DESTINASI EXPLORE! INTERNATIONAL LIFESTYLE

Ekosistem Pembayaran Baru Bantu Pertumbuhan Pariwisata Masuk ke China

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Sektor pariwisata masuk ke Tiongkok mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2024 dan 2025. Jumlah pengunjung asing meningkat. Mereka juga memiliki pola pengeluaran yang berbeda.

Mereka lebih sering menggunakan kartu bank internasional. Mencari pengalaman budaya yang otentik dan dapat dengan mudah berpindah-pindah dalam berbagai situasi sehari-hari seperti naik metro dan kereta cepat.

Dilansir dari tourism-review.com, aliansi Pariwisata Dunia (World Tourism Alliance/WTA) merilis laporan baru. China menerima 132 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2024. Ini merupakan peningkatan sebesar 60,8 persen dari tahun sebelumnya. Warga negara asing menyumbang 26,94 juta dari jumlah pengunjung tersebut.

Angka ini tidak termasuk pengunjung dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan. Tren ini terus berlanjut dengan kuat hingga tahun 2025.
Alasan utama untuk bepergian telah berubah secara drastis.

“Mengalami budaya Tiongkok” kini menjadi alasan utama untuk berkunjung. Hal ini menggantikan gaya pariwisata lama yang hanya berfokus pada daftar kunjungan.”

Wisatawan menginginkan pengalaman yang mendalam. Mereka meminta lokakarya kaligrafi, upacara minum teh, pasar malam, menginap di kuil, dan tur kuliner lokal. Warisan budaya Tiongkok kini menjadi pendorong utama booming pariwisata mancanegara.

Penerimaan Kartu Kredit Hampir Tersedia di Mana-mana

Kemudahan pembayaran meningkat drastis, dan ini menyebabkan pergeseran perilaku. Penerimaan kartu bank di merchant pariwisata utama mencapai 99 persen pada September 2024.

Pengembalian pajak juga lebih cepat. Kebijakan “pengembalian pajak langsung setelah pembelian” dimulai pada Mei 2024. Kebijakan ini memangkas waktu tunggu dari berhari-hari menjadi beberapa menit. Hal ini secara alami meningkatkan aktivitas belanja.

Nilai transaksi belanja meningkat hampir 90 persen selama tahun lalu. Peningkatan tajam jumlah kartu asing menjadi penyebabnya. Pengeluaran per kartu yang lebih tinggi bukanlah penyebab utamanya.

Semakin banyak pelancong menggunakan Visa atau Mastercard mereka. Mereka tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar dan tidak hanya bergantung pada aplikasi seluler.

Transportasi Menjadi Medan Pertempuran Pembayaran yang Baru

Perjalanan harian menunjukkan perubahan yang paling terlihat. Penggunaan kartu asing untuk transportasi umum meningkat pesat sejak awal tahun 2025.

Wisatawan mancanegara meningkatkan transaksi Tap-and-Go metro hampir 60 persen pada kuartal kedua tahun 2025. Sekitar 60 persen wisatawan mancanegara di Beijing menggunakan kartu Visa untuk layanan metro dan bus.

Guangzhou mengalami pertumbuhan lebih dari 100 persen dalam transaksi pembayaran tanpa kontak (tap-to-pay) oleh pengunjung asing.
Kota-kota selain pintu gerbang utama juga mengalami perubahan. Chengdu, Guangzhou, Hangzhou, Xi’an, dan lainnya menambahkan fitur Tap-and-Go kartu asing ke jalur metro dan bus.

Jaringan kartu global menawarkan cashback dan rabat untuk mendorong hal ini. Dennis Chang, Wakil Presiden Eksekutif di Mastercard. Ia menyoroti upaya perusahaan dan mencatat bahwa mereka telah meningkatkan program Bayar Seperti Penduduk Lokal.

Wisatawan dapat membayar melalui kode QR melalui Alipay dan WeChat Pay dengan kartu luar negeri. Perusahaan memperluas penerimaan kartu bank asing.

Mereka juga mengizinkan transportasi kereta api Tap-and-Go dengan Mastercard. Langkah-langkah ini meningkatkan pengalaman konsumsi bagi pengunjung.

Visa melaporkan pertumbuhan serupa pada paruh pertama tahun 2025. Layanan pembayaran tanpa kontak (tap-to-pay) dan layanan transportasi tanpa kontak (tap-to-ride) mengalami peningkatan tiga digit di beberapa kota.

Pasar Sumber Utama Menunjukkan Siapa yang Paling Banyak Mengeluarkan Uang

Pasar sumber utama pengeluaran antara kuartal ketiga tahun 2024 dan kuartal kedua tahun 2025 adalah: Malaysia, Singapura, Australia, Korea Selatan, Jerman, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.

Malaysia, Australia, dan Singapura masing-masing meningkatkan pengeluaran lebih dari 50 persen. Hal ini menunjukkan pemulihan yang kuat dari Asia Tenggara dan Pasifik Selatan.

Ekosistem Pembayaran yang Lebih Ramah
Angka-angka tersebut menceritakan kisah yang jelas. Tiongkok berubah dengan cepat dalam 18 bulan terakhir. Dahulu, pasar ini didominasi oleh uang tunai dan kode QR seluler.

Hal ini membuat pemegang kartu asing frustrasi. Sekarang, Tiongkok menjadi salah satu destinasi yang paling ramah kartu di Asia.
Pedagang menerima kartu hampir di mana saja.

Pengembalian pajak instan. Pembayaran lancar. Pembayaran transit telah mengatasi masalah utama yang sebelumnya dihadapi oleh pengunjung internasional.

Pengalaman budaya kini menarik lebih banyak orang. Pengeluaran sehari-hari semudah menempelkan kartu. Pariwisata mancanegara Tiongkok kemungkinan akan tumbuh dua digit selama sisa dekade ini.

Pesan untuk para pelancong global jelas: Bawalah barang bawaan ringan dan kartu. Kemudian jelajahi Tiongkok yang sesungguhnya.

Hildea Syafitri