Awan Panas, Obyek Wisata Lereng Merapi Aman Dikunjungi

0
141
Gunung Merapi (Foto: http://jogja.korinatour.co.id)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol, dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter, yang terjadi pada Ahad (9/6/2019). Untungnya awan panas itu tak mengganggu aktifitas wisata di sekitar lereng Gunung Merapi.

Sehingga berbagai objek wisata di sekitar lereng Merapi seperti Kawasan Kaliurang, Kaliadem, Klangon, Deles dan kawasan lain yang berada di luar radius 3 km dari puncak, aman untuk dikunjungi wisatawan. Dengan kata lain, wisatawan bisa menikmati destinasi wisata termasuk menyaksikan guguran awan panas,

“Dari pengamatan CCTV awan panas guguran terpantau keluar dari Gunung Merapi pada pukul 03:31 WIB selama 109 detik dengan amplitudo 60 mm,” papar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida seperti dilansir laman Tempo, Ahad (9/6).

Selain awan panas guguran, pada periode pengamatan Minggu (9/6) mulai pukul 00:00 sampai 06:00 WIB, BPPTKG juga mencatat 12 kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 400-1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol.

BPPTKG juga merekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 60 mm selama 198.16 detik, 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-42 mm selama 20.8-105.34 detik, dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 9-15 mm selama 14.96-61.28 detik, dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 37-47 mm selama 16.14-16.44 detik, dan tiga gempa fase banyak dengan amplitudo 2-15 mm berdurasi 7.52-12.72 detik.

Pada periode itu, asap kawah tidak teramati. Cuaca di gunung cerah dan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 14.5-19.5 derajat Celcius, kelembaban udara 65-92 persen, dan tekanan udara 628.7-709.2 mmHg.

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada, untuk sementara BPPTKG tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.