HALAL INTERNATIONAL NASIONAL NEWS

Wisata Halal Kini Bagian Penting Industri Pariwisata Global

Gen Z berwisata halal di Jepang ( Foto: fooddiversity.today)

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Wisata halal  ( Hakal Tourism)  kini berkembang dari pasar khusus (niche market) menjadi bagian penting dalam industri pariwisata global. Perkembangan ini menjadi peluang bagi destinasi untuk memperkuat daya saing sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan, kata Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC).

“Wisata halal merupakan peluang strategis untuk membangun destinasi yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri pariwisata global,” tuturnya.

Peluang tersebut, menurut Sapta, perlu diikuti kesiapan destinasi dalam memahami kebutuhan wisatawan dan merespons perubahan industri.

Karena itu, pengembangan wisata halal tidak cukup hanya berfokus pada pemenuhan standar, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas layanan dan pengalaman wisatawan.

Pengembangan wisata halal membutuhkan pemahaman terhadap perubahan karakter wisatawan Muslim, peningkatan kualitas layanan, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu dasar penerbitan buku Pengembangan Wisata Halal: Panduan bagi Pelaku Usaha dan Pemerintah yang akan diluncurkan pada Sabtu (19/9) di Hotel Sofyan Cut Mutia didukung oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Fitry Primadona, penulis utama, menempatkan pemahaman terhadap wisatawan Muslim modern sebagai bagian penting dalam buku tersebut.

Pembahasan mengenai consumer journey, kepuasan, dan loyalitas wisatawan menjadi dasar untuk melihat bagaimana layanan wisata dapat dirancang secara lebih relevan dan aplikatif.

“Oleh karena itu, buku ini kami susun tidak hanya sebagai kajian konseptual, tetapi juga menawarkan panduan aplikatif. Harapannya, akan tercipta sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah dan komitmen pelaku usaha dalam menciptakan pengalaman wisata yang berstandar tinggi,” jelas Fitry.

Melalui pendekatan tersebut, bukunya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha pariwisata, pemerintah, pembuat kebijakan, akademisi, dan pihak lain yang terlibat dalam pengembangan wisata halal di Indonesia.

Fitry Primadona mengungkapkan bahwa Halal, adalah segmen bernilai ekonomi tinggi yang perlu digarap serius oleh lelaku usaha/ bisnis

Pertumbuhan wisatawan Muslim global membuka peluang bisnis yang signifikan bagi pelaku industri pariwisata dan perhotelan. Oleh karena itu Buku Pengembangan Wisata Halal: Panduan bagi Pelaku Usaha dan Pemerintah, hadir sebagai panduan strategis bagi korporasi dan pengambil kebijakan yang ingin menangkap peluang di segmen ini.

Disusun oleh Fitry Primadona, S.Si., M.M., Prof. Dr. Sapta Nirwandar, SE., DESS., Prof. Dr. Hartoyo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA., dan Dr. Laily Dwi Arsyianti, SE., M.Sc., buku ini memadukan kajian akademik dengan analisis praktik lapangan untuk memberikan pemahaman yang aplikatif bagi dunia usaha.

Peluang Pasar yang Belum Tergarap Maksimal

Wisata halal kini bertransformasi dari segmen niche menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan pariwisata global. Buku ini memetakan tren pasar, profil konsumen Muslim modern, serta faktor-faktor yang mendorong kepuasan dan loyalitas pelanggan — aspek krusial bagi pelaku usaha yang ingin membangun keunggulan kompetitif di segmen ini.

Lebih jauh, buku ini mengulas tantangan implementasi standar halal, strategi inovasi layanan, serta pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat sebagai fondasi ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Para penulis menegaskan bahwa daya saing destinasi wisata halal ditentukan oleh sinergi kebijakan dan kualitas pengalaman pelanggan, bukan semata oleh ketersediaan fasilitas.

“Wisata halal adalah peluang strategis untuk membangun destinasi yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri pariwisata global,” kata Fitry

Dia optimistis buku ini relevan bagi eksekutif pariwisata dan perhotelan, investor, pembuat kebijakan, serta akademisi yang ingin memahami arah pertumbuhan ekonomi wisata halal ke depan.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)