Jadwal Penerbangan ke Bandara Frans Kaisiepo Dikurangi

0
361
Bandara Frans Kaisiepo Biak

BIAK, bisniswisata.co.id: Pengurangan penerbangan Garuda Indonesia ke bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak, Papua, sejak pertengahan Januari 2019 mempengaruhi pendapatan jasa pengelolaan bandara setempat.

“Perubahan waktu operasi penerbangan Garuda dari satu minggu menjadi empat kali berdampak kepada penghasilan perusahaan,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Frans Kaisiepo Biak Agus Budiharto dihubungi di Biak, Sabtu (26/1/2019).

Ia mengakui adanya perubahan jadwal operasi penerbangan Garuda Indonesia karena telah mengurangi jumlah penumpang yang naik dan turun di Bandara Frans Kaisiepo Biak. Dengan minimnya jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara di Bandara Biak membuat operator penerbangan Garuda Indonesia mengurangi waktu operasi layanan dari tujuh kali seminggu berkurang menjadi empat hari dalam seminggu.

“Kami berharap pengurangan waktu operasi ini sifatnya sementara, ya ke depan layanan penerbangan Garuda Indonesia dapat kembali normal setiap hari,” katanya seperti dilansir laman Antara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Biak Fransisco Olla mengakui Pemkab Biak Numfor sudah menerima pemberitahuan perubahan jam operasional Garuda Indonesia ke Bandara Internasional Frans Kaisiepo Biak.

“Alasan pengurangan jam operasi ini karena rasio penumpang yang berangkat mengalami penurunan sehingga mempengaruhi biaya operasional operator jasa penerbangan,” katanya.

Kadishub Fransisco Olla berharap PT Garuda Indonesia sebagai pengelola jasa penerbangan udara dapat menormalkan operasional setiap hari selama tujuh kali dalam seminggu.

Hingga, Sabtu pukul 09.30 WIT aktivitas keberangkatan di Terminal Bandara Frans Kaisiepo Biak tampak sepi karena hanya ada satu penerbangan Sriwijaya tujuan Biak-Jayapura dan Biak-Makassar-Jakarta. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.