Kapal Wisata Kandas, Terumbu Karang di Bunaken Rusak

0
341
Kapal Wisata Bunaken Cristal 7 kandas di perairan Bunaken

MANADO, bisniswisata.co.id: Kapal Wisata berlabel “Bunaken Crystal 7″, yang mengantarkan sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) kandas di Ron’s Point Divespot perairan Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada 6 Oktober 2018. Dampaknya diduga merusak terumbu karang di lokasi kandasnya kapal yang dioperasikan PT Manado Maju Wisata (MMW).

Rusaknya terumbu karang mendapat perhatian Balai Taman Nasional (TN) Bunaken. Hasil cek lapangan serta pengumpulan data, tercatat lokasi kandas kapal wisata berada pada titik koordinat N: 01°36’23,75 dan E: 124°44’09,29” dan kapal menggerus rataan terumbu karang dengan luas -/+ 198 m2.

Akibat gerusan kapal Crystal 7 di lokasi Ron’s Point Divespot terjadi kerusakan ekosistem terumbu karang pada tingkatan kelompok dan koloni dengan klasifikasi sedang dan besar. Karang yang rusak termasuk dalam kategori massive dan submassive, papar Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Farianna Prabandari dalam keterangan tertulis, Ahad (14/10/2018).

Atas kejadian ini, lanjut Fariana, tindakan yang dilakukan dengan memberikan pemberitahuan kepada PT. MMW selaku pengoperasi kapal wisata tersebut melalui surat Nomor: S.480/BTNB/TU/TEK/2018 tanggal 8 Oktober 2018. Surat ini merupakan laporan kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE)-Kementerian LHK, SKPD dan instansi terkait

Menurutnya, karang memiliki pertumbuhan yang sangat lambat, apalagi mengalami kerusakan adalah karang massive dan submassive. Dampak yang ditimbulkan atas kerusakan karang itu adalah terganggunya keseimbangan ekosistem serta mempengaruhi tingkat kepuasan wisatawan.

Pulau Bunaken menjadi primadona wisata alam minat khusus (selam) di Sulut dan barometer kunjungan serta promosi kepariwisataan. “Kami himbau kepada PT. MMW agar jatuhkan sanksi kepada motoris kapal Bunaken Crystal 7 dan tak memperkenankan kapal berlayar di kawasan Bunaken. Juga bertanggung jawab atas kerusakan terumbu karang yang ditimbulkan pada areal gerusan kapal dan sekitarnya,”.

Farianna mendesak PT MMW agar berhati-hati dalam mengelola tur wisata di kawasan Taman Nasional Bunaken, mematuhi aturan tidak menginjak karang, tak membuang jangkar di terumbu karang, dan tidak membuang sampah sembarangan. Juga, lakukan kegiatan diving dengan baik, aktivitas snorkeling dan discovery scuba dive pada lokasi yang ditentukan dan tak melakukan pelayaran pada rataan terumbu.

“Sampai sejauh ini, kami masih melakukan kajian lebih lanjut, telaah teknis dengan melibatkan perguruan tinggi sesuai bidang keahlian dan kompetensinya yang ditunjuk. Saat ini kami terus berkonsultasi ke Pusat untuk petunjuk dan arahan Dirjen KSDAE terkait proses pemulihan dan tindakan lain yang dipandang perlu dilakukan sesuai Peraturan di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Farianna. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.