Home EVENT 8-14 April 2019, Festival Wastra Nusantara di Istana Bogor

8-14 April 2019, Festival Wastra Nusantara di Istana Bogor

0
346
Wastra nusantara (Foto: Repro Google)

BOGOR, bisniswisata.co.id: Menyambut puncak Pekan Kebudayaan Nasional, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Istana Bogor menggelar Festival Wastra nusantara. Festival ini diharapkan bisa menjadi wahana pertemuan para pecinta dan penggita kain dari seluruh Nusantara. Festival ini akan diselenggarakan di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, di Istana Bogor Jawa Barat, pada 8-14 Austus 2019.

Festival yang rencananya dibuka pada 8 April 2019 pukul 15.00 oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo ini, merupakan salah satu wujud resolusi Kongres Kebudayaan Indonesia. Mengingat, wastra salah satu bagian kebudayaan yang dinilai sangat penting dan bernilai tinggi karena setiap jenisnya memiliki sejarah dan makna masing-masing.

Tak bisa dipungkiri, keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia terdiri dari banyak aspek. Salah satunya adalah kain tradisional atau yang biasa disebut wastra. Hampir di setiap daerah memiliki kain yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau acara resmi. Sebut saja batik, tenun, songket, ikat, dan masih banyak lagi.

Tentu keragaman wastra harus terus dilestarikan karena merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Cara yang bisa dilakukan adalah tetap menggunakan wastra tersebut dalam berbagai kesempatan. Hal ini mungkin masih sering dilakukan oleh para orang tua atau pencinta wastra.

Diharapkan melalui wastra, dunia bisa mengetahui kekayaan budaya masyarakat Indonesia sejak masa lalu dan perkembangannya. Festival ini bukan cuma pameran kain biasa, sebab wastra yang ditampilkan adalah milik tokoh negara. Bahkan, bukan hanya negarawan yang masih hidup saat ini namun juga koleksi milik Ibu Negara pertama Indonesia, Ibu Fatmawati.

Sekitar 150 kain milik tokoh negara mulai Ibu Negara, Menteri, sampai milik Pakualaman. Selain pameran, akan ada pula seminar dari para pakar kain salah satunya Samuel Wattimena. Selain itu, akan dipamerkan kain-kain Nusantara dari berbagai provinsi yang mempunyai simbol-simbol dan makna tersendiri, mulai dari tenun, ulos, batik, songket, dan sebagainya.

Juga ada kesenian tradisional berupa Tari Gebyar Wastra Nusantara, pemberian penghargaan Pengabdian Sepanjang Hayat (lifetime achievement), Pengabdian Tanpa Batas (berkebutuhan Khusus ), peragaan busana oleh tokoh-tokoh inspiratif, seminar kain Nusantara, lokakarya membatik, dan bazar kain-kain nusantara. Juga dimeriahkan peragawati-peragawati profesional, ibu-ibu OASE, juga 10 desainer ternama lainnya.

Perancang busana Samuel Wattimena yang bertindak sebagai kurator wastra mengatakan festival ini akan sangat menarik karena pihak penyelenggara berhasil menampilkan koleksi wastra milik para ibu negara yang rentangnya cukup jauh. Mulai dari Fatmawati hingga Iriana Joko Widodo.

“Menurut saya itu sangat menarik dan bisa mengajak generasi muda untuk melihat karya koleksi ibu negara. Nantinya pengunjung juga bisa melihat pengisi acara yang menggunakan pakaian daerah dari keragaman wastra. Turut pula hadir kolektor batik, songket, sulam, dan tenun lalu ada peragaan busana yang diikuti oleh para desainer dari masa ke masa sehingga pengrajin wastra bisa melihat kreasi dan persepsi wastra di tangan anak muda,” jelas Samuel.

Dengan cara itu, dirinya yakin generasi muda akan memiliki ketertarikan tersendiri. Belum lagi wastra yang dipamerkan juga memiliki kisah di baliknya yang menarik untuk dibaca. Diharapkan hal itu nantinya menimbulkan kebanggaan dalam diri generasi muda sehingga muncul keinginan untuk melestarikannya.

Kepala Museum Kepresidenan RI Bogor, Amurwani Dwi Lestariningsih mengatakan selain pameran wastra, masih ada aktivitas lain yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Sebut saja Tari Gebyar Wastra, peragaan busana, seminar, dan workshop membatik yang bertujuan untuk menjaga kelestarian wastra.

“Festival ini terbuka untuk umum, jadi masyarakat silahkan datang. Hingga saat ini animo masyarakat yang daftar sangat tinggi. Saya hanya ingatkan jangan gunakan kaus atau jeans karena mengikuti aturan protokoler di museum,” pungkas Amurwani saat ditemui dalam kesempatan yang sama. (redaksibisniswisata@gmail.com)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here