Eks Kawasan Prostitusi Disulap Jadi Obyek Wisata Kebun Anggrek

0
87
Anggrek

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Mengubah kawasan bekas prostitusi menjadi tempat wisata, tidak sekedar membalikkan tangan. Namun butuh pemikiran kuat, strategi yang mantap dan tantangan yang berat. Hal itu dialami Pemerintah Kota Surabaya yang akan menyulap eks-lokalisasi menjadi kawasan wisata sekaligus menghilangkan image negatif kawasan itu.

Kawasan eks-lokalisasi di gedung Wisma Barbara, Jalan Sememi Jaya Gang II, Kelurahan Semem Benowo, Kota Surabaya, Jawa Timur sepakat dibangun destinasi wisata baru berupa Taman Anggrek yang dilengkapi dengan fasilitas yang modern, dengan harapan bisamendongkrak kunjungan wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara.

Pembangunan kebun anggrek akan dilakukan secara bertahap. Setelah sisi utara Gedung Wisma Barbara selesai, pembangunan akan dilanjutkan di sisi depan dan belakang. “Luasan totalnya mencapai 1 hektare, sementara untuk pengelolaannya dari Dinas Pertanian,” papar Lurah Sememi, Ferdi Ardiansyah, di Surabaya, Selasa (21/5),

Selain proses pembibitan, Pemkot Surabaya juga berencana membudidayakan tanaman anggrek di lokasi tersebut. Berbagai jenis tanaman anggrek dari berbagai wilayah Indonesia akan dibudidayakan melalui “green house”, yang kini sedang dibangun.

Diharapkan, adanya taman anggrek ini dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. “Jadi nanti warga sekitar akan dilatih oleh pemkot, bagaimana untuk membudidayakan tanaman anggrek,” katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dibangunnya kebun anggrek tersebut untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara. “Insya Allah tahun ini, kita akan buat kebun anggrek. Saya harap warga nanti bisa menikmati hasilnya. Ini akan menjadi wisata baru yang akan menarik pengunjung untuk datang ke Surabaya,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, dengan adanya kebun anggrek tersebut diharapkan juga berdampak dengan meningkatnya ekonomi warga sekitar. Untuk itu, Risma juga mengajak warga eks-lokalisasi untuk bisa memanfaatkan koperasi-koperasi yang dikelola secara mandiri. Dengan adanya koperasi-koperasi tersebut, masyarakat akan mandiri dan sejahtera secara ekonomi.

Keberadaan taman anggrek, bukan hanya untuk jalan-jalan melihat taman anggrek, juga untuk obyek wisata, edukasi dan pengembangan tanaman anggrek untuk jangka panjang. Apalagi peminat tanaman Anggrek sangat banyak sehingga dapat menyalurkan hobynya yang suka anggrek. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.