ASEAN DESTINASI INTERNATIONAL

Kamboja dan Laos Perkuat Kerja Sama di Bidang Pariwisata, Perdagangan, dan Energi.

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Kamboja dan Laos sepakat untuk lebih memperkuat kerja sama bilateral mereka demi keuntungan bersama di beberapa sektor utama, termasuk pariwisata.

Perjanjian ini diresmikan pada pertemuan ke-15 Komisi Bersama Kamboja-Laos untuk Kerja Sama Bilateral yang diselenggarakan di Vientiane, Laos, pada 27 November 2025.

Dipimpin bersama oleh Wakil Perdana Menteri Kamboja sekaligus Menteri Luar Negeri Prak Sokhonn dan Menteri Luar Negeri Laos Thongsavanh Phomvihane, pertemuan tersebut membahas cara-cara untuk memperdalam Kemitraan Strategis Komprehensif dan Jangka Panjang antara kedua negara.

Salah satu bidang utama yang dibahas adalah bagaimana kedua negara dapat memajukan sektor pariwisata mereka dalam mendukung pembangunan ekonomi dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Kedua menteri menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperluas hubungan pariwisata dan membahas bagaimana kerja sama mereka dapat membantu kedua negara mencapai tujuan pariwisata mereka, tidak hanya untuk kepentingan ekonomi lokal tetapi juga untuk mendorong pertukaran budaya antarmasyarakat.

Meningkatkan Pariwisata dan Perdagangan antara Kamboja dan Laos

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyoroti potensi perluasan perdagangan dan investasi, dengan fokus khusus pada bagaimana pariwisata dapat berperan sebagai katalis utama bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Pariwisata diakui sebagai salah satu sektor terpenting bagi kedua negara, dengan Angkor Wat di Kamboja dan Situs Warisan Dunia UNESCO di Laos, seperti Kota Luang Prabang, yang menarik perhatian internasional yang signifikan.

Para menteri mengakui bahwa kerja sama bisnis-ke-bisnis yang lebih erat dapat menghasilkan arus wisatawan yang lebih besar antara kedua negara, yang mendorong pariwisata lintas batas dan konektivitas perjalanan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur pariwisata, termasuk jaringan transportasi, layanan perhotelan, dan fasilitas pariwisata, sehingga memudahkan wisatawan untuk bepergian antara Kamboja dan Laos, serta mengunjungi objek wisata budaya dan alam utama.

Dengan memperkuat kemitraan ini, Kamboja dan Laos bertujuan untuk menciptakan pengalaman pariwisata yang lebih lancar, mendorong wisatawan internasional untuk menjelajahi kedua negara dalam satu perjalanan, sehingga berkontribusi pada pendapatan pariwisata kedua negara.

Memperkuat Kerja Sama Pariwisata Berkelanjutan

Aspek utama dari pertemuan ini adalah komitmen terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan. Kamboja dan Laos telah menyatakan keinginan mereka untuk mempromosikan pariwisata ramah lingkungan yang menghargai lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Kedua menteri membahas upaya kerja sama dalam praktik pariwisata berkelanjutan, seperti inisiatif ekowisata yang berfokus pada pelestarian sumber daya alam dan mempromosikan perilaku perjalanan yang bertanggung jawab.

Dengan mengintegrasikan kebijakan pariwisata berkelanjutan ke dalam kerja sama bilateral mereka, Kamboja dan Laos berupaya memastikan bahwa industri pariwisata mereka yang sedang berkembang tidak mengorbankan lanskap alam atau warisan budaya mereka yang unik.

Kedua negara juga membahas peningkatan keamanan wisatawan, keterlibatan masyarakat lokal, dan upaya pelestarian budaya, yang akan memungkinkan pariwisata menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Pariwisata sebagai Pendorong Pembangunan Ekonomi Regional

Kolaborasi yang berkelanjutan antara Kamboja dan Laos diharapkan tidak hanya akan mendorong pariwisata tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara.

Integrasi pariwisata ke dalam strategi ekonomi yang lebih luas akan membantu menciptakan lapangan kerja baru, terutama di daerah pedesaan, melalui bisnis yang berkaitan dengan pariwisata, seperti perhotelan, transportasi, dan wisata budaya.

Hal ini selanjutnya akan membantu mengurangi kemiskinan dan memberikan pendapatan bagi masyarakat lokal, terutama mereka yang berada di daerah tertinggal yang sangat bergantung pada pertanian dan pariwisata untuk stabilitas ekonomi.

Selain itu, peningkatan kedatangan wisatawan akibat kemudahan perjalanan lintas batas akan membantu mendorong industri lokal di kedua negara, termasuk yang berkaitan dengan pertanian dan kerajinan, karena wisatawan mencari barang-barang asli produksi lokal.

Dengan demikian, perluasan pariwisata akan memberikan efek berganda bagi perekonomian Kamboja dan Laos, memperkuat posisi mereka sebagai destinasi utama dalam sirkuit pariwisata Asia Tenggara.

Komitmen untuk Kerja Sama Pariwisata Jangka Panjang

Kedua menteri menegaskan kembali komitmen jangka panjang mereka untuk meningkatkan hubungan pariwisata bilateral dan berjanji untuk melanjutkan kerja sama dalam pengembangan pariwisata regional.

Mereka menekankan pentingnya menciptakan inisiatif pariwisata bersama, seperti wisata lintas batas, upaya pemasaran bersama, dan pertukaran budaya, untuk lebih mempromosikan kedua negara sebagai destinasi wisata.

Komitmen untuk menyelenggarakan pertemuan Komisi Gabungan berikutnya di Kamboja pada tahun 2027 menunjukkan tekad mereka untuk membangun hubungan pariwisata yang berkelanjutan dan saling menguntungkan yang akan bertahan di tahun-tahun mendatang.

Masa Depan Cerah bagi Pariwisata Kamboja dan Laos

Kesepakatan Kamboja dan Laos untuk lebih memperdalam hubungan bilateral mereka pada dasarnya penting untuk membangun kemitraan pariwisata yang lebih kuat di Asia Tenggara.

Dengan berfokus pada praktik pariwisata berkelanjutan, meningkatkan konektivitas regional, dan memperluas perdagangan dan investasi di sektor pariwisata, kedua negara memposisikan diri sebagai pusat wisata yang kompetitif dan ramah lingkungan yang menarik wisatawan dari seluruh dunia sekaligus melestarikan warisan alam dan budaya mereka.

Terkait Kamboja dan Laos, sektor pariwisata yang sedang berkembang akan terus memperkuat hubungan kerja sama antara kedua negara, yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus menawarkan pariwisata berkelanjutan bagi generasi wisatawan mendatang.

Kedua negara kini memiliki visi bersama untuk pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi regional, yang menempatkan mereka di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu destinasi unggulan untuk ekowisata dan wisata budaya di Asia Tenggara.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)