Festival Bahari Raja Ampat Resmi Dibuka

0
38
Wisman Milenia di objek wisata Raja Ampat Papua (Foto: Repro Google)

WAISAI, bisniswisata.co,id: Festival Bahari Raja Ampat 2019 resmi dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yambise di Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat. Tahun ini festival diselenggarakan dari tanggal 18 hingga 22 Oktober 2019, dengan mengusung tema “Exotisim Raja Ampat from Ridge to Reef (Eksotisme Raja Ampat dari Bukit hingga Terumbu Karang)”.

“Saya sangat apresiasi dengan festival apalagi Temanya sangat tepat agar sama-sama menjaga dan melestarikan terumbu karang juga geleran Festival Bahari Raja Ampat setiap tahun sehingga tetap eksis,” papar Menteri Yohana sambil meminta agar Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus berupaya mempromosikan pariwisata setempat dengan berbagai kegiatan. Sedangkan Festival Bahari Raja Ampat salah satu bentuk promosi pariwisata kepada dunia internasional.

Menteri wanita dari Papua ini, juga memberikan beberapa catatan kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat, dalam pengembangan pariwisata di daerah itu, membangun infrastruktur berupa dermaga di daerah tujuan wisata. Hal itu, kata dia, untuk memudahkan kunjungan wisatawan di daerah setempat.

Selain itu perlu dibangun rambu-rambu laut demi keselamatan pelayaran dan untuk menjaga agar terumbu karang tidak rusak karena ditabrak oleh kapal-kapal wisatawan. Ini perlu dilakukan demi pengelolaan pariwisata secara berkelanjutan “Catatan ketiga adalah mendorong masyarakat lokal Raja Ampat untuk terlibat dalam Industri pariwisata, seperti membangun homestay dan menjadi pemandu wisata,” ujar dia.

Festival Bahari Raja Ampat ini merupakan salah satu Top 100 Calendar of Event dari Kementerian Pariwisata. Tahun ini festival digelar ke-tujuh kalinya. Setiap tahunnya wisata bahari, budaya dan kuliner khas Raja Ampat, disajikan sebagai suguhan utama. Parade perahu hias serta tur diving dan snorkeling menjadi kegiatan utama selama penyelenggaraan.

Yohana juga meminta kepada wisatawan yang datang turut berpartisipasi mempromosikan pariwisata Raja Ampat sehingga lebih banyak turis yang datang. Supaya datang terus dan coba promosi ke luar negeri. Saya percaya Raja Ampat akan jadi terkenal,” pesan Yohana.

Yohana juga menyampaikan beberapa catatan kepada pemerintah daerah setempat untuk segera mengembangkan infrastruktur yang mendukung kegiatan pariwisata di Raja Ampat. “Perlu pengembangan Bandara Raja Ampat jadi bandara internasional. Dengan demikian turis dapat langsung datang ke Raja Ampat. Dan perlu dibangun berbuah resor atau penginapan yang dikelola masyarakat lokal Raja Ampat,” tambahnya.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak pemerintah dan seluruh masyarakat Raja Ampat menjaga kelestarian alam setempat. Agar nantinya pariwisata terus berlangsung secara berkelanjutan “Saya juga mengharapkan agar masyarakat menjaga keamanan daerah sehingga wisatawan nyaman, aman, dan lama berkunjung di Kabupaten Raja Ampat,” kata dia seperti diunduh dari Antara, Sabtu (19/10/2019).

Di hari yang sama, G-Tour meluncurkan program wisata Indonesia Archipelago. Program ini nantinya akan mengajak wisatawan lokal maupun internasional menikmati pulau-pulau yang ada di Indonesia dengan kapal pesiar mini.

Setiap satu bulan, program ini hanya bisa dinikmati oleh 50 wisatawan. Tidak hanya sekedar wisata, program ini juga akan mengedukasi wisatawan tentang sejarah akan kebudayaan daerah-daerah di Indonesia.

CEO G-Tour Roland Tambunan mengatakan program ini akan dimulai berjalan pada Mei 2020. “Nantinya Raja Ampat ini akan menjadi salah satu destinasi yang akan dituju dari program Indonesia Archipelago,” kata Roland. (ndy/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.