INTERNATIONAL LIFESTYLE NEWS

LSPR dan Komlitkes akan Kembangkan Kawasan Wisata Kesehatan di Jakpus

JAKARTA, bisniswisata.co.id: – Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR bersama Yayasan Komunikasi Literasi Kesehatan (Komlitkes) akan kembangkan kawasan wisata kesehatan di Jakarta Pusat.

Gagasan ini akan melibatkan sejumlah rumah sakit dan butuhkan dukungan Provinsi DKI Jakarta.Rencana tersebut disampaikan Rektor LSPR Andre Ikhsano seusai menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Umum Yayasan Komlitkes, dr. Mohamad Saptadji.

“Ke depannya kita berencana, salah satunya yang cukup signifikan adalah bagaimana menciptakan suatu kawasan khusus di Jakarta, khususnya di Jakarta Pusat, sebagai sebuah kawasan wisata kesehatan,” kata Andre ikhsano di Kampus LSPR, Jakarta, Kamis (29/10)

Gagasan ini akan melibatkan sejumlah rumah sakit dan butuhkan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta “Ke depannya kita berencana, salah satunya yang cukup signifikan adalah bagaimana menciptakan suatu kawasan khusus di Jakarta, khususnya di Jakarta Pusat, sebagai sebuah kawasan wisata kesehatan,” kata Andre.

Menurut dia, LSPR dan Komlitkes akan berupaya mengajak sejumlah rumah sakit untuk terlibat. Kedua lembaga juga berencana menemui Pemprov DKI Jakarta guna membicarakan kemungkinan pengembangan kawasan tersebut.

Namun, rencana itu masih berupa gagasan. Andre belum menjelaskan lokasi yang akan dipilih, kebutuhan investasi, maupun jadwal pelaksanaannya.

Selain pengembangan wisata kesehatan, kerja sama LSPR dan Komlitkes diarahkan untuk mengatasi kesenjangan komunikasi antara tenaga medis dan masya- rakat.

Andre menilai informasi kesehatan yang disampaikan dokter atau lembaga kesehatan belum tentu mudah dipahami masyarakat.Karena itu, diperlukan cara berkomunikasi yang lebih sederhana dan tepat.

“Kerja sama LSPR dengan yayasan harapannya kita bisa berkontribusi, kita bisa mendukung aspek komunikasinya, sehingga betul-betul berbagai macam noise antara dunia kesehatan ke publik ke masyarakat itu bisa terjembatani melalui komunikasi,” ujarnya.

Istilah noise yang digunakan Andre merujuk pada gangguan atau hambatan komunikasi yang membuat pesan kesehatan tidak tersampaikan dengan baik.

Sebagai langkah awal, kedua lembaga akan mengembangkan konten edukasi kesehatan melalui siniar atau podcast. Berbagai persoalan kesehatan akan dibahas agar masyarakat lebih mudah memahami informasi medis.

“Bentuk konkretnya yang terdepan adalah bagaimana kita bersama – sama untuk membuat podcast mengenai komunikasi kesehatan. Berbagai macam isu-isu kesehatan itu akan kita sampaikan kepada publik,” kata Andre seperti dilansir dari voi.id

Menurutnya, LSPR memiliki sumber daya untuk mendukung program tersebut. Kampus ini mempunyai 10 program studi aktif, lima di antaranya berada di bidang komunikasi.

LSPR juga memiliki konsentrasi komunikasi kesehatan pada jenjang magister serta pusat kajian literasi kesehatan.

Andre mengatakan para dosen dan mahasiswa dapat dilibatkan dalam kegiatan edukasi kesehatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman LSPR di bidang kesehatan antara lain melalui kerja sama dengan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dalam pengembangan komunikasi dan hubungan masyarakat rumah sakit.

LSPR juga pernah terlibat dalam peningkatan kemampuan serta sertifikasi tenaga hubungan masyarakat rumah sakit melalui lembaga sertifikasi profesinya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Komlitkes Mohamad Saptadji mengatakan kerja sama dengan LSPR diperlukan karena komunitas kesehatan kerap kesulitan menyampaikan persoalan medis dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.

Salah satu contohnya adalah edukasi mengenai penyakit stroke dan upaya pencegahannya. Menurut Saptadji, penjelasan medis yang baik perlu disampaikan dengan cara yang tepat agar informasi itu tersebut dapat diterima dan dipahami masyarakat luas.

“Kami memerlukan partner yang bisa membahasakan ide yang dapat disebarluaskan dan dipahami masyarakat. Salah satunya kami gandeng LSPR karena potensinya sudah teruji baik,” kata Saptadji.

Dia berharap kemampuan LSPR di bidang komunikasi dapat membantu komunitas kesehatan kembangkan materi edukasi yang lebih mudah dipahami.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan jajaran manajemen LSPR dan pengurus Yayasan Komlitkes, termasuk Sekretaris Umum Toto Irianto serta Wakil Bendahara Dudi Herianto.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)