Pasca Letusan, Dataran Tinggi Dieng Aman bagi Wisatawan

0
282
wisatawan mengyaksikan Kawah Sileri di Dieng

BANJARNEGARA, bisniswisata.co.id: Pasca letusan freatik di Kawah Sileri, Minggu (1/4) siang, kini Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dinyatakan aman disambangi wisatawan.

“Yang pasti, Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng tetap aman dikunjungi wisatawan meskipun terjadi letusan freatik di Kawah Sileri. Itu karena Kawah Sileri hanyalah satu dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di Dieng,” papar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman seperti dikutip laman Antara, Senin (02/04/2018).

Dilanjutkan, berdasarkan pemantauan di lokasi kejadian hingga pukul 16.00 WIB menunjukkan tidak adanya letusan susulan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 200 meter dari bibir kawah.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas gunung api Dieng serta selalu mengikuti arahan dari BPBD Banjarnegara maupun BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Seperti yang diberitakan, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dieng (PPGA) melaporkan terjadinya letusan freatik di Kawah Sileri. Letusan dengan tinggi sekitar 150 meter tersebut disertai material lumpur.

Sebaran material lumpur dari letusan freatik itu sejauh lebih kurang 100 meter ke arah timur, 50 meter ke arah utara, 200 meter ke arah selatan, dan 100 meter ke arah barat laut atau objek wisata D’Qiano.

Namun saat dilakukan pengukuran gas di udara pada jarak sekitar 40 meter dari pusat titik letusan freatik, tidak terdeteksi gas berbahaya. Dalam hal ini, gas CO2 sebesar 0,04 persen volume atau di bawah ambang batas normal 0,5 persen volume, sedangkan H2S dan SO2 tidak terdeteksi atau 0 ppm.

Sebelumnya, Arief melanjutkan, pada tanggal 29 Maret 2018 Petugas PPGA Dieng telah berkoordinasi dengan BPBD Banjarnegara terkait adanya perubahan suhu dan penurunan permukaan air Kawah Sileri. Koordinasi tersebut dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya letusan freatik di Kawah Sileri.

Kawah Sileri terletak di lereng barat Gunung Pagerkandang, merupakan kawah yang paling aktif di Dataran Tinggi Dieng dan pernah meletus beberapa kali. Meski terkesan berbahaya, Kawah Sileri kerap menjadi lokasi para pelancong untuk menikmati keindaahan alam karena menawarkan pemandangan yang masih sangat alami di sekitar Pegunungan Pagerkandang – Gunung Sipandu. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.