DAERAH EVENT

Dorong Promosi Wisata Floratama, BPOLBF Fasilitasi Both TA/TO di Event BBTF Edisi Ke-80

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: Bali Beyond Travel Fair (BBTF) kembali diadakan pada tahun ini di Bali Internasional Convention Center ITDC, Nusa Dua, Bali. Dengan mengangkat tema “Balancing  in Harmony”, panitia penyelenggara BBTF edisi ke-8 yaitu ASITA dan Kemenparekraf.

Penyelenggara berharap pelaku pariwisata yang berpartisipasi dapat memaksimalkan BBTF 2022 untuk memperkenalkan kembali pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kunjungan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pada kesempatan ini, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang bertugas sebagai akselerator pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya juga turut ambil bagian. BPOLBF memfasilitasi 5 booth bagi Travel Agent (TA) dan Tour Operator (TO) asal Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima) yang merupakan wilayah koordinatif BPOLBF untuk turut hadir sebagai seller sekaligus agen-agen promosi destinasi wisata Floratama dalam acara ini.

Kelima TA/TO yang difasilitasi booth ini adalah:
1. The Luxury Voyage @theluxuryvoyage
2. Komodo Escape @escapeliveaboard
3. Just A Trip @just_atrip
4. NTT DMC @ntt_dmc
5. Grand Komodo @grandkomodo
Kelima TA/TO ini menjual dan mempromosikan paket wisata ke Labuan Bajo dan sekitarnya dan merupakan hasil seleksi dari 30 TA/TO yang mendaftar dan menanggung semua biaya perjalanan dan keperluannya sendiri selama di BBTF.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina menyampaikan bahwa BBTF merupakan salah satu solusi dalam pemulihan ekonomi terutama dalam bidang pariwisata.

_”BPOLBF berpartisipasi dalam BBTF edisi ke-8 ini dengan mengajak 5 TA/TO dari Floratama untuk bertemu langsung dengan buyers. Begitu banyak yang hadir dan terlibat dalam acara ini dengan tujuan yang sama yaitu pemulihan ekonomi pariwisata.

“Terima kasih untuk 5 TA/TO yang telah begitu antusias mempromosikan wisata Labuan Bajo di ajang BBTF ini”_ ujar Shana.

Selain itu, Dirut BPOLBF juga menggambarkan situasi dan kondisi terkini di lapangan, yang mana pengunjung terlihat sangat antusias untuk mengunjungi booth BPOLBF terlihat dari banyaknya kunjungan dari buyer di luar 150 buyer yang sudah memiliki janji temu dengan para seller di booth BPOLBF.

Di booth ini juga disediakan penganan khas dari Labuan Bajo untuk dapat dicoba serta ada 2 usher yang siap untuk menjelaskan mengenai pariwisata Labuan Bajo dan sekitarnya secara umum kepada pengunjung yang sedang menunggu jadwal janji temu dengan seller.

Dalam acara yang berlangsung selama 5 hari (14 hingga 18 Juni 2022) ini, Dirut BPOLBF juga menyampaikan bahwa para TA/TO tersebut diajak untuk menjadi agen promosi pariwisata Labuan Bajo serta menjadi ajang untuk me_launching_ buku Ende Bumi Pancasila sebagai alternatif destinasi di Flores.

“Kita mengajak teman-teman TA/TO dalam acara ini, karena mereka memiliki _unic sense point_ yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, kita juga sekaligus ingin melaunching Buku Ende Bumi Pancasila yang bisa menjadi alternatif destinasi di Flores” jelas Shana.

Sejalan dengan yang disampaikan Dirut BPOLBF, salah satu perwakilan dari TA/TO yang hadir, yaitu Ita dari Komodo Escape juga menyampaikan bahwa BBTF merupakan ajang promosi destinasi yang tepat, karena mereka sebagai pelaku usaha di bidang pariwisata dipertemukan langsung dengan konsumen atau _buyers_ dari berbagai negara.

“Sejujurnya bagi kami, Event BBTF ini adalah suatu event yang luar biasa. Ajang di mana kami diberi kesempatan untuk mempromosikan Labuan Bajo dan sekitarnya.

Di BBTF ini juga, kami bisa bertemu dengan begitu banyak _buyers_ dari berbagai negara termasuk Indonesia terutama setelah 2 tahun ini vakum karena pandemi” jelasnya.

Kegiatan ini berhasil menghimpun 183 _sellers_ (industri pariwisata) dari 30 kabupaten/kota di 13 provinsi dengan 270 buyers dari 30 negara. Promosi wisata dalam skema Buyer Meet Seller ini ditargetkan mencapai 5,2 Triliun dengan potensi transaksi wisata Labuan Bajo sendiri mencapai 6,5 miliar.

Untuk booth BPOLBF sendiri, saat ini sudah ada kurang lebih 70 buyer sudah siap bekerjasama dengan TA/TO untuk mendatangkan wisatawan ke Labuan Bajo.

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)