Demo Berlanjut, Eiffel dan Louvre Ditutup

0
152
Menara Eiffel dijaga ketat

PARIS, bisniswisata.co.id: Sejumlah lokasi terkenal di Prancis, termasuk Menara Eiffel dan Museum Louvre, ditutup setelah bagi wisatawan setelah aparat memperingatkan kemungkinan aksi demo diiringi dengan sikap kekerasan dalam unjuk rasa gerakan rompi kuning pada akhir pekan ini.

Imbauan kepolisian yang dilihat AFP, Jumat (07/12/2018) merangkum perintah untuk menutup sejumlah lokasi, juga toko-toko di sepanjang Champs-Elysees dan gerai lainnya di dekat lokasi ikonik tersebut.

Kepolisian juga meminta para pemilik toko untuk menutup pintu kiosnya, juga menutup jendela, dan memasukkan semua furnitur di luar bangunan mereka, seperti meja dan kursi.

Sementara itu, sejumlah tempat penyelenggaraan opera legendaris, seperti Garnier dan Bastille, juga membatalkan semua acara yang dijadwalkan digelar pada Sabtu (8/12). Tak hanya itu, kepolisian juga meminta sekolah-sekolah yang terletak di dekat kawasan Champs-Elysees untuk meniadakan kelas pada Sabtu ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe, juga mengatakan bahwa pemerintah sudah mengerahkan 8.000 personel kepolisian untuk bersiaga di Paris. Prancis juga mengerahkan puluhan kendaraan bersenjata untuk pengendalian massa jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Selain itu, pemerintah juga menyebar 89 ribu personel kepolisian ke seluruh penjuru Prancis, lebih banyak dari pengamanan demonstrasi pekan lalu yang hanya mencapai 65 ribu.

Menurut Philippe, upaya pencegahan ini sangat penting karena gerakan rompi kuning masih terus menyerukan demonstrasi meski pemerintah sudah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak, kebijakan yang selama ini mereka tolak.

Keputusan penundaan itu diumumkan setelah unjuk rasa di Paris berujung ricuh pada pekan lalu hingga pemerintah Prancis mempertimbangkan pendeklarasian situasi darurat.

Menurut para demonstran, penundaan kenaikan bahan bakar itu bukan solusi karena pemerintah bisa saja menaikkannya kembali ketika situasi sudah kondusif.

Aksi protes berujung kerusuhan di Paris ini, membuat denyut perekonomian Paris dari sektor wisata harus terhenti, padahal menjelang Natal dan Tahun Baru kota ini ramai diserbu turis mancanegara. Kawasan Arc de Triomphe, yang merupakan kawasan belanja dan kongko paling popular, terlihat sepi ditinggalkan turisnya.

“Kami merasa liburan kami sudah berakhir. Tadinya kami ingin wisata belanja di Paris, tapi sepertinya kami akan langsung menuju Milan,” kata Yao Lei, seorang turis dari China yang melihat video kerusuhan dari telepon genggam setelah mendarat.

Akibat kerusuhan itu, pemerintah Turki mengeluarkan travel warning agar warganya untuk sementara tidak berwisata ke Paris, hingga situasi kembali normal (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.