Home DAERAH HUT RI, Museum Tambang Sawahlunto Diserbu Pelancong

HUT RI, Museum Tambang Sawahlunto Diserbu Pelancong

0
605
Museum tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto Sumbar (Foto: http://sawahluntotourism.com)

SAWAHLUNTO, bisniswisata.co.id: Libur panjang bertepatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke – 73 dimanfaatkan masyarakat menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berwisata. Sejumlah destinasi wisata mengalami lonjakan pengunjung, termasuk wisata sejarah yang kini mulai digandrungi pelancong.

Wisata sejarah, Kota Swahlunto Sumatra Barat (Sumbar) pun kebanjiran wisatawan domestik. Kota kecil diimpit Bukit Barisan ini bisa dibilang berhasil menyulap kawasan industri pertambangan batu bara menjadi sentra wisata berbasis sejarah tambang. Saat libur panjang kali ini, Sawahlunto pun diserbu pengunjung.

Museum Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto mengalami lonjakan pengunjung hingga lima kali lipat dari hari biasa. Bila hari biasa jumlah pengunjung museum hanya 15-20 orang, akhir pekan ini daftar pengunjung bisa terisi hingga 100 orang.

“Bahkan kebanyakan pengunjungnya dari luar Sawahlunto. Banyak juga dari wisatawan mancanegara. Paling banyak Belanda dan Australia,” jelas Irwan Santoso (22 tahun), petugas pelayanan di Museum Tambang Sawahlunto, seperti dilansir laman Republika, Ahad (19/08/2018)

Museum yang dikelola PT Bukit Asam (Persero) Tbk, memang memamerkan peralatan-peralatan tambang yang sempat digunakan di wilayah operasi Sawahlunto. Juga menyimpan arsip, pakaian penambang, peralatan tambang, kendaraan penambang, foto lama pada zaman dahulu. Di museum ini pengunjung juga bisa menonton film dokumenter mengenai perkembangan industri pertambangan di Sawahlunto sejak zaman kolonial Belanda hingga kini.

“Turis mancanegara itu paling suka lihat dokumenter. Suka juga lihat peralatan zaman dulu. Pokoknya yang berbau Belanda mereka suka,” kata Irwan menambahkan di dalam museum ini juga ada berbagai kegiatan yang dilakukan penambang sejak tahun 1891. kemudian pada tahun 1940 sampai 1970 produksi tambang Batu Bara telah mulai merosot kemudian penduduk di sanapun berkurang.

Salah satu pengunjung, Doni (37 tahun) mengaku terbantu dengan keberadaan Museum Tambang Sawahlunto. Menurutnya, keberadaan museum bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang proses kejayaan industri tambang di Sawahlunto. “Tempat ini cocok juga untuk keluarga. Bawa anak-anak juga baik untuk menambah pengetahuan,” katanya.

Nggak bisa dipungkiri, kota yang dulunya dikenal sebagai penghasil batubara terbaik didunia ini banyak menyimpan sejarah serta pemandangan alam yang menarik juga wisata buatan yang kian populer. Beberapa destinasi wisata di Sawahlunto antara lain:

#. Wisata Museum

Wisata museum bukan hanya Museum Tambang, namun ada dua museum lainnya yang kerap dikunjungi wisatawan. Yakni, Museum Gudang Ransoem dan Museum Kereta Api. Museum ini dulunya dapur atau tempat menyediakan makanan untuk para buruh atau pekerja tambang batu bara. Di museum Gudang Ransoem ini banyak terdapat peninggalan masa-masa kolonial penjajahan Belanda. Lokasi objek wisata museum gudang ransum ini juga masih terletak di pusat kota Sawahlunto atau berjarak sekitar 200 meter dari museum Kereta Api. Museum kereta api, dulu sebagau alat angkutan batu bara dikirim ke teluk bayur (emmahaven). Museum ini sangat bersih dan dilengkapi Air Conditioner dan wifi.

#. Loebang Mbah Soero

Objek wisata di pusat kota Sawahlunto ini bekas pemerintahan jaman Belanda. Dulunya lobang ini galian tambang, kini menyimpan suasana mistis, karena banyak buruh tambah dari Jawa disiksa hingga meninggal, sehingga ada istilah “orang rantai”. Nama Mbah Soero adalah mandor dari Jawa yang ditugaskan Belanda untuk menjaga buruh tambang sepanjang 1,5 kilometer dan kemiringan hampir 20 derajat. Kini Loebang Mbah Soeto dilengkapi video dokumenter sejarah orang rantai dan lubang tambang Mbah Soero.

#. Danau Biru

Wisata alam Danau Biru Sawahlunto ternyata birunya danau mampu mengalahkan cerahnya warna langit. ditambah hijaunya alam sekitar semakin menambah keelokannya. Lokasi danau ini sangat terpencil di desa Parambahan, Danau ini merupakan pegunungan bekas pertambangan batu bara. Kemudian, air hujan mengisi kubangan-kubangannya hingga menjadi danau alami berwarna biru.

#. Wisata Puncak

Ada dua objek wisata puncak di Sawahlunto. Puncak Cemara dan Puncak Polan. Dari puncak ini, wisatawan dapat menikmati keindahan kota Sawahlunto dengan udara yang begitu segar dan indahnya pemandangan serta bangunan kuno peninggalan Belanda yang berdiri kokoh. Saat terbaik menikmati pemandangan dari Puncak ini saat pagi hari, sehingga bisa menikmati indahnya sunrise dan pada malam hari di mana Anda dapat menikmati gemerlap kota Sawahlunto. (redaksibisniswisata@gmail.com)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.