LONDON, bisniswisata.co.id: Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia (WTTC) mencatat kekhawatiran yang disampaikan oleh komunitas bandara dan maskapai penerbangan Eropa mengenai implementasi Sistem Masuk/Keluar Schengen (EES).
Seperti diuraikan dalam surat terbuka yang diterbitkan oleh Airports Council International (ACI) Europe, Airlines for Europe (A4E), dan IATA pada 29 Juni 2026. WTTC sepenuhnya mendukung dan menyetujui permintaan mereka.
Sektor Pariwisata dan Perjalanan sangat menyadari pentingnya modernisasi sistem perbatasan dan penguatan keamanan di seluruh Eropa.
Tetapi WTTC secara konsisten memperingatkan bahwa tanpa fleksibilitas yang memadai, peralatan yang andal, staf yang cukup, dan komunikasi dengan wisatawan, hambatan operasional berisiko merusak pengalaman pengunjung dan daya saing global Eropa sebagai destinasi.
Jika tidak ditangani, hal ini dapat tempatkan Eropa pada posisi yang jelas tidak mengun-tungkan dibandingkan dengan destinasi global lainnya yang menawarkan proses masuk yang lebih cepat dan lancar.
Analisis WTTC baru-baru ini, berdasarkan penelitian[1] di antara lebih dari 2.500 pelancong di pasar jarak jauh dan dekat utama ke Eropa, menunjukkan bahwa antrean perbatasan yang konsisten selama tiga jam atau lebih dapat secara signifikan mengurangi permintaan.
Srdikitnya sekitar sepertiga pelancong mengatakan bahwa mereka cenderung tidak akan mengunjungi wilayah Schengen.
Diterapkan pada perkiraan tahun 2026 ini dapat menempatkan hingga 41 juta kedatangan dan potensi pengeluaran pengunjung sebesar US$45,4 miliar di Eropa dalam risiko.
WTTC menyerukan tiga tindakan utama untuk memastikan peluncuran yang lancar: mempercepat penggunaan aplikasi Travel to Europe untuk pra-registrasi EES digital, meluncurkan kampanye komunikasi terkoordinasi di pasar sumber utama.
Dengan demikian pelancong memahami dengan jelas persyaratan perbatasan baru sebelum keberangkatan, dan menjamin kesiapan operasional penuh di perbatasan melalui staf yang memadai, peralatan yang andal, dan proses yang efisien, termasuk bagi mereka yang telah mengirimkan data biometrik dan pra-registrasi.
Meskipun sektor ini mendukung manfaat jangka panjang dari kerangka perbatasan yang lebih efisien dan aman, implementasinya harus dikelola sedemikian rupa sehingga menjamin kelancaran pergerakan wisatawan internasional.
Hal terpenting melindungi nilai ekonomi yang dibawa oleh Pariwisata ke masyarakat di seluruh Eropa, sebuah sektor yang menyumbang US$3 triliun bagi perekonomian Eropa dan mendukung 40,7 juta lapangan kerja pada tahun 2025, setara dengan gabungan populasi Swedia, Belanda, dan Belgia.
Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC, mengatakan: “EES merupakan langkah penting menuju perbatasan yang lebih cerdas dan aman bagi Eropa. Namun, implementasinya harus praktis, terkoordinasi, dan berfokus pada wisatawan.
Jika penundaan yang lama menjadi praktik yang diterima, wisatawan akan mencari tempat lain. Eropa tidak mampu mengorbankan daya saingnya atau pengalaman yang ditawarkannya kepada jutaan pengunjung. Kami mendorong para Komisioner Eropa untuk bekerja sama erat dengan industri untuk memastikan sistem ini memenuhi janjinya tentang perbatasan yang lebih baik tanpa menciptakan hambatan yang tidak diinginkan bagi perjalanan.
[1] Sumber: Studi Riset Konsumen Sistem Masuk/Keluar Eropa GSIQ, Mei 2026. Data berdasarkan 2.512 pelancong internasional di AS, Inggris, Kanada dan Australia.










