Tujuh Tips Aman Berwisata di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

0
20

Wisata outdoor lebih aman dibandingkan destinasi dalam ruangan (Ilustrasi: LA Times)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejak kasus COVID-19 pertama ditemukan di Indonesia Maret lalu, Pemerintah segera memberlakukan aturan PSBB (Pembatasan sosial Berskala Besar) untuk mencegah penyebaran virus yang bergerak secara eksponensial tersebut.

Kini, keadaan belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Di Bogor dan Depok, jumlah kasus bahkan meningkat. Aturan pembatasan sosial kembali diperketat.

Namun setelah berbulan-bulan di rumah saja, wajar jika Anda ingin berwisata untuk sekadar melepas penat. Kalau pun hal itu hendak dilakukan, Anda perlu memperhatikan sejumlah kebiasaan baru.

Di tengah masa pandemi virus corona, melancong ke tempat terbuka atau outdoor lebih disarankan karena berisiko lebih kecil terhada penularan. Berikut ini tips aman yang dapat dilakukan, seperti dilansir dari siaran resmi Pegipegi.

  1. Selalu bawa hand sanitizer

Cuci tangan secara berkala penting untuk menjaga kebersihan. Banyak kuman hingga virus menempel di tangan. Apalagi kita kerap menyentuh wajah dengan tangan. Penelitian menunjukkan dalam sejam rata-rata orang menyentuh wajah hingga 23 kali.

Jika mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir tidak memungkinkan, maka hand sanitizer dapat digunakan menjadi pengganti sabun.

  1. Selalu gunakan masker kain

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat merekomendasi untuk menggunakan masker kain jika ingin bepergian ke tempat umum.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus dari orang tanpa gejala (OTG). Namun, menggunakan masker bukan berarti aman untuk berdekatan dengan orang lain. Tetap laksanakan protokol menjaga jarak yang baik dan benar.

  1. Pilih kursi di dekat jendela pesawat

Jika memungkinkan, saat bepergian dengan pesawat, pilihlah tempat duduk yang dekat dengan jendela. Sebuah penelitian dari Emory University menemukan bahwa selama musim flu tempat teraman untuk duduk di pesawat adalah dekat jendela. Mengapa? Karena orang yang duduk di kursi dekat jendela memiliki lebih sedikit kontak dengan orang yang berpotensi sakit.

  1. Bawa peralatan makan sendiri

Saat bepergian, bawalah sendiri peralatan makan dan minum seperti sendok, garpu, dan tumbler. Dengan cara itu, penularan virus dapat dicegah.

  1. Check-in secara online

Boarding pass adalah salah satu benda yang sering berpindah tangan dan disentuh untuk diperiksa. Solusi untuk mengurangi sentuhan di masa pengecekan adalah lewat boarding pass online. Bila memungkinkan, check in secara mandiri lewat daring untuk mengurangi kontak fisik.

  1. Bawa termometer digital sendiri

Pengecekan suhu tubuh di area publik sudah menjadi sesuatu yang normal saat ini. Sebaiknya Anda membawa sendiri termometer digital yang ukurannya lebih kecil untuk mengecek suhu tubuh secara reguler di destinasi yang dituju.

  1. Pilih destinasi luar ruangan ketimbang dalam ruangan

Penyebaran virus lebih rentan terjadi di tempat tertutup dan padat. Hal ini membuat destinasi luar ruangan seperti taman, pantai, gunung, dan sejenisnya menjadi lebih populer. Destinasi outdoor cenderung lebih aman karena protokol menjaga jarak dapat otomatis diterapkan.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.