Gamelan Disodorkan Jadi Warisan Budaya ke UNESCO

0
163
Gamelan

SOLO, bisniswisata.co.id: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan gamelan sebagai salah satu nominasi warisan budaya tak benda dunia yang segera diajukan ke UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

“Kemendikbud dan tim penilai pengusulan warisan budaya tak benda, telah menetapkan gamelan untuk diajukan sebagai nominasi Indonesia yang akan dikirim ke sekretariat UNESCO pada Maret 2019,” tandas Mendikbud Muhadjir Effendy dalam acara International Gamelan Festival (IGF) 2018 di Benteng Vastenburg, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (09/08/2018) malam

Gamelan segera menyusul keris, batik serta wayang, jika UNESCO menyetujuinya sebagai warisan budaya tak benda. Kini tim penyusun butuh dukungan agar penggarapan naskah gamelan sebagai nominasi warisan budaya tak benda berjalan lancar. Terutama dukungan dari komunitas dan pegiat gamelan baik dalam maupun luar negeri. “Sehingga bisa diterima oleh UNESCO,” sambungnya.

Menurut Mendikbud, IGF 2018 menjadi langkah awal yang baik untuk mengangkat gamelan sebagai kekayaan Indonesia. IGF 2018, diramaikan oleh 265 pengembang gamelan di luar negeri dan 900 pengembang gamelan dari dalam negeri.

International Gamelan Festival, kata Muhadjir, mampu memberikan ruang interaksi dialog antarbudaya, terutama mengenai semangat gamelan yang melewati batas disiplin ilmu, wilayah geografis maupun kelompok sosial.

“Keselarasan gamelan sebagai bentuk apresiasi budaya melambangkan makna kerukunan, saling menghargai dan saling bekerja sama demi menciptakan kehidupan masyarakat yang toleran, harmonis, dan damai,” pungkas Mendikbud.

Selama seminggu penuh, Perhelatan IGF 2018 diramaikan sejumlah maestro kesenian dunia. Salah satunya grup Raditya Art Community (RAC). Grup musik dengan jumlah personel hingga 40 orang ini, tampil pada 13 Agustus 2018. Rencananya membawakan tiga tembang di antaranya Sindhenan Bedhaya Mangunsih, Ladrang Sri Katon, dan Karawitan Atari Lawung Kasenopaten.

Komposer RAC, Djoko Daryanto menjelaskan saat tampil namti menggunakan seni karawitan gagtag keraton Surakarta. Tujuannya agar dapat mengenalkan karawitan tersebut ke kancah dunia. “Tujuan kami untuk mengenalkan karawitan gagrag keraton Surakarta baik yang ber-genre klasik maupun yang sudah melalui proses pengembangan,” ujarnya.

Penampilan grupnya dapat membuka pandangan masyarakat tentang Gamelan Ageng dan Gamelan Pakumartan khas Solo untuk menunjukkan produk karawitan dari Keraton Kasunanan adalah khasanah budaya yang perlu diapresiasi dan dikembangkan. “Kecuali gamelan baku yang digunakan dalam upacara ada masih ada model-model gamelan yang belum banyak diketahui. Ini tugas kami untuk memperkenalkannya,” terang Djoko.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid menambahkan, akan ada 50 an lebih kelompok gamelan baik dalam maupun luar negeri serta belasan peneliti dan ahli gamelan hadir di IGF 2018. Temanya Galeman Homecoming. “Tema ini diangkat untuk menciptakan arena mudik atau homecoming bagi kelompok gamelan yang telah berdiaspora di belahan dunia dan dalam beraneka corak perkembangan dan fungsi,” terangnya.

Ia menjelaskan, pertunjukkan IGF 2018 digelar di sejumlah tempat di Solo. Misalnya Benteng Vastenburg, ISI Solo, Balai Kota Solo, Taman Budaya Jawa Tengah, serta beberapa kawasan di Boyolali, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo dan Wonogiri. “Gelaran ini kerjasama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pemkot Solo,” ujarnya. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.