Dubes RI di Swedia Rajin Promosikan Wisata Alam dan Budaya ke Milenial Kawasan Nordik

0
69

Dubes Bagas Hapsoro ( kiri)  mempromosikan Indonesia  dengan memainkan piano lagu-lagu daerah membuat gadis kecil Swedia kagum dan cinta Indonesia.

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id: Kalangan milenial termasuk anak-anak di Swedia dan kawasan Nordik lainnya menjadi pasar potensial paket wisata alam Indonesia, kata Bagas Hapsoro, Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, hari ini.

” Kami melibatkan anak-anak Swedia secara aktif dalam kegiatan promosi, sosial dan budaya seperti acara tahunan Kampung Indonesia,” ungkapnya melalui chat WA, hari ini.

Anak-anak yang dilibatkan bukan dari perkawinan campur pasangan orangtua dari RI-Swedia tapi juga para penerima  beasiswa Darmasiswa dan masyarakat Swedia lainnya yang tertarik dengan kegiatan-kegiatan KBRI Swedia.

Pihaknya bekerjasama dengan diaspora Ninna Mussolini yang bersama suaminya Hans Hansson mendirikan Swedish-Indonesia Bagus Organization / Svensk-Indonesiska Bagusföreningen berkedudukan di kota Malmö yang kerap mendukung promosi Indonesia dengan mengikuti pawai Landskrona Karnevalen.

Organisasi Bagus mengikuti pawai bersama ribuan peserta dari berbagai organisasi dan negara. Selain juga mengisi acara di panggung pop-up dengan menampilkan tarian Betawi seperti Tarian Nandak Ganjen, Tari Topeng dan Tari Ondel-Ondel.

Kota Landskrona adalah kota yang dulu dikenal sebagai kota industri kapal dan tekstil Swedia yang berusia lebih dari 600 tahun ini dulunya adalah desa nelayan yang merupakan wilayah negara Denmark. Jaraknya sekitar 1,5 jam dari ibukota Swedia.

” Kami aktif presentasi tentang pariwisata Indonesia baik di Swedia, Latvia dan bursa wisata lainnya di kalangan para pelaku industri di sini. Selain juga rajin menggelar kegiatan seperti fashion show batik dan tenun ikat juga agar masyarakat serempat mengetahui, mengerti, dan kemudian mencintai Indonesia dan keragaman budayanya,” kata Dubes yang memiliki tourism minded tinggi ini.

Menurut Dubes  Bagas Hapsoro yang sudah pro-aktif pula mengundang investor Swedia ke calon ibukota RI yang baru, wisatawan Swedia menyukai paket wisata alam yang berkelanjutan (sustainable) dan menyukai hal-hal yang alami, natural termasuk kehidupan masyakarat lokal dengan keindahan seni dan budayanya.

“Seringkali mereka juga menolak wisata – wisata yang dianggap melukai binatang, seperti naik andong atau /delman yang dianggap menyiksa kuda,” jelasnya.

Bali masih menjadi tujuan utama, namun selain itu sekarang juga tengah berkembang Labuan Bajo dan Raja Ampat karena gencar dipromosikan ke mancanegara sebagai 10 destinasi wisata utama di Indonesia.

Dia optimistis ke depan apalagi di tahun 2020, ini Indonesia dan Swedia akan merayakan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swedia maka sektor pariwisata juga akan terus ditingkatkan.

KBRI Stockholm berencana menyelenggarakan kegiatan business and investment forum. “Kami akan undang para pengusaha Indonesia dan Swedia dan dari kalangan pemerintah, tentunya untuk meningkatkan peluang investasi dari Swedia ke Indonesia,” tambah Bagas.

Untuk paket wisata alam promosi perlu digencarkan ke negara-negara Nordik, bukan hanya Swedia karena Nordik adalah sebutan untuk negara-negara yang secara geografisnya terletak di bagian Timur Eropa dan Samudera Atlantik Utara.

Pada dasarnya Negara-negara Nordik ini terdiri dari 3 Negara yang terletak di semenanjung Skandinavia yaitu Norwegia, Swedia dan Denmark ditambah lagi dua negara Eropa lainnya yaitu Finlandia dan Islandia.

Selain negara-negara berdaulat tersebut, terdapat pula beberapa daerah otonomi seperti Kepulauan Faroe dan Greenland yang merupakan daerah otonomi khusus Kerajaan Denmark dan Kepulauan Aland yang merupakan daerah otonomi khusus Republik Finlandia.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.