HALAL INTERNATIONAL LIFESTYLE

Mari kita tingkatkan industri halal Filipina ke level yang lebih tinggi.

Oleh : Amenah F. Pangandaman

MANILA, bisniswisata.co.id: Industri halal seringkali diabaikan dan kurang dimanfaatkan, padahal saya sangat yakin industri ini dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian jika kita menyadari potensi penuhnya.

Hal ini selalu menjadi advokasi yang dekat di hati saya. Selain fakta bahwa saya seorang Muslim dan karena itu, menyadari kebutuhan akan makanan halal, saya sangat ingin kembangkan industri ini untuk tingkatkan perekonomian, karena mengetahui nilai pasar halal dan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan kita.

Bayangkan: Pasar halal global diproyeksikan tumbuh dari sekitar  US$2,4 triliun pada tahun 2024 menjadi US$4,5 triliun pada tahun 2030. Bahkan, ini adalah proyeksi yang sederhana karena World Halal Union memproyeksikan industri halal global akan mencapai US$$8 triliun, sementara sumber lain mengatakan bahkan mungkin mencapai US$$10 triliun pada tahun 2030.

Inilah mengapa saya benar-benar mendorong agar Filipina dikenal sebagai pusat ramah halal di kawasan Asia Pasifik. Dalam Program Belanja Nasional Tahun Anggaran 2026, kami mengalokasikan ₱74 juta untuk Program Pengembangan Industri Makanan Halal Departemen Pertanian. Kami juga menginvestasikan ₱103 juta untuk mendukung Program Pengembangan Industri Halal Filipina Departemen Perdagangan dan Industri,
peningkatan signifikan sebesar 47,1 persen dari alokasi ₱70 juta di bawah Undang-Undang Anggaran Umum Tahun Anggaran 2025.

Saya juga mengusulkan kepada Walikota Manila Isko Moreno pengembangan Kota Halal di Manila,
yang dibayangkan akan menjadi pusat halal dan budaya modern di Quiapo untuk mempromosikan harmoni budaya,
menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pariwisata. Pengembangan ini akan berjalan bersamaan dengan restorasi Masjid Emas Quiapo.

Mengingat Quiapo dikenal sebagai bangunan Nasional Gereja Katolik Yesus Nazareno, keberadaan Kota Halal di sana juga akan melambangkan persatuan di tengah keragaman. Dari sudut pandang ekonomi, ini juga akan membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Saya berharap program-program ini dapat terus berlanjut. Saya diingatkan akan hal ini ketika Komisi Nasional untuk Muslim Filipina mengakui upaya saya dalam mempromosikan industri halal pada Konferensi Keuangan Islam pada 3 Februari lalu.

Masya Allah, Alhamdulillah! Terima kasih kepada Sheikh Sabuddin N. Abdurahim dan NCMF atas pengakuan ini. Saya jamin bahwa bahkan sebagai Warga Negara Mina, saya akan terus mempromosikan industri halal.

Bagaimanapun, saya akan selalu menjadi putri yang berbakti dari Daerah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim. Sebagai ketua ASEAN tahun ini, saya berharap ini juga dapat menjadi penekanan lain, terutama mengingat bahwa ASEAN sendiri diperkirakan memiliki lebih dari 250 juta konsumen halal pada tahun 2023.

Negara-negara Anggota ASEAN telah membangun pusat-pusat yang menyediakan infrastruktur, fasilitas, dan layanan untuk mendukung bisnis halal.

Di luar anggaran, mari kita terus berupaya memaksimalkan industri yang kurang terlayani ini. Mari kita terus membuat produk halal lebih mudah diakses dan industri halal Filipina lebih kompetitif!

Ini adalah kunci untuk meningkatkan Filipina dalam hal perdagangan dan pariwisata. Jika kita melakukannya dengan benar, saya
percaya kita dapat menjadi pusat halal sejati di Asia Tenggara, insya Allah!

Penulis adalah : Mantan Sekretaris Departemen Anggaran dan Manajemen.)

admin