JAKARTA, bisniswisata.co.id: Forum Bisnis Uganda–Indonesia berlangsung pada hari Kamis, 10 Juli 2025, di Hotel Park Hyatt, Jakarta, dan merupakan langkah besar dalam hubungan kedua negara yang sedang berkembang.
Forum bergengsi ini mempertemukan para pejabat pemerintah, pemimpin industri, dan investor yang semuanya berupaya mengembangkan kemitraan berkelanjutan di berbagai sektor penting, termasuk pariwisata, perdagangan, mineral, minyak dan gas, serta inovasi digital.
Dilansir dari www.travelandtourworld.com, forum ini menggarisbawahi investasi bersama sebagai pijakan yang semakin penting untuk memajukan dan memperdalam hubungan ekonomi.
Karena kedua negara berkepentingan untuk memaksimalkan keunggulan komparatif mereka, acara ini berfungsi sebagai platform untuk pertumbuhan berkelanjutan dan kemitraan strategis jangka panjang.
Kemitraan Perdagangan yang Meningkat
Perdagangan Uganda-Indonesia juga mengalami ekspansi pesat sebesar 47,25% antara tahun 2020 dan 2024. Omzet perdagangan melonjak menjadi US$52,8 juta pada kuartal pertama tahun 2025, dari US$8,9 juta.
Hal ini menunjukkan meluasnya hubungan ekonomi kedua negara. Uganda, negara yang kaya akan sumber daya alam dan berlokasi strategis di Afrika Timur, menjadi tujuan favorit baru bagi investor Indonesia.
Infrastruktur digital yang berkembang pesat, tenaga kerja muda, dan keanggotaan dalam kelompok perdagangan regional utama menjadikan negara ini sangat menarik sebagai pusat investasi asing.
Area Prioritas Peluang Investasi
Perekonomian Uganda memiliki beragam peluang investasi dan peluang yang tersebar di berbagai sektor, termasuk sektor-sektor yang dapat menjadi basis keahlian dan bisnis Indonesia.
Beberapa area dengan potensi kolaborasi terbesar adalah:
Layanan Digital dan TIK: Ekonomi digital yang berkembang pesat di Uganda menawarkan beragam peluang investasi di bidang BPO, pengembangan perangkat lunak, dan layanan digital lainnya. Investasi dalam pelatihan coding, perusahaan teknologi, dan infrastruktur digital dapat mendorong ekosistem teknologi negara yang sedang berkembang.
Agribisnis: Dengan lahan pertaniannya yang kaya, Uganda menghadirkan peluang besar dalam agribisnis, terutama yang berkaitan dengan produksi beras dan tanaman pangan lainnya. Tekstil dan Garmen: Dengan tenaga kerja yang terampil namun relatif murah, Uganda memiliki potensi besar untuk memasuki produksi tekstil dan garmen, sebuah industri dengan permintaan ekspor yang tinggi.
Potensi jangka panjang pengembangan pondok ramah lingkungan, resor, dan lembaga pelatihan.
Pariwisata dan Perhotelan: Uganda memiliki industri pariwisata yang berkembang pesat yang menawarkan potensi untuk mengembangkan ekowisata bagi konsumen Uganda dan pasar internasional.
Lira dan Kyegegwa telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam industri pariwisata. Daya tarik alam dan budayanya menjadikan negara ini tempat yang ideal untuk berinvestasi dalam infrastruktur pariwisata berkelanjutan.
Pertambangan dan Energi: Potensi alam untuk pertambangan dan energi hijau sangat luas dengan peluang investasi yang tersedia di sektor mineral serta infrastruktur minyak dan gas. Negara ini juga sedang mengembangkan industri energinya untuk memenuhi peningkatan permintaan.
Logistik dan Rantai Pasok Halal: Seiring dengan meningkatnya minat Uganda terhadap pasar halal, industri logistik dan rantai pasok juga beradaptasi dengan tuntutan perdagangan halal internasional.
Hal ini merupakan peluang bagi pelaku bisnis Indonesia untuk ikut serta dalam mengembangkan sektor halal di Uganda.
Uganda dan Indonesia memiliki banyak komplementaritas perdagangan. Uganda mengekspor kakao, kulit, dan komoditas ke Indonesia, sementara Indonesia memasok baja, mesin, dan perekat ke Uganda.
Intensifikasi kerja sama pariwisata dan industri halal
Pariwisata merupakan salah satu bidang kerja sama bilateral yang menjanjikan. Uganda menandatangani perjanjian pariwisata bilateral dengan Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA) untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata di Uganda selama pertemuan tersebut.
Kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari tur pengenalan pariwisata Uganda yang sukses yang dipimpin oleh operator tur Indonesia pada tahun 2024 untuk memastikan penawaran pariwisata negara tersebut.
Sejalan dengan ambisinya untuk menjadi kekuatan halal, Uganda sedang membangun landasan untuk membangun logistik dan rantai pasokan halal. Dengan lokasi yang strategis dan relatif baru dalam ekonomi halal, Uganda memang merupakan mitra yang menarik bagi Indonesia, salah satu ekonomi halal terbesar di dunia.
Insentif bagi Investor di Uganda
Uganda sangat tertarik untuk memastikan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif guna menarik dan mempertahankan investor asing. Insentif utama bagi investor meliputi:
* Libur Pajak: Operasi jangka panjang dapat memanfaatkan libur pajak selama 10 tahun, sebuah nilai tambah yang besar bagi investor.
• Insentif Reinvestasi: Tidak ada batasan untuk reinvestasi, yang memungkinkan investor untuk meningkatkan lebih banyak operasi di Uganda.
* Repatriasi Keuntungan: Uganda dengan mudah mengizinkan pengiriman keuntungan kepada investor asing.
* Pembebasan Pajak Penghasilan untuk Bisnis Baru: Bisnis baru milik Uganda akan menerima pembebasan pajak penghasilan selama tiga tahun yang berlaku efektif Juli 2025, untuk mendorong kewirausahaan lokal.
• Pengecualian Bea Masuk: Barang-barang bisnis untuk produksi seperti mesin merupakan pengecualian bea masuk dan membantu dalam operasi pemotongan biaya.
• Kepemilikan Asing: Investor dapat memiliki 100% perusahaan mereka di Uganda, dan memegang kendali penuh atas operasi mereka.
Masa Depan Kerja Sama Bilateral yang Lebih Baik
Uganda dan Indonesia memiliki hubungan yang relatif longgar di sektor politik dan ekonomi, tetapi platform seperti ini membantu merencanakan masa depan bagi kedua negara.
Uganda – Faktor Positif Dengan sumber daya alam yang kaya, populasi muda, dan infrastruktur yang terus berkembang, Uganda berada di posisi yang baik untuk menarik investasi di berbagai sektor inti.
Negara Asia Tenggara ini diharapkan dapat memanfaatkan pasar Uganda yang sedang berkembang dan kawasan Afrika Timur dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi dan kapabilitasnya di berbagai sektor.
Forum ini berfungsi sebagai platform untuk memperdalam kerja sama, dan didasarkan pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kemitraan yang saling menguntungkan. Kedua negara juga berkomitmen untuk bekerja sama guna memanfaatkan potensi penuh pasar masing-masing dan memacu pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.










