HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL NEWS

Hotel-hotel di NYC Desak Penyelesaian Perang Dagang AS-Kanada

Pada tahun 2025, jumlah pengunjung asal Kanada ke Kota New York tercatat 26% lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Asosiasi Hotel Kota New York. ( foto :Spencer Platt/Getty Images via Getty Images)

NEW YORK, AS, bisniswisata.co.id:
Asosiasi Hotel Kota New York (HANYC) menyatakan bahwa konflik yang kian memanas ancam sektor pariwisata kota tersebut, yang berpotensi memperparah tantangan ekonomi yang telah dihadapi oleh pihak hotel.

Senin, Asosiasi Hotel Kota New York mendesak pemerintah federal untuk menyelesaikan perang dagang yang kian memanas antara AS dan Kanada, dengan alasan bahwa konflik tersebut mengancam akan memperparah tantangan ekonomi yang dihadapi hotel-hotel di New York.

Dilansir dari hoteldive.com, desakan HANYC ini muncul setelah Presiden Donald Trump pada hari Senin menyatakan akan kenakan tarif sebesar 50% terhadap barang-barang tertentu dari Kanada menyusul kegagalan negosiasi perdagangan antara kedua negara.

Esoknya, Kanada membalas dengan menerapkan tarif balasan, sebagaimana dilaporkan oleh Supply Chain Dive.

Penerapan tarif terbaru ini melanjutkan sengketa dagang yang berlangsung lebih dari setahun antara AS dan Kanada, yang menurut HANYC telah menyebabkan hilangnya kunjungan wisatawan serta berkurangnya bisnis dari mitra pariwisata Kanada di New York.

Kini, “perang tarif baru ini mengancam akan memperburuk keadaan” bagi industri perhotelan kota tersebut, yang juga tengah bergulat dengan berbagai hambatan ekonomi tambahan, ungkap asosiasi itu.

Ekonomi pariwisata New York dan industri perhotelan yang ditopangnya tidak sanggup menghadapi satu tahun lagi perang dagang dengan Kanada yang mengusir pengunjung internasional terpenting kami,” ujar Presiden dan CEO HANYC, Vijay Dandapani, dalam siaran pers hari Senin.

Menurut HANYC, konflik ini berpotensi mengancam nasib 40.000 pekerja hotel di New York serta pendapatan pajak tahunan bernilai miliaran dolar yang dihasilkan oleh industri tersebut.

“Pengunjung asal Kanada sangatlah penting bagi usaha kecil, lapangan kerja, dan kesejahteraan pekerja kami,” kata Dandapani. Kami sudah melihat penurunan tajam dalam jumlah kunjungan warga Kanada tahun ini, menyusul penurunan drastis pada tahun lalu yang mengakibatkan berkurangnya pengeluaran mereka sebesar 28%.”

Menurut data HANYC, pada tahun 2025, New York mencatat jumlah pengunjung asal Kanada yang 26% lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai pengeluaran warga Kanada yang 14% lebih rendah dibandingkan masa sebelum pandemi.

Bulan lalu, Pengawas Keuangan Negara Bagian New York, Thomas DiNapoli, menyatakan bahwa kota tersebut “tetap rentan” akibat rendahnya jumlah wisatawan internasional.

Menurut Dandapani, jika pemerintah federal gagal mencapai kesepakatan perdagangan dengan Kanada, New York berisiko kehilangan lebih banyak wisatawan dari mitra pariwisata utama serta aktivitas ekonomi yang menjadi tumpuan sektor ini.

Penurunan pariwisata ini akan memperparah berbagai tantangan yang dihadapi hotel-hotel di New York tahun ini, termasuk pembatasan perjalanan, melambatnya pertumbuhan pendapatan, inflasi yang terus berlanjut, kenaikan biaya operasional, dan pengetatan aturan imigrasi. Hotel-hotel di seluruh negeri juga menghadapi tantangan serupa.

“Rantai pasokan AS maupun Kanada bergantung pada perdagangan lintas batas yang menjamin akses andal terhadap barang-barang kebutuhan pokok sekaligus menjaga biaya tetap terkendali bagi hotel maupun wisatawan,” ujar Brett Horton, *Chief Advocacy Officer* American Hotel & Lodging Association, dalam pernyataan tertulis kepada Hotel Dive.

Selain itu, kemitraan yang kuat antar negara tersebut memberikan kepastian bagi dunia usaha, membantu menjaga biaya perjalanan tetap terjangkau, serta memperkuat salah satu ekonomi perjalanan paling terintegrasi di dunia,,kata Horton.

Oleh karena itu, meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian cepat atas sengketa perdagangan akan membantu menjaga kemitraan yang kuat tersebut serta memastikan kelancaran perjalanan dan perdagangan melintasi perbatasan bersama kita, ujarnya.

Di luar New York, kota Las Vegas juga mencatat penurunan signifikan dalam jumlah wisatawan Kanada pada tahun 2025, yang berdampak pada penurunan pendapatan secara luas di kalangan operator resor

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)