Jajanan Pasar Indonesia Dikenalkan Warga Denmark

0
356
Soto jadi kuliner ungulan Indonesia

KOPENHAGEN, bisniswisata.co.id: Kuliner Indonesia terus gencar dikenalkan di penjuru dunia. Kini, KBRI Kopenhagen menggelar promosi kuliner dan budaya Indonesia bertajuk Culture Festival Gentofte Night. Event ini hasil kerja sama Kotamadya Gentofte Kopenhagen, yang ternyata mendapat sambutan luar biasa.

“Masyarakat lokal di Denmark sangat antusias menikmati budaya dan kuliner Indonesia di ajang yang masuk dalam kalender kegiatan tahunan pemerintah Kota Gentofte,” papar Pensosbud KBRI Kopenhagen, Ismail N. Pulungan dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (30/09/2018).

Kegiatan budaya didukung masyarakat dan Diaspora Indonesia di Denmark ini, menyajikan sejumlah makanan dan minuman jajanan pasar khas Indonesia yang dijual dengan harga sekitar 20-50 DKK (krona) atau sekitar 40 ribu-100 ribu rupiah per porsi.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Denmark, Muhammad Ibnu Said menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan partisipasi kedua Indonesia dalam Festival Gentofte Night yang sebelumnya pada tahun 2017 lalu berlangsung sukses. Diharapkan masyarakat Denmark dapat menikmati kuliner khas Indonesia serta hiburan.

Dubes menegaskan Indonesia memiliki potensi pariwisata yang cukup menarik, Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya di seluruh Denmark dengan mengenalkan berbagai jenis tarian. Dubes mengundang masyarakat lokal mencoba memainkan alat musik tradisional angklung dan gamelan khas Indonesia.

Sejumlah makanan khas Indonesia yang dijual antara lain nasi padang dan sambal telur, soto, martabak, sate ayam dan daging, kue lupis, onde-onde, combro, siomay, pisang goreng, spring roll, laksa udang dan daging, pisang molen, bakwan sayur, bakso, pecel dan gado-gado, serta berbagai makanan dan jajanan pasar lainnya termasuk minuman kopi khas Indonesia, bajigur, kunyit asam, dan wedang secang.

Pengunjung diajak ikut menjajal sejumlah tarian live dance Indonesia seperti Poco-Poco, Gemu Famire, dan Tobelo, yang dipandu anggota INDA Group Kopenhagen. Pengunjung juga dapat secara langsung memainkan alat musik angklung dan gamelan melalui untaian beberapa lagu.

Pada kegiatan budaya Gentofte Night tahun ini juga diramaikan dengan tampilan lukisan karya pelukis ternama Diaspora Indonesia di Denmark Awang Behartawan dilengkapi dengan lokakarya melukis dan aksi cap tangan pada kanvas dengan tema persahabata yang lakukan di halaman Gedung Pancasila KBRI.

Kegiatan digelar Jumat sore mulai pukul 17.00 waktu setempat mampu menarik perhatian masyarakat sekitar. Festival itu menjadi istimewa karena semua pertokoan dan pusat perbelanjaan di sekitar wilayah Gentofte tutup lebih lama dari biasanya selama akhir pekan di musim gugur. Ratusan orang secara silih berganti, menikmati suasana yang didukung dengan udara bagus mengawali musim gugur di Denmark. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.