Kopi Spesialti Indonesia Dipromosikan di RRT

0
45

Oleh Bagas Hapsoro

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dirjen Informasi dan DIplomasi Publik (IDP) Kemlu Duta Besar Teuku Faizasyah membuka acara pengenalan dan promosi kopi spesialti Indonesia ke RRT (26/2/2021).  Acara ini merupakan bentuk sinergi Kementerian Luar Negeri RI dan Kantor Perwakilan RI di Tiongkok serta berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dan RRT. 

”Program ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Diplomasi Kopi Indonesia di berbagai kawasan termasuk ke Asia Timur, khususnya ke Tiongkok. Harapan kami, acara ini dapat menjadi kontribusi Diplomasi Ekonomi Indonesia di pemulihan ekonomi nasional”, kata Teuku Faizasyah. 

Dalam kesempatan itu, Dubes RI untuk RRT Djauhari Oratmangun menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan karena kedekatan hubungan diplomatik RI-RRT yang telah menginjak ke-70 tahun. 

”Kedekatan ini terrefleksikan di angka-angka di bidang perdagangan, investasi, pariwisata maupun digital economy”, kata Djauhari Oratmangun.

Lebih lanjut disampaikan Dubes Djauhari bahwa pada tahun 2021 saat ini Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar dengan Indonesia. RRT adalah investor terbesar nomor dua untuk Indonesia, ketiga adalah Hong Kong. Tiongkok adalah sumber wisatawan asing ke Indonesia periode 2019. 

Pernyataan Dirjen IDP dan Dubes RI Beijing tersebut mendapatkan sambutan baik dari kalangan pengusaha China. Diantaranya adalah Grace Ge, seorang manajer dari perusahaan Shanghai Minmetal yang mulai mengimpor biji kopi dari 2015, dan volume impor tahunannya  sekitar 100 hingga 150 juta yuan.

Melalui analisis pasar yang mendalam, ia telah menguasai informasi industri dan memperluas cakupan dan kedalaman pelanggan. 

Melalui kerjasama dengan Starbucks, Costa, Luckin, Coca Cola, McDonald’s dan pelanggan internasional lainnya, Grace Ge memasok biji hijau terkenal dunia lainnya, dan berusaha keras untuk menjadikan skala bisnis biji kopi hijau tiga besar di China.

Grace siap untuk bekerjasama dengan (calon) mitra yang potensial dari Indonesia. Sementara itu pengusaha Cina lainnya Mr Shen Ruilin memberikan analisa yang mendukung pernyataan Grace Ge. 

Menurut Shen Ruilin, Indonesia sebagai pengekspor kopi terbesar kedua di dunia harus bisa melihat potensi pertumbuhan pangsa pasar China. Meskipun Indonesia masih kalah dari Vietnam dalam hal ekspor kopi namun soal kualitas belum bisa dikatakan kalah.

Oleh karena itu, Indonesia perlu memberikan narasi kopi sebagai kebudayaan disamping produk perdagangan. Pengusaha Indonesia membawa produk kopi Indonesia ke China. Banyak cara yang bisa ditempuh Departemen Perdagangan Indonesia, seperti mendatangkan produsen kopi ke ”China International Import Expo”.

Pada 2017, impor kopi China dari Indonesia hanya mencapai  US$50 juta dolar AS. Dibandingkan dengan ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat (US$256 juta ) pada periode yang sama. Ekspor ke China jauh lebih kecil dibandingkan Amerika Serikat. ”Agak lucu sebetulnya mengingat RRT itu lebih dekat dari Indonesia daripada AS”, kata Shen Rulin menutup pembicaraan. 

Dubes Djauhari menyatakan bahwa tantangan bahasa, budaya dan regulasi dapat juga mempengaruhi kecepatan penetrasi pasar dan ketepatan target pasar. Misalkan rasa atau taste. Di Shanghai lebih menyukai yang manis dibandingkan dengan di Guangzhou. 

Secara spesifik Djauhari Oratmangun memberikan kiat untuk penetrasi pasar ke Tiongkok, antara lain:

  • Memiliki semangat kemitraan jangka panjang
  • Memenuhi regulasi yang diterapkan RI dan RRT
  • Pelajari rantai supply dan logistik 
  • Manfaatkan juga peluang investasi 
  • Fokus pada mutu produk
  • Dan peningkatan daya saing 
  • Fokus pada ekspor produk.
  • Juga perlu melakukan promosi secara online dan offline untuk dengan platform social media Cina yang berbahasa Mandarin. 

Terakhir, Dubes RI di Beijing mengatakan para peserta Webinar untuk berhubungan langsung dengan KBRI di Beijing, KJRI Shanghai, KJRI Guangzhou, KJRI Hong Kong, an ITPC di Shanghai. 

Pengusaha Indonesia yang hadir dalam Webinar antara lain adalah PT Delyssa Prima, PT Alko Kerinci, Tanamera Coffee, Anomali Coffee, Ketiara Gayo dari Aceh, 7. Morning Glory Coffee, Permato Gayo Co. Ltd., Iwan Tossa Gayo Coffee, Arinagata Coffee dan Kopling at Olveh.

Mereka pada umumnya menyambut baik tawaran kerjasama dengan perusahaan China dan saat ini sedang mempersiapkan diri untuk untuk mengikuti Dialog Bisnis dengan Cina pada tanggal 24 Maret 2021. 

Kegiatan Diplomasi Kopi akan terus dilaksanakan sepanjang tahun anggaran 2021. Kementerian Luar Negeri RI akan menyelenggarakan berbagai  kegiatan dalam rangka Diplomasi Kopi Indonesia di tahun ini.

Kegiatannya antara lain business matching dan familiarization trip. Diharapkan rangkaian kegiatan ini dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan di masa pasca pandemi. 

Penulis adalah :Mantan dubes Swedia dan Latvia, Kementerian Luar Negeri. Email: bagas.hapsoro11@gmail.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.