CSR PLN Bina 10 Desa Wisata di Babel

0
235
Desa Wisata mangrove di Pulau Bangka dikunjungi wisatawan (Foto: .mongabay.co.id)

PANGKALPINANG, bisniswisata.co.id: Pariwisata Bangka Belitung (Babel) terus digenjot. Guna mendukung Pemerintah Provinsi (Babel) mengembangkan pariwisata, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Babel membina 10 desa wisata.

“Pembinaan terhadap 10 desa wisata yang ada di Babel melalui program CSR PLN Peduli berbasis pemberdayaan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar General Manager PLN Babel Abdul Mukhlis dalam keterangan resminya.

Sepuluh desa wisata itu tersebar di Pulau Bangka dan Belitung. Seperti Desa kenanga, PLN melakukan pelestarian lingkungan hidup melalui penanaman pohon mangrove, trembesi dan tanaman produksi. Di sini pengunjung dapat menikmati paket wista tanam pohon.

Di Pangkalpinang, bersama dengan komunitas Alobi, PLN melakukan pelestarian lingkungan hidup melalui pembuatan mini zoo sebagai sarana habituasi dan edukasi satwa. “Di Pangkalpinang, pengujung dapat menikmati sekaligus berinteraksi dengan satwa-satwa yang sedang dihabituasi sebelum nantinya dilepaskan ke alam,” katanya seperti dilansir Medcom, Jumat (26/04/2019).

Tidak jauh dari lokasi mini zoo tersebut, menurutnya. PLN berkolaborasi dengan komunitas Rasau untuk mengembangkan pusat kuliner, UMKM dan taman bermain keluarga. Sementara di Kabupaten Bangka Tengah, PLN berkolaborasi dengan komunitas peduli hutan dengan mengembangkan produk-produk hasil agrowisata.

Sedangkan di Desa Sungaiselan, bersama dengan kelompok nelayan melakukan peningkatan kesejahteraan nelayan dengan penguatan fungsi koperasi. “Di Pulau Belitung, kolaborasi dilakukan dengan Desa Terong untuk mengelola wisata bekas lahan tambang menjadi agrowisata dan kuliner. Masih tidak jauh dari Desa terong, PLN melakukan pembinaan di Desa Keciput dengan mengembangkan wisata penangkaran dan pelepasan penyu,” ungkap Muhklis.

Wisata mangrove yang saat ini cukup berkembang juga digarap bersama dengan komunitas Desa Tanjung Tinggi melalui wisata tracking mangrove dan Desa Sijuk melalui wisata susur mangrove menggunakan kapal listrik, sehingga pengunjung dapat menikmati mangrove beserta dengan satwa-satwa unik di sekelilingnya.

Selain itu, di Batu Mentas, PLN melakukan pembinaan melalui penangkaran Menthilin yang merupakan satwa langka khas Bangka Belitung.
“Dalam mengembangkan kawasan binaan, PLN selalu mengedepankan program pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga pada akhirnya masyarakat menjadi mandiri dan memberikan dampak ekonomi dan mendorong perkembangan pariwisata,” tutup Mukhlis. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.