Akibat Gempa, Perbaikan Bandara Palu Dianggarkan Rp400 Miliar

0
9
Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu rusak parah akibat gempa pada Septe,ber 2018 (Foto: Tempo.co)

PALU, bisniswisata.co.id: Dampak Gempa bumi yang melanda Palu dan sekitarnya, pada September 2018, membuat Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, mengalami kerusakan. Karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana memperkuat struktur bangunan bandara Palu agar lebih tahan terhadap gempa skala besar.

“Dari segi struktur kita akan perkuat agar lebih tahan terhadap gempa bumi, baik itu goyangan maupun hentakan vertikal. Untuk itu, dibutuhkan dana yang lumayan banyak. Kita alokasikan untuk pembangunan di sisi darat (terminal penumpang) sekitar Rp200 miliar dan di sisi udara juga sekitar Rp200 miliar,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Ahad (11/8/2019).

Dilanjutkan, dana anggaran sebesar Rp400 miliar ini bersumber dari pinjaman (soft loan) Asian Development Bank (ADB). Pada sisi darat selain memperbaiki struktur bangunan agar lebih tahan terhadap gempa berskala besar, Kemenhub juga berencana memperbaiki fasilitas lainnya seperti lounge dan terminal VIP yang dananya bersumber dari APBN.

Sisi udara, fungsi landas pacu atau runway akan kembali beroperasi seluruhnya. Saat ini runway Bandara Sis Al-Jufri sepanjang 2.500 meter tidak dapat dipergunakan seluruhnya karena mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Selain itu, nilai PCN (Pavement Classification Number) atau kekuatan permukaan runway bandara juga akan ditingkatkan untuk menambah daya dukung runway bandara ini.

“Jadi runway itu akan dipastikan akan ada 2.500 meter, PCN yang sekarang itu 50 akan kita tingkatkan sampai mungkin 80, jadi ada beberapa layer runway (lapisan runway) sehingga daya dukungnya lebih bagus,” jelasnya sambil mengharapkan pembangunan kembali Bandara Palu selesai pertengahan 2021.

Dalam keadaan bencana, transportasi udara merupakan salah satu sarana transportasi pilihan utama yang sangat penting keberadaannya di kota Palu Tidak hanya untuk mobilisasi orang tapi juga sebagai jalur masuk utama bagi bantuan bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya bisa dilakukan melalui transportasi udara.

Pembangunan dan pengembangan sejumlah infrastruktur transportasi di Sulawesi Tengah ini juga diharapkan dapat memicu kebangkitan perekonomian dan kesejahteraan seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here