Turis Tiongkok turun dari pesawat setibanya di Kalibo, Aklan dalam foto 18 April 2023 ini. Departemen Pariwisata Filipina akan mengintensifkan promosi di Tiongkok dimana turis dari negara itu bisa berkunjung selama 14 hari tanpa visa. (Foto DOT)
MANILA, bisniswisata.co.id: Departemen Pariwisata (DOT) akan mengalokasikan lebih banyak anggaran promosi untuk beberapa pasar utama dan berkembang pada tahun 2026, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Kanada, Tiongkok, India, dan Timur Tengah.
Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, Menteri Pariwisata Christina Frasco mengatakan bahwa Departemen Pariwisata (DOT) bermaksud untuk sepenuhnya memulihkan pasar Korea Selatan, yang turun menjadi 1,34 juta tahun lalu dari 1,45 juta pada tahun 2024.
DOT, katanya, juga akan memanfaatkan AS, sebagai salah satu pasar “paling andal” negara itu untuk meningkatkan jumlah kedatangan pada tahun 2026.
Dengan Kanada, DOT optimis bahwa koneksi baru melalui Air Canada akan membawa lebih banyak wisatawan Kanada ke negara tersebut.
“Jadi secara umum, Amerika sangat, sangat menjanjikan bagi kami,” katanya.
Frasco menambahkan, DOT akan mengintensifkan promosi di Tiongkok karena negara tersebut memulai tahun ini dengan kebijakan visa yang lebih mudah bagi warga Tiongkok, yang memungkinkan mereka masuk ke Filipina setidaknya selama 14 hari tanpa visa.
“Tiongkok sangat menantang, setidaknya demikian. Jadi, khusus untuk Tiongkok, kami bekerja sama dengan kantor kami di Beijing dan Shanghai ditambah sektor swasta,” katanya.
“Kami akan menjalankan kampanye yang sangat spesifik dan terarah di kota-kota tertentu, bahkan saat kami bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk memulihkan penerbangan seperti sebelum pandemi.”
Frasco menyampaikan bahwa hingga Selasa, penerbangan ke Filipina dari Tiongkok baru pulih 50 persen sejak pandemi.
“Tentu saja, kebijakan bebas visa akan sangat membantu kami,” katanya.
Untuk Timur Tengah, Frasco mengatakan Filipina melihat “pertumbuhan yang menjanjikan” dari pasar Uni Emirat Arab, yang jumlah wisatawan yang datang ke negara itu telah meningkat selama setahun terakhir.
Maskapai penerbangan nasional UEA, Emirates, katanya, juga meminta peningkatan slot penerbangan dari UEA ke Manila serta mempertahankan atau memperluas penerbangan mereka ke Cebu dan Clark.
“Tentu saja, Qatar juga merupakan mitra kami. Jadi, kami berharap dapat menunjukkan kehadiran kami di sana. Dan tentu saja, Timur Tengah secara umum,” tambah Frasco.
Filipina mencatat 6,4 juta pengunjung asing dan warga Filipina yang kembali dari luar negeri pada tahun 2025, menghasilkan perkiraan pendapatan pariwisata sebesar PHP694 miliar.
Dari jumlah tersebut, Korea Selatan tetap menjadi pasar utama, diikuti oleh AS dengan 1,32 juta pengunjung, Jepang dengan 469.521, Australia dengan 359.646, dan Kanada dengan 333.136.
China berada di peringkat keenam dengan 237.101 pengunjung, sementara India berada di peringkat ke-11 dengan 104.994 pengunjung dari Januari hingga Desember 2025. (PNA










