Komunitas Pecinta Laut Dituntut Jaga Ekosistem Laut

0
187
Warga menyelam mengambil sampah di terumbu karang taman laut Olele, Kabupaten Bonebolango, Gorontalo, (Foto. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/nz/15)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas pecinta laut, baik untuk olahraga maupun rekreasi diminta agar bisa merawat dan memantau kualitas ekosistem laut selain untuk menikmatinya. Bahkan para komunitas itu bisa menjaga lautan. Mengingat, peran lautan pada ekonomi Indonesia sangat besar. Ini terbukti dari capaian Indonesia sebagai pemasok ikan tuna terbesar di dunia.

Juga biomassa laut Indonesia naik 300 persen dibandingkan 2014. Stok ikan pada 2014 hanya 7 juta ton, tahun 2016 naik menjadi 12,5 juta ton, dan bulan depan sudah di atas 13 juta ton. Neraca perdagangan perikanan Indonesia sejak 2015 untuk pertama kali sejak Indonesia berdiri jadi nomor satu di Asia Tenggara. Bahkan konsumsi ikan 36 kilogram per tahun pada 2014 menjadi 50 kilogram per tahun.

“Anda semua menjadi community, bagian laut itu sendiri. Tolong dijaga dari apapun, dari siapapun, yang akan merusak dan menunggu kesehatan, keproduktifan, dan keindahan daripada lautan indonesia,” tegas Susi Pudjiastuti, pembina Komunitas Pecinta Laut pada acara Diskusi Deep and Extreme Indonesia di JCC Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Susi juga Menteri Kelautan dan Perikanan percaya peran masyarakat menjaga laut akan lebih besar dampaknya pada ekosistem. Dengan begitu, Indonesia tak perlu polisi lingkungan. “Karena semua di lingkungan adalah individu-individu yang peduli pada ekosistem,” papar
Susi Pudjiastuti menyampaikan pesan pada tahun terakhirnya sebagai Menteri.

Ia mengingatkan jabatannya berakhir pada Oktober mendatang. Pada tahun pamungkas ini, ia memberikan pesan sederhana kepada masyarakat juga komunitas pecinta laut. “Saya menitipkan ke Anda semua, tetap jaga laut untuk masa depan bangsa kita. Masa depan itu untuk anak cucu, cicit, anak-anak kita. Anda semua bisa,” ucap Susi

Pesan lainnya agar Komunitas Pecinta Laut, nelayan dan masyarakat agar betul-betul menjaga kebersihan laut, karena diprediksi pada 2030 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada ikan. “Saya minta semua warga terlibat pengurangan limbah plastik dan jangan buang sampah di laut,” pesannya.

Diakui saat ini laut di Indonesia terancam. Sebab, terdapat banyak sampah di perairan Indonesia yang berpotensi merusak ekosistem laut. “Kesejahteraan hidup kita itu terganggu karena sampah. Ridiculous (tidak masuk akal) gitu loh. Bukan karena kita kurang uang, kurang kerja, bukan, tapi karena sampah. Itu hal yang sangat ridiculous,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Susi mengajak komunita pecinta lat juga masyarakat Indonesia untuk tidak membuang sampah di laut. Selain itu, mengurangi penggunaan kantong plastik. “Indonesia penyumbang sampah terbanyak kedua di laut,” paparnya serius.

Susi mengaku iba melihat seekor paus di perairan Wakatobi tewas dan di dalam perutnya ditemukan sampah plastik seberat 5,9 kilogram. Menurut dia, hal itu tak akan terjadi jika masyarakat tak membuang sampah ke laut. “Saya mentweet ada kura-kura mati keselek sedotan. Paus mati di dalamnya ada sandal. Kasian makhluk ini mati karena keteledoran kita,” ucap dia. (ENDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.