Komunitas H3 & KPPS HKGB Diminta Suarakan Pariwisata Danau Toba

0
360
Selvie di Danau Toba dari Bukit Simarjarunjung (Foto: pariwisatasumut.net)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan mengimbau kepada komunitas Horas Halak Hita (H3) dan Komite Pelaksana Pelayanan Strategis Huria Kristen Batak Protestan (KPPS HKBP) yang ada Sumatera Utara, utamanya kawasan wisata Danau Toba, agar berkhutbah di gereja mengenai kebersihan, ketauladanan, team work, kebersamaan, keramahtamahan yang dikaitkan dengan ayat-ayat Alkitab.

“Tolong ayat-ayat dalam Alkitab, dikaitkan dengan praktik pengembangan pariwisata dan pertanian di Danau Toba. Tolong supaya HKBP bisa mendesainnya dari sekarang, agar pariwisata Danau Toba semakin berkembang, semakin maju dan dampak ekonominya juga pasti kemasyarakat jika wisatawan datang ke Danau Toba,” lontarnya dalam keterangan resminya diterima Bisniswisata.co.id, Senin (05/02/2018).

Menurut Menko Luhut, HKBP atau gereja dapat memainkan peran lebih penting untuk membawa spirit kebersamaan, memberikan ketauladanan serta mendidik masyarakat Batak agar tidak tersingkir di tengah pengembangan Danau Toba. Terutama, pengembangan wilayah terpadu dan pembangunan infrastruktur di Sumatera yang membuka peluang investasi yang makin meluas.

“Kita tidak hanya bicara Toba saja, ini menyangkut semua sampai nanti ke Dumai, Kuala Tanjung, kuala Kualanamu dan segala macam. Dan ini hebat, dampaknya sampai kepada orang Batak, kalau orang Batak tidak menyiapkan dirinya maka mereka akan bisa menjadi terpinggirkan,” jelasnya.

Purnawirawan Jenderal itu menambahkan, yang tak kalah penting untuk membawa kemajuan bagi masyarakat Batak adalah meningkatkan kualitas pendidikan. “Karena itu kita orang batak punya peran penting bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita disana supaya orang batak itu bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” sambungnya.

Selain itu, Menko Luhut juga meminta agar gereja juga berperan dalam mengembangkan pertanian. “Di bidang pertanian, itukan herbal kita banyak, herbal itu kita kembangkan sekarang, gereja harus berperan, gereja harus turun berkhotbah ke sawah tidak hanya di dalam gereja saja,” tegasnya.

Menteri mengisahkan tentang perkembangan ekonomi dunia yang dia ketahui ketika menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss minggu lalu. “Nah disitu disebutkan bahwa pertumbuhan ekomoni dunia itu sangat bagus sekali selama satu dekade belakangan ini,” kata Luhut.

Menko Kemaritiman sempat menyinggung pinjaman USD 300 juta yang diberikan oleh World Bank pada akhir tahun 2017. “Sekarang proses pencairannya, Bu Ani (Menkeu -red) cerita sama saya bahwa mungkin dalam satu-dua bulan ini. Itu nanti sekitar USD 100 Juta atau Rp 1.3 triliun akan masuk di Sibisa Area,” tuturnya.

Menko Luhut meminta kepada Bupati Tapanuli Utara agar menata Bandara Silangit karena kawasan itu akan menjadi pusat wisata dari Asia Selatan ke Asia Tenggara. “Saya udah bilang ke pak bupati tatalah itu Silangit dengan bagus. Jangan pula sembarangan tatanya, tatalah dengan arsitektur Toba, arsitektur batak yang modern, itu pesan dari pak presiden,” pungkasnya.

Karenanya, sambung dia, Pemerintah meminta komunitas masyarakat dan gereja di Sumut ikut terlibat secara aktif dalam pengembangan potensi wisata serta pertanian di sekitar kawasan Danau Toba. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.