LONDON, bisniswisata.co.id: KTT Investor Hotel Asia Tenggara (SEAHIS) tahun ini dibuka di Dust Thani Bangkok, 23 Juni lalu dan diselenggarakan oleh asosiasi industri Hoftel.
Acara tahun ini mempertemukan para pelaku utama di sektor perhotelan regional yang datang untuk mendengarkan wawasan dari lebih dari 110 pembicara.
Dilansir dari www.traveldailymedia.com, selain cara sektor ini mengatasi pandemi selama bertahun-tahun, acara ini juga menampilkan prakiraan industri, serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan sehubungan dengan peristiwa geopolitik terkini.
Mengatasi masalah terkini
Dalam pengantarnya pada acara tersebut, ketua Hoftel Simon Allison mengatakan, “Kami melihat pertumbuhan regional yang kuat diwarnai dengan ketidakstabilan dan ketidakpastian geopolitik, dampak langsung dari tarif, dan ketakutan jangka panjang tentang konflik internasional.”
Allison menambahkan bahwa sektor perhotelan di kawasan tersebut saat ini sedang mengalami peralihan bertahap dari kontrak manajemen standar menuju perjanjian waralaba.
Demikian pula, Asia secara umum mulai bergerak menuju operator pihak ketiga (TPO) berlabel putih, serta penerapan praktis teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), khususnya dalam penjualan dan pemasaran perhotelan.
Allison dengan terus terang menyatakan: “Sektor kami tidak pernah berhenti berkembang.” Peserta tahun ini sebagian besar berasal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara, tetapi juga termasuk para profesional dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara.
Menuju Asia Timur
SEAHIS tahun ini juga menjadi ajang pengenalan acara terbaru Hoftel: Japan and North East Asia Hotel Investors’ Summit (JHIS) yang pertama.
Dijadwalkan pada tanggal 17 dan 18 November tahun ini, KTT tersebut akan diselenggarakan oleh SC Capital, dan juga akan menampilkan ceramah-ceramah mendalam yang menampilkan nama-nama terkemuka di sektor regional.
Allison mengatakan tentang KTT yang akan datang: “Siapa pun yang berminat berinvestasi di Jepang atau, tentu saja, Korea Selatan dan Taiwan, akan menganggap JHIS layak untuk ditunggu









