Badung ; Desa Wisata “Home Base” Daya Tarik

0
138

BADUNG, bisniswisata.co.id,- PEMBANGUNAN kepariwisataan merupakan salah satu program unggulan pemerintah kabupaten Badung, sekaligus penyumbang PAD terbesar. Untuk itu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta,  mengingatkan agar steakholder pariwisata memperhatikan tren lama tinggal tamu di Bali yang diperkirakan terus menurun. Dikhawatirkan, Bali hanya tempat transit saja, oleh sebab itu kualitas desa wisata sebagai home base daya tarik harus ditata dengan lebih baik.

“Perlu kesepahaman strategi pembangunan kepariwisataan yang dijalankan secara harmonis satu dengan yang lainnya. Baik industrinya, pemasaran dan pengelolaan, dalam hal ini peran semua asosiasi akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan,’’ tegas Giri Prasta dalam seminar bertema Synergy and Harmony for Quality Tourism Development in Bandung.

Pembahasan strategi pembangunan kepariwisataan selayaknya tidak hanya berhenti dalam perencanaan dalam kertas, tetapi diwujudkan dalam keseharian. Untuk itu Giri Prasta meminta  ada pertemuan khusus membicarakan bagaimana mewujudkan sinergitas semua steakholder kepariwisataan.

“Pembangunan kepariwisataan tidak bisa dilakukan secara parsial, PHRI Badung, jadilah motor upaya ini. Terlebih jika berbicara community base in tourism, kuncinya ya desa wisata, dimana masyarakat terlahir, tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Tumpuan harapan keberhasilan pembangunan kepariwisataan Bali sebagai pulau kecil juga disampaikan Ketua PHRI Bali Cok Ace. Menurutnya, Badung adalah dapurnya pembangunan kepariwisataan Bali, serta menegaskan bahwa pola pembangunan pariwisata Bali dilandasi dengan konsep “Padma Bhuwana”, dimana masing-masing kabupaten kota di Bali yang memiliki dasar keunggulan masing-masing akan terus diperkuat.

 

Tujuh Strategi

Dalam seminar serangkaian Rakercab PHRI Badung, Ketua PHRI BPC Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, SE., MBA memaparkan 7 strategi andalan Kabupaten Badung yaitu 1) Quality Tourism, 2) Badung Connectivity, 3) Act Local Think Global, 4) Integrated System, 5) Community Based Tourism, 6) Sustainable Tourism, dan 7) Single Destination, Single Management.

Ketujuh strategi andalan tersebut akan membawa Badung sebagai destinasi yang berkualitas serta berkelanjutan. Agung Rai Suryawijaya menekankan bahwa Pariwisata Badung mendukung pariwisata Bali sebagai single destination dan sudah seyogyanya menerapkan single management agar dapat melakukan perencanaan, tatakelola, serta promosi secara bersamaan dan terpadu, niscaya hasil dan manfaat yang akan didapatkan akan lebih maksimal.

Sinergitas yang sudah dilakukan oleh BPC PHRI Badung selama ini dengan Pemda Badung dan pihak lain adalah memberikan sosialisasi SMPH, sosialisasi Sapta Pesona, pengawasan dan pembinaan perijinan, menyalurkan sertifikasi kompetensi bantuan Pemda Badung, turut serta dalam tim Kabupaten Badung Sehat, menyalurkan keluhan anggota berkaitan dengan limbah dan kesehatan lingkungan, duduk dalam Tim Koordinasi Pemberdayaan Sumber Daya Air Bali-Penida, mendorong percepatan mekanisme sertifikasi usaha, menjadi narasumber kesekolah-sekolah, memfasilitasi bantuan bencana, membentuk FTJSP untuk menjaga pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan.

Salah satu tantangan kedepan yang harus diubah menjadi peluang adalah dengan mulai adanya permintaan pasar China akan daftar perusahaan yang dinilai layak untuk diajak bekerja sama termasuk pelaksanaan perijinan OSS dimana mewajibkan semua perusahaan untuk diaudit sebagai persyaratan perijinan komersial atau operasional, jelas Executive Director PHRI Badung, Jro Mangku Sulasa. *Dwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here