DESTINASI HOSPITALITY INTERNATIONAL LIFESTYLE

Pariwisata Thailand Capai 18,5 Juta Kedatangan di Tengah Kendala Penerbangan dan Keamanan

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Thailand menyambut lebih dari 18,5 juta wisatawan asing antara Januari dan Agustus 2026, menghasilkan pendapatan sebesar 896 miliar baht.

Meskipun volumenya tinggi, angka ini menunjukkan penurunan 3,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu seperti dilansir dari Nation Thailand

Perlambatan ini disebabkan oleh dua “kendala” utama: kekhawatiran keamanan atas kerusuhan di provinsi-provinsi selatan dan pengurangan signifikan kapasitas penerbangan dari India.

China tetap menjadi pasar sumber utama bagi wisatawan, sementara pasar jarak jauh menunjukkan ketahanan dan kedatangan wisatawan Korea Selatan baru-baru ini melonjak.

Jumlah pengunjung kumulatif melampaui 18,5 juta, menghasilkan 896 miliar baht, meskipun kekhawatiran keamanan di selatan dan pengurangan kapasitas penerbangan India meredam pertumbuhan secara keseluruhan.

Thailand menyambut lebih dari 18,5 juta wisatawan asing antara 1 Januari dan 1 Agustus 2026, menghasilkan pendapatan lebih dari 896 miliar baht, menurut angka resmi.

Data yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand pada hari Minggu (3 Agustus) mengungkapkan bahwa jumlah kedatangan internasional kumulatif mencapai 18.510.243.

Meskipun mencapai ambang batas 18 juta, total kedatangan wisatawan menunjukkan penurunan sebesar 3,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Surasak Phancharoenworakul, Menteri Pariwisata dan Olahraga, menghubungkan kontraksi pasar secara keseluruhan dengan perlambatan kedatangan wisatawan jarak pendek baru-baru ini.

Kinerja Mingguan dan Tantangan Sektor

Selama pekan 26 Juli hingga 1 Agustus, Thailand mencatat 567.312 kedatangan wisatawan asing—penurunan 2,92 persen dari minggu sebelumnya, dengan rata-rata 81.045 pengunjung per hari.

Kedatangan wisatawan jarak pendek mengalami penurunan sebesar 4,34 persen dari minggu sebelumnya menjadi 362.773 pengunjung, sementara kedatangan wisatawan jarak jauh mengalami sedikit penurunan sebesar 0,31 persen menjadi 204.539.

Para pejabat pariwisata mengidentifikasi dua faktor eksternal utama yang mendorong perlambatan kedatangan wisatawan jarak pendek:

Kekhawatiran Keamanan Regional: Liputan luas tentang kerusuhan yang sedang berlangsung di seluruh provinsi perbatasan selatan Thailand.

Pengurangan Kapasitas Penerbangan: Pengurangan signifikan dalam kapasitas kursi maskapai penerbangan dari India. Ketersediaan kursi pada rute India–Thailand turun sebesar 28,6 persen dari tahun sebelumnya, sementara rute India–Malaysia turun sebesar 20,7 persen.

Ketahanan Penerbangan Jarak Jauh dan Peningkatan Liburan Musim PanasSebaliknya, pasar penerbangan jarak jauh—khususnya Eropa Barat—menunjukkan ketahanan yang stabil, didukung oleh pengenalan rute penerbangan langsung baru, termasuk Dubai ke Bangkok (Don Mueang) dan Amsterdam ke Suvarnabhumi.

Bersamaan dengan itu, dimulainya liburan sekolah musim panas di Korea Selatan memicu peningkatan tajam dalam perjalanan keluarga.

Kedatangan wisatawan Korea Selatan melonjak sebesar 19,85 persen dari minggu ke minggu menjadi 25.778, mengangkat Korea Selatan dari peringkat kelima ke peringkat keempat dalam peringkat pasar mingguan.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)