ART & CULTURE LIFESTYLE NEWS

Desainer Muda IFC Yogya Ikuti Fashion Print Craft

Lia Mustafa ( kedua kanan) saat memperkenalkan desainer muda, Irun Maulana dan Neni atau lenih dikenal Hanum by Rahmadiyanti 

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id:  Neni dan Irun  Designer Muda ,anggota Junior Indonesia Fashion Chamber (IFC) ikut meramaikan pameran Fashion Print Craft di Galeria Mall Yogyakarta 18-25 Juni 2022.

Lia Mustafa, National Secretary General Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengatakan designer muda, anggota yunior dilibatkan langsung dalam event-event IFC agar memiliki jaringan yang lebih luas lagi di dunia fasyen.

” Mereka berdua, Neni dan Irun, adalah sosok yang tangguh Dua wanita yang hebat berkarya bikin disain baju-baju yang keren dan banyak di minatin kalangan melenial khususnya,” kata Lia Mustafa yang giat mempromosikan produk mereka.

Di Pameran Fashion  Print Craft, karya-karya yang mereka bikin banyak di gemari karena motifnya  jarang di temui yaitu Tipografi, seni cetak atau tata huruf ala Korea dan Arabia. Suatu wujud seni dan teknik memilih dan menata huruf yang unik ysng dipamerkan di lantai dua Galeria Mall itu.

Bagi Irun Maulana, sebagai designer yang di tampilkan dalam pameran kali ini antara lain Li scarf printing yang di tampilkan dari Tipografi  Arab ,tipografi Korea dan sangsekerta yang sudah  booming di media sosial.

“Saya ambil tema karya itu karena di Indonesia belum banyak yang membikin dan di setiap karya tipografi printing ada filosofi -filosofinya,” kata Irun.

Setiap satu bulan sekali Irun membuat satu  motif disain baju terbarunya dan sudah berjalan selama empat tahun. Untuk awalanya berkarya dari motif dulu baru disain penting motif ada cerita -cerita dan filosofinya imbuhnya.

Untuk Karya Neni.atau lebih di kenal Hanum by Rahmadiyanti karyanya adalah pakaian sehari-hari, simpel, feminim  tapi tetap elegan.  Neni Rahmadiyanti memulai usahanya dari bisnis konveksi lalu memberanikan diri untuk mendirikan brand fashion sendiri bernama Hanum by Rahmadiyanti sejak 2016 hingga sekarang.

“Desain yang saya pilih karena  banyak peminatnya.Terus ada juga craft printing dengan warna-warna yang kuat namanya Mogan,” tutur Neni.

             Karya Irun ( kiri) dan Neni

Menurut Lia Mustafa dengan aktif berpameran di bawah nsungan IFC maka pekuang untuk berjejaring dengan anggota afiliasi IFC di luar negri juga terbuka karena organisasi ini anggotanya adalah para pengusaha dan profesional di bidangnya.

Lia berharap Irun akan lebih mengangkat          kelokalan dengan tehnik handmade print sehingga ide-idenya terus kreatif dan mengalir. Kain dengan tulisan jawa kuno misalnya sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia 

“Kalau awalnya Neni dan Irun terjun  kedunia fesyen secara online, kini saatnya mereka offline artinya bertemu langsung dengan pelanggan, sesama desainer sehingga memperkaya pengalaman masing-mading,” kata Lia Mustafa.

Bagi Irun Maulana sendiri yang melewati pendidikan di pondok pesantren ternyata punya pemikiran visioner dan fashionable sehingga akhirnya terjun ke bidang ini.

” Saya ingin mewujudkan mimpi -mimpi lewat karyanya di tipografi dan di dunia ini ada banyak jenis tipografi bahkan termasuk huruf-huruf Romawi ” kata Irun Maulana.

Lia Mustafa mendorong anggotanya untuk terus maju da. yang terpenting adalah membuat satu rancangan disain baju yang bisa di terima masyarakat umum, tegas Lia Mustafa.

 

Satrio Purnomo