Desember 2018, Okupansi Hotel Bali 57,62%

0
130
Kamar hotel (Foto: Repro Google)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel berbintang di Bali selama Desember 2018 tercatat hanya mencapai 57,62% atau meningkat 1,70 poin dibanding periode sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Badung tercatat mencapai tingkat keterisian kamar hotel berbintang tertinggi yakni sebesar 59,38%. Sementara, tingkat hunian terendah tercatat di Karangasem yaitu sebesar 32,93%.

Kepala BPS Bali Adi Nugroho mengatakan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, hampir seluruh kabupaten mengalami peningkatan tingkat hunian kecuali Karangasem. Pada Desember 2019, Karangasem justru mengalami penurunan tingkat hunian hingga 1,30 poin. Peningkatan tertinggi dicapai oleh Gianyar sebesar 3,63 poin.

Rata-rata lama menginap wisatawan mancanegara dan domestic pada hotel berbintang di Bali pada Desember 2018 tercatat mencapai 2,81 hari. Angka ini turun 0,23 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada November 2018 yang mencapai 3,04 hari.

“Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu Indonesia pada Desember 2018 selama 2,34 hari, lebih rendah dibandingkan rata–rata lama menginap tamu asing yang selama 3,17 hari,” kata Adi Nugroho seperti dilansir Bisnis.com, Jumat (1/2/2019).

Secara kumulatif, jumlah wisatawan yang datang langsung ke Bali selama 2018 tercatat mencapai 6.070.473 wisman atau, lebih tinggi 6,54% dibandingkan tahun lalu.

Kunjungan wisman selama tahun 2018 didominasi oleh wisman asal Tiongkok sebesar 22,43%, Australia 19,26%, India 5,83%, Inggris 4,46%, Jepang 4,31%, Amerika Serikat 3,90%, Perancis 3,22%, Malaysia 3,21%, Jerman 3,06%, dan Singapura 2,38%.

Walaupun menempati urutan teratas, wisman asal Tiongkok selama 2018 justru mengalami penurunan kunjungan hingga 1,76%. Hal ini diduga terkait terbongkarnya kasus praktek mafia perjalanan wisata dari Tiongkok pada Oktober 2018.

Sementara, negara yang mengalami peningkatan jumlah wisman terbesar selama 2018 berasal dari India, yaitu tercatat sebesar 29,75%. “Hal ini diduga terkait dibukanya penerbangan langsung Denpasar-Mumbai,” katanya. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here