Bonding Bersama Keluarga di Royale Promenade Voyager of The Seas

0
144

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Menjelajah laut bersama seluruh anggota keluarga bukan lagi monopoli keluarga Amerika dan Eropah. wisatawan dari India, Jepang, China dan kawasan Asia Tenggara lainnya termasuk Indonesia kini juga gemar berpetualangan di atas kapal pesiar seperti kapal Voyager of the seas dari Royal Caribbean Cruise yang saya tumpangi kali ini.

Memulai perjalanan 4 hari 3 malam dari Marina Bay Cruise Center, Singapura pada 25-28 Januari 2019, tampak bahwa pesiar dengan cruise menjadi pilihan baru untuk liburan bagi keluarga. Kalau sebelumnya imej penumpang cruise adalah orang-orang tua yang sudah pensiunan maka sekarang penumpangnya adalah keluarga.

Meski musim libur sekolah sudah berakhir namun saat check-in banyak sekali rombongan membawa anak-anak dan remaja usia sekolah. Cruise menjadi pilihan karena bisa mengumpulkan anggota keluarga dari generasi yang berbeda-beda untuk berlibur bersama.

Untuk keluarga besar yang mungkin tinggal di tempat berbeda dan menjalani kehidupan terpisah atau selalu sibuk, maka kegiatan di cruise menyediakan peluang besar untuk berkumpul bersama, mengikat ( bonding) tali persaudaraan.

Aktivitas di atas kapal mengalahkan  acara kumpul-kumpul di villa tepi pantai. Bagaimanapun cruise sudah memiliki beragam program untuk multi generasi dan ingin membuat semua orang bahagia. Apalagi  ada tempat-tempat makan yang bebas repot dan bebas biaya ketimbang jika kita menjamu sanak keluarga di villa pantai.

Di atas kapal, berapapun usia, kepribadian, dan minat penumpangnya maka semua dapat dipenuhi. Ada ibu dan anak yang bisa belajar memasak, ayah dan anak ikut tour kapal bertemu dengan kapten, belajar pengetahuan mesin, pasangan tua maupun pengantin baru belajar menari salsa dan aktivitas lainnya yang memperkuat ikatan ( bonding) hubungan kekeluargaan.

Cucu-cucu menggoda nenek dan kakek mereka untuk main flowride, seluncuran air di tengah teriakan tawa. Keluarga besar bisa menonton film bersama di layar raksasa di pool deck. Yang jelas saat liburan keluarga kita tidak hanya punya waktu untuk bersama tetapi juga punya Me Time untuk diri sendiri.

Boulevard di Royal Promenade, tempat berkumpul dan berinteraksi dengan penumpang dan pesta jalanan (party street)
                Pemandangan seputar Royale Promenade

Royal Promenad

Hari kedua di atas Voyager of the seas perhatian saya tumpah pada area ikonik di kapal Royal Caribbean ini yaitu Royal Promenade yang berada di deck lima. Nampaknya area ini dirancang khusus untuk meningkatkan bonding experience dengan seluruh anggota keluarga maupun antara sesama penumpang.

Disini ada boulevard dengan  toko-toko branded, layaknya pusat perbelajaan bergengsi, jejeran restoran, bar dan Cafe Promenade yang buka 24 jam sehari dan sangat cocok untuk memuaskan hasrat ngemil saat larut malam setelah mengikuti beragam kegiatan mulai dari pagi hari. Café Promenade sendiri  menyajikan kopi, teh dan makanan ringan, kue kering, pizza maupun sandwich sepanjang waktu.

Area Royal Promenade ini pun menjadi titik penyelenggaraan parade karakter DreamWorks seperti Shrek dan Fiona, ada Po si Kungfu Panda, Jack si singa, dan sebagainya. Mereka berjalan hilir mudik sambil menari-nari dengan ceria dan di sambut teriakan histeris anak-anak kecil yang menggemaskan saat mereka baru naik kapal bersama keluarganya.

Tempat ini juga sungguh ideal sebagai area meeting point, menonton orang yang lalu lalang,  menikmati live band di depan cafe  dari sore hingga malam atau nonton pertunjukan dari atas jembatan di atas boulevard yang menghubungkan stateroom di deck lima itu usai makan malam.

Di sini pula tamu berinteraksi dan bisa ikut dance class. Saya sendiri bergabung ikut dance sejak pertama kali naik kapal, setelah makan siang jam 2.30. Besoknya atau hari ke dua jam 10 pagi juga ada kelas dance dan di hari ke tiga lebih seru lagi karena para tamu diajarkan jogetnya orang India. Kebayangkan serunya sesi belajar ini apalagi tamu India jumlahnya dominan.

Barang branded dengan potongan harga khusus bisa diperoleh di kawasan Royal Promenade
Bazaar di tengah jalan dengan harga terjangkau

Di sore hari aktivitas di Royal Promenade ini juga sangat beragam mulai dari acara sale ( potongan harga ) produk-produk bermerek internasional seperti jam, tas dan barang kulit lainnya. Bagi yang suka berbelanja atau sekedar window shopping, bisa berlama-lama di area ini dengan sebuah jalan berlantai marmer yang membentang sepanjang tiga per empat dari panjang kapal.

Di jalan ini kadang digelar juga ‘pasar kaget ‘terutama aneka jenis jam tangan, tas pesta, topi, dan selendang yang dibanderol US$ 10 (Rp 140.000). Di saat lain dijual seperangkat perhiasan yang terdiri dari jam, gelang, dan kalung untuk perempuan atau jam, dompet, dan bolpen untuk pria yang sepaketnya dijual seharga US$ 19,99 ( Rp 280.000).

Di sore hari hingga tengah malam hari di area ini juga tidak kehabisan pertunjukan karena ada live show lagu-lagu favorit tahun 70 an dan pastinya berdisco ria. Belum lagi ada game show yang mengajak interaksi penonton, farewell karaoke dan disco lagi dengan lagu-lagu rock and roll jelang midnight.

Hampir tidak ada hentinya kegiatan di “jantung”nya kapal ini, karena itu mereka yang memilih kamar di stateroom Royale Promenade bisa melihat langsung aktivitas di boulevard itu cukup dari jendela di dalam kamar.

Selain stateroom yang menghadap boulevard di Royale Promenade, kapal Voyager of The Seas ini juga menawarkan kabin atau kamar-kamar mewah berbagai tipe untuk para penumpangnya yang hampir semua kamar memiliki balkon dengan pemandangan laut lepas.

Di setiap kamar terdapat kamar mandi yang dilengkapi air panas, ada yang shower maupun bath tube tergantung tipe kamarnya. Layanan televisi yang interaktif dan inovatif juga disediakan untuk memanjakan penumpang. Plus sofa dan meja sehingga kapal ini merupakan hotel mengapung yang menyediakan layanan bintang lima.

Paduan belanja dan kuliner

Belanja layaknya di mall dapat dilakukan di area Royale Promenade dan hal menariknya adalah deretan butik-butik yang menjual beragam keperluan mulai dari perhiasan, tas, baju, parfum, kosmetik korea, jam tangan dan semuanya bebas bea ( duty free).

Item penjualan termasuk merek favorit seperti  Michael Kors, Swarovski, Skagen, G-shock, Fosil, Anne Klein, Guess, Ralph Lauren, Nine West dan banyak lagi. Saya dan Hilma Sabri Nurima yang menjadi roommate tertarik membeli tas kain garis putih dan biru, topi pelaut, baju dan boneka kucing dari film Kucing bersepatu boot.

Area perbelanjaan ini juga menjadi tempat para wanita dan anak-anak menjalankan jurus-jurus merayu para suami/ayah mereka untuk membelikan barang yang diinginkan.

Di Royal Shop tempat kami membeli oleh-oleh berlogo Royal Caribbean, seorang balita usia 4 tahunan wajah India dengan ekstrim malah bergulingan di lantai karpet karena orangtuanya tidak mengizinkannya memiliki boneka kain putri duyung yang sudah dalam genggamannya.

Toko-toko ini umumnya buka dari sore hingga tengah malam. Coach misalnya menjual item beragam mulai dari kaca mata,  baju-baju casual hingga resmi, sepatu, tas wanita, topi. ransel dan barang lainnya yang banyak diminati turis Jepang.

Berjalan-jalan di sepanjang Royal Promenade adalah pesta untuk indra mata, telinga dan rasa karena kemewahan interior yang ada, musik yang terus mengalun dan indra rasa terus bekerja mencicipi beragam snack. Hanya untuk bir, anggur,   jus  dan minuman soda yang berbayar, selebihnya adalah gratis.

Grup musik menghibur para penumpang cruise di area Royal Promenade.
Santai sejenak di depan pertokoan sambil menikmati alunan musik

Deck 5 juga merupakan pusat pelayanan para tamu untuk mengurus kebutuhanya di meja Guest Service (Layanan Tamu), untuk memesan tur di kota persinggahan, membeli paket WIFI, membayar pengeluaran di kapal jika membeli sesuatu di restoran dan pertokoan maupun informasi lainnya.

Berjalan terus menuju haluan di deck lima ini ujungnya terdapat Sapphire Dinning Room dimana dalam kartu akses saya tertera tempat makan pagi, siang atau makan malam dilakukan di restoran tiga lantai ini. Namun saya bisa ke restoran prasmanan lainnya di deck 11.

Dekorasi restoran layaknya interior gedung opera dengan tangga besar, kubah dan langit-langit tinggi, penuh dengan hiasan emas berkesan mewah. Untuk makan malam kita pastikan dengan reservasi dulu dan pilih antara tempat duduk yang ditentukan pada pukul 5.30 sore atau dengan tempat duduk kedua pukul 8:00 malam

Pastikan juga datang  tepat waktu karena ketat tanpa ada lagi pesanan setelah batas waktu. Kode berpakaian juga ketat misalnya tidak memakai celana pendek, hanya sepatu tertutup, smart casual.

Di sini ada tiga tahapan makan mulai dari makanan pembuka, menu utama dan penutup sehingga harus santai dan tidak terburu-buru. Makanan pembukanya banyak pilihan loh seperti Koktail udang, lumpia sayur, salad makanan laut, sup telur, kepiting Maryland, New England Clam chowder, Rare Seared Tuna dan Escargot alias siput darat.

Untuk makanan utamanya bisa pilih antara Steak Diane, Iga BBQ Asia, Cajun BlackSnapper, Fusili dan Pasta Bayam, Ayam dengan sayuran , Shank Domba Direbus, Ayam Rosemary Lemon Panggang, Iga Hitam Asam Manis…

Makanan penutup juga beragam ada Ice Cream kesukaan saya, puding, tiramisu, serbat lemon, strawberry Romanoff yang bebas gula, yogurt lemon rendah lemak. Setiap kali makan malam kami lewarkan di  Sapphire, namun untuk makan pagi dan siang di restoran lainnya.

Sapphire Dining Room seperti gedung opera

Belanja dan kuliner menjadi aktivitas utama kami pada hari ke dua pelayaran dengan kapal pesiar ini. Kami sempat berwisata di Penang selama tiga jam mulai jam 16.00 hingga jam 19.00 dengan menyewa taksi untuk city tour di seputar kota tua George Town  dan kembali ke kapal untuk makan malam.

Ketika kapal berlabuh, penumpang  bebas memilih mau turun dari kapal atau tetap beraktivitas di atas kapal. Jika mau turun, kita juga bebas mau jalan-jalan sendiri atau ikut tour yang disediakan kapal.

Tentu saja kalau ikut tour dari Royal Caribbean, ada garansi kita tidak akan ketinggalan kapal dan membayar pilihan termurah  seharga US$ 37/orang hingga US$ 79/ orang. Hari ini penumpang boleh turun dari jam 3.30 dan bisa kembali ke kapal hingga jam 21.30 sebelum berlayar kembali lagi ke Singapura satu jam berikutnya.

Ketika turun dari kapal, cukup dengan menunjukkan kartu akses ( sea pass card ) masing-masing untuk dipindai. Tidak ada pemeriksaan paspor karena begitu check-in naik kapal sudah di simpan oleh pihak kapal.

Tetap bugar dan terus-menerus bergerak adalah salah satu anjuran beraktivitas di kapal pesiar oleh karena itu setiap kali usai makan malam, saya mengikuti latihan dance cha-cha-cha di Star Lounge sehingga kembali ke kamar bisa tidur pulas dan menyambut aktivitas di hari yang baru dengan penuh semangat.

Jelang tengah malam, kami meninggalkan area Royal Promenade diiringi lantunan lagu-lagu tahun 70 an yang dinyanyikan bersama baik oleh penonton maupun penyanyi dari The Entertainment Family Royal Caribbean.

Sulit untuk tidak ikut bergoyang saat lagu That’s The Way I Like It  dari K.C. & the Sunshine Band dan lagu  Stayin’ Alive – Bee Gees tahun 1977 terdengar dalam lift kapsul yang mengantar kami ke kamar di deck 7.

Apalagi begitu keluar lift terdengar keriuhan suara penonton India di balkon tengah lantai tujuh. Rupanya tamu yang enggan turun mengikuti kegiatan di deck lima bisa melihat langsung kegiatan di Royal Promenade karena itulah mereka ikut nyanyi dan goyang-goyangkan badan mengikuti irama lagu.

Sebagai warga senior yang gemar traveling sepatutnyalah kami melangkah masuk ke kamar apalagi kaki terasa pegal -pegal setelah banyak berjalan kaki selama turun berwisata di kota George Town. Penang, Malaysia.

Godaan menikmati lagu-lagu saat kami remaja harus diabaikan supaya bisa bangun dengan segar dan beraktivitas lagi di kapal. Di hari ke tiga menjelang pulang aktivitas prioritas saya adalah mengeksplor fasilitas olahraga yang membutuhkan banyak energi tentunya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.