis Asing malah Asyik Selfie di Krakatau

0
237
Ilustrasi - Anak Gunung Krakatau dikunjungi turis (Foto: Merahputih.com

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Larangan hingga himbaun yang terus digencarkan bagi wisatawan penaki maupun masyarakat agar menjauh dari Anak Gunung Krakatau akibat erupsi berkepanjangan, ternyata tak dihiraukan wisatawan asing. Mereka secara rombongan dengan leluasa mendatangi gunung yang terletak di tengah Selat Sunda dan berstatus Siaga III itu dengan menggunakan perahu.

Sesampainya di Gunung Anak Krakatau, mereka mendaki, mendirikan tenda, bahkan berdiri di bibir kawah gunung yang baru saja erupsi hebat 22 Desember 2018 sambil melakukan selfie dan tak ada rasa takut dengan letusan lava yang terus menggelegar.

Foto-foto sejumlah wisatawan asing yang menaiki Gunung Anak Krakatau secara ilegal menjadi viral di media sosial dan mendapat tanda LIKE. Padahal, perubahan fisik gunung pasca-erupsi dan status yang siaga yang disandangnya saat ini sangat membahayakan untuk aktivitas wisata, apalagi pendakian.

Atas kejadian itu, seperti dilansir laman Kompas.com Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengeluarkan surat larangan pemasaran paket wisata dan kunjungan di kawasan Krakatau. Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno, menyampaikan surat larangan ini.

Surat ini dikeluarkan Rabu (23/1/2019) dengan tembusan berbagai pihak terkait, termasuk Dirjen KSDAE KLHK Pusat. Keberadaan WNA di kawasan Krakatau dapat dipastikan terjadi karena keterlibatan warga negara Indonesia atau WNI yang menyewakan perahu dan jasa panduan wisata. Untuk itulah surat ini dikeluarkan.

WNI yang menawarkan jasa menuju Gunung Anak Krakatau adalah sasaran utama surat ini diterbitkan. Dengan tegas disampaikan hingga saat ini kegiatan wisata di kawasan Krakatau tidak boleh dilakukan karena alasan keselamatan ekosistem juga jiwa pengunjung.

Mengingat statusnya yang berada di Level Siaga III, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan radius aman adalah 5 kilometer dari kawah.

Pihak BKSDA mengaku akan menindaklanjuti pelanggaran ini, karena foto-foto yang beredar dapat memicu antusias pihak lain untuk juga melakukan hal yang sama, menaiki Gunung Anak Krakatau. Temuan sekaligus respons berupa larangan ini juga diunggah dalam Instagram @konservasi_ksdae.

Berdasarkan keterangan tertulis dalam video, disebutkan laporan adanya WNA di kawasan Krakatau diterima pada 19 Januari 2019.
Namun, keesokan hari ketika dilakukan pengecekan tidak ditemukan siapa pun di gunung berapi aktif itu. Diduga, pengunjung ilegal itu sudah melakukan pendakian beberapa hari sebelumnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.