ARTJOG Terus Berlangsung Hingga Oktober, Pengunjung Terbatas & Beli Tiket Online

0
8

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Putri tampak terpaku depan lukisan kubus warna, warni merah, kuning, hijau, hitam namun di bagian bawahnya justru lukisan meja-meja restoran dengan hanya bagian kaki yang terlihat.

Agaknya pengunjung Festival Seni Kontemporer ini tengah memberi waktu pada dirinya untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh sang seniman. Putri bersama pengunjung lainnya  telah dapat  melihat langsung ke Jogja National Museum sejak 7 September 2020.

Pameran ARTJOG mulai dapat dikunjungi secara terbatas di Jogja National Museum. Tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah di tengah situasi pandemi seperti saat ini dengan beberapa penyesuaian dalam penyelenggaraannya.

Maklum Festival Seni Kontemporer tahunan, ARTJOG ini telah resmi dibuka pada 8 Agustus 2020 lalu dan akan berlangsung hingga hingga 10 Oktober 2020 mendatang. ARTJOG tahun ini dapat dinikmati secara daring di www.artjog.co.id

Meskipun demikian, sebuah festival yang menghadirkan karya seni rupa, tetaplah terasa kurang lengkap jika tidak menghadirkan ruang dan karyanya secara konkret. Filosofi “Seeing is Believing” merupakan pengalaman secara langsung melihat dan merasakan kehadiran karya seni. 

Prinsip mempertemukan karya seni langsung kepada publik telah bisa dilakukan dan kalangan media diperkenankan hadir menikmati langsung. Begitu pula dengan pengunjung lainnya dengan pembelian tiket melalui website www.articoid. Mereka yang berminat datang langsung hanya bisa mengakses pameran pada tanggal dan jam kunjung sesuai tertera sesuai tiket.

Pelaksanaan ARTJOG tahun 2020 ini memang dilakukan dengan metode luring (pertemuan langsung) yang  dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan secara tertib.

Jumlah orang yang hadir dalam suatu lokasi baik ruang pamer maupun ruang sekitar museum dibatasi. Penggunaan masker, menjaga jarak aman dan penerapan pola hidup bersih sehat akan terus dijalankan. 

Untuk pengunjung dari luar DIY ingin hadir ke ARTJOG maka harus melengkapi dirinya dengan hasil rapid test (non-reaktif) atau PCR/Swab negatif.  Beberapa program terpaksa ditiadakan karena rentan menimbulkan kerumunan.

Tema yang diangkat oleh ARTJOG kali ini merupakan sebuah pernyataan langsung terhadap situasi krisis yang tengah mendera dunia yaitu “Resilience“.

Merupakan sebuah tema yang merepresentasikan karakter pekerja seni Indonesia yang gigih dan kreatif, meskipun dihadapkan dengan situasi krisis akibat pandemi global.

Temanya tepat karena kata Resilience dikaitkan dengan eventnya mengenai Frstival Seni Kontemporer sangat cocok dimana pengunjung yang memang mencintai dunia seni bisa menikmati dengan puas karya seni yang ada.

ADTJOG tampilkan kaeya lukis, patung, instalasi dan program webinar dengan para kurator. Pengunjung bisa juga datang ke tempat paneran dengan daftar dan beli tiket online. ( Foto-foto: Satrio Purnomo)

Selain pengunjung jumlahnya dibatasi, setiap orang bisa ikut berkontemplasi melalui karya yang ada, mengatur waktu dengan fleksibel, merasa gembira dan akhirnya terpuaskan dengan penampilan dari karya seni dihadapannya.

Dihadirkan sebagai semangat untuk terus bergerak dan terus menguji ketahanan ARTJOG sebagai sebuah festival, sekaligus menampilkan sebuah aktivitas yang menunjukkan ketahanan, ketangguhan dan respon seniman/karya seni sebagai semangat bersama tetap berkesenian di tengah pandemi. 

Beberapa konsekuensi hadir untuk menyesuaikan kondisi saat ini, seperti pemilihan seniman yang lebih mudah untuk dijangkau. peniadaan tema karya sehingga memungkinkan pemilihan karya lama yang terbaik, meminimalisir karya yang sifatnya instalatif, mekanikal computerized, interaktif dan membuat batasan ukuran karya.

Sepangjang masa pameran sejak Agustus hingga Oktober 2020 juga ada Curator’s Tolk telah dimulai pada 15 Agustus 2020 lalu  bersama salah satu kurator Agung Hujatnika melalui platform video conference. 

Ada Angki Purbandono & Ranah Bhumi (Buichi Putri). Selanjutnya, Meet the Artists akan hadir setiap hari Selasa menghadirkan seniman seniman partisipan ARTJOG seperti Tisna Sanjaya, jalanpulang Yuli Prayitno, M. Irfan, Kokok P. Sancoko, dan Hadiwirman Saputra.  Siti Adiyati, dan Ugo Untoro,

Selain itu, ada program baru yaitu Murakabi Movement yaitu sebuah gerakan lintas disiplin yang diusung oleh seniman, arsitek intelektual dan aktivis gerakan sosial yang bisa dilihat juga di channel YouTube.

Dengan mengusung semangat lokal (indigenous) dan kelestarian alam, kali ini Murakabi mencoba menyuguhkan gabungan unsur material dan spiritual yang terwujud dalam unsur sandang pangan, papan dan puisi.

Setiap hari Minggu dini hari juga ada Murali Movement yang mengajak publik untuk mengikuti sesi ibadah Puisi-Hening Cipta bersama Joko Pinurbo dan Gunawan Maryanto dan berinteraksi secara daring.

Agenda 12 September 2020 dalam program Curator’s Talk, penampil yaitu  Ignatia Nilu  membagas “NON-STOP FUTURES”. Intinya adalah dengan ditetapkannya situasi tanggap darurat paska merebaknya COVID-19 kita tengah berperang melawan kesadaran kita akan kondisi kesehatan tubuh kita.

Tantangan ini di sisi lain telah mendorong sebagian besar dari kita dan tidak terkecuali para seniman untuk membicarakan kembali, mempertanyakan, melahirkan kritik serta mencermati relasi dan upaya manusia bertahan hidup.

Baik di hari ini dan ke depannya dengan lebih menyelaraskan tubuh, dirinya dengan lingkungan, alam serta keberlangsungan kehidupan selaras manusia dengan ruang alam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.