Art and Fashion Culture Lahirkan Trend Fashion Indonesia 2019

0
585
Art and Fashion Culture

PADANG, bisniswisata.co.id: Dunia fashion Indonesia terus berkembang ke pelosok negeri, Buktinya Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) menggelar helatan akbar di bidang tata busana, berjuluk Art and Fashion Culture (AFC) 2018, yang digelar pada sabtu 8 desember 2018.

Melalui pagelaran karya busana ini, jajaran perancang terbaik Indonesia ingin mengolaborisaikan busana modern yang selaras dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan pakem budaya yang ada, lontar Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sumbar, Derliati, dalam keterangan tertulis, Kamis (06/12/2018).

AFC tahun ini, hadir sebagai pemicu kesadaran pentingnya pengetahuan budaya dan menunjang dinamika budaya selalu berkembang. Mengusung tema Singularity, AFC 2018 menjadi wadah eksplorasi budaya. “AFC 2018 menjadi langkah sebuah catatan sejarah keberanian berkreativitas dan menghadapi tantangan global. Acara ini juga akan memberi warna industri kreatif nasional dan global,” lontarnya.

Nantinya, lanjut dia, rangkaian acara AFC 2018 akan diisi dengan seminar tren forecasting dan fashion show desainer dengan tema yang sama. Seminar trenc forecasting dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku kreatif dalam menambah wawasan tentang trend di tahun depan. Sehingga mereka memiliki bekal dalam menciptakan produk yang mereka buat sesuai dengan bidang mereka.

National Board Indonesia Fashion Chamber Formalhaut Zamel menambahkan Indonesia Trend Forecasting juga menghadirkan proyeksi trend fashion Indonesia 2019. Bagaimana gambaran keadaan trend fashion 2019 yang mengindikasikan beragam pergeseran teknologi dan sikap-sikap yang menyertainya, dan gambaran masa depan yang masih diraba.

“Dalam konsep Singularity tersebut terdapat unsur pertanyaan, kekhawatiran, optimisme, serta harapan akan apa yang terjadi di masa depan. Tema ini kemudian diturunkan dalam empat tren utama, yakni Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex,” jelas Zamel.

Ia berharap, ajang AFC 2019 mampu memperluas wawasan masyarakat tentang perkembangan fashion, dan kaitanya dengan pelestarian budaya Minangkabau. AFC 2018 juga mendorong penggunaan produk-produk lokal dalam setiap rancangan busananya.

Ditambahkan ada 12 desainer yang akan menampilkan karyanya. “Kita akan menampilkan budaya lokal dalam tampilan global. Mulai dari tenun, batik minang, motif pandai sikek yang dikemas dalam tren global tersebut,” kata dia. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.