Sapta Nirwandar ( kanan) saat penyerahan hadiah bersama peserta lomba. ( Foto: Fokbi)
MATARAM, Lombok, bisniswisata.co.id: Sebanyak 350 pegiat olahraga rekreasi dari 22 provinsi ikuti gelaran lomba senam kreasi budaya yang diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) berkaitan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang berlangsung meriah di Lombok.
Ketua Umum DPP FOKBI Sapta Nirwandar mengapresiasi antusiasme para pegiat dan menekankan pentingnya olahraga berbasis budaya bagi masyarakat.
“Olahraga kreasi budaya seperti senam Poco-Poco bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan gerakan pelestarian budaya yang mampu membentuk masyarakat yang sehat, bugar, dan bahagia,” ujarnya
Melalui kegiatan ini, juga mendukung pengembangan sport tourism serta berkontribusi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Peserta datang dari Aceh, Bali, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Maluku, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Papua, Kepulauan Riau, Bengkulu, Papua Barat, Papua Pegunungan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Mereka turut ambil bagian memeriahkan lomba nasional ini. Acara berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram pada Sabtu, 26 Juli 2025 mulai pukul 07.00 hingga 19.45 WITA.
Lomba FOKBI ini merupakan bagian dari FORNAS VIII, sebuah festival olahraga rekreasi nasional dua tahunan yang memadukan berbagai olahraga modern dan tradisional dalam suasana riang dan meriah.
Pada FORNAS VIII di Mataram ini, FOKBI mempertandingkan 14 kategori lomba. Kategori tersebut terbagi ke dalam kategori beregu, perorangan, dan eksibisi. Kategori beregu (3 kategori) meliputi Poco-Poco GWR, Poco-Poco Ceria, dan Senam Poco-Poco Olahraga.
Kategori perorangan (8 kategori) terdiri dari Poco-Poco GWR (perorangan usia 36 tahun ke atas dan 35 tahun ke bawah), Senam Anak Indonesia Hebat (perorangan), Poco-Poco Kenangan, Senam Poco-Poco Olahraga (perorangan), Senam Ikan Nae di Pante (Kolonial & Milenial), serta Senam Poco-Poco Aerodance.
Adapun kategori eksibisi (3 kategori) mempertandingkan Senam Anak Indonesia Hebat beregu tingkat SMA se-Indonesia, SMP se-NTB, dan SD se-NTB.
Para peserta dari berbagai daerah menampilkan performa senam dengan koreografi kaya kreasi budaya dan nuansa kebugaran, lengkap dengan kostum daerah dan iringan musik khas. Suasana lomba pun terasa sangat meriah, sejalan dengan tema FORNAS VIII NTB 2025.
“Menang Kalah, Semua Senang”, di mana setiap peserta tampak antusias unjuk kebolehan sambil menjalin persahabatan antardaerah,)” kata Sapta Nirwandar
Sementara itu, Ketua Panitia FOKBI FORNAS VIII NTB, Hendri Karnoza, menyampaikan bahwa pelaksanaan FORNAS VIII di NTB merupakan peluang besar bagi daerah.
“Pemerintah Provinsi NTB sangat beruntung ditunjuk sebagai tuan rumah FORNAS VIII 2025. Kegiatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai ajang promosi daerah, jelas Henry
khususnya destinasi pariwisata yang ada, kuliner khas Lombok, dan keramahtamahan masyarakat NTB. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi serta ratusan Inorga di bawah KORMI Nasional menjadi momentum yang sangat berharga bagi NTB,” jelasnya.
Sebagai informasi, FORNAS VIII 2025 di NTB diikuti oleh 74 induk olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI dan menargetkan sekitar 20.000 peserta secara keseluruhan.
Lomba FOKBI sendiri menjadi salah satu daya tarik utama berkat perpaduan olahraga dan seni budaya. “Kami bangga dapat membawa semangat Poco-Poco dan senam kreasi budaya ke ajang FORNAS tahun ini. Antusiasme peserta dan penonton sungguh luar biasa,” tambah Sapta.
Melalui ajang berskala nasional ini, FOKBI berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk berolahraga sambil melestarikan budaya, sesuai dengan semangat Menang Kalah, Semua Senang yang dikedepankan FORNAS VIII.










