HALAL NEWS

Tujuan Halal Tourism Bukan Hanya Religius

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Saat ini banyak orang yang masih belum memahami halal tourism dengan tepat. Akibatnya banyak pihak yang memiliki persepsi yang salah mengenai halal tourism ini.

Dilansir dari m.medcom.id, Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia mengatakan  definisi halal tourism itu ada banyak sekali.

Berbicara pada acara Indonesia Sharia Summit 2021: Creating The Wave of Sharia Tourism and Creative Economy, Rabu lalu, Hariyadi, halal tourism intinya adalah suatu objek atau aktivitas yang mengikuti syariat Islam. 

Definisi dari tujuan halal tourism ini tidak hanya religius tapi secara umum mengenai pergerakan dari pariwisata.

“Jadi bukan semata-mata hanya membatasi syariat atau relijius saja, tetapi kita melihat masalah syariat ini kembali pada individu masing-masing,” ujar Hariyadi.

Indonesia pada tahun 2019, kalau memang datanya betul itu kita kedatangan dari negara Islam sebanyak 3,2 juta orang. Seperti yang sudah beberapa negara lakukan, misalnya di Malaysia mereka membuat kriteria-kriteria dalam halal tourism dengan sangat luwes, ujarnya.

Hariyadi mencontohkan bahwa di Malaysia, halal tourism lebih mengarah pada aturan terhadap makanan yang masuk dalam kategori halal. Sertifikat yang diberikan pun, lebih terkait pada makanan dan minuman. Ia berharap konsep halal tourism di Indonesia juga bisa tidak terlalu kaku.

“Intinya nanti kita lihat saja bagaimana penerapannya, yang terpenting bisa mengakomodir semua masyarakat atau wisatawan. Sekalipun yang non muslim. Tidak harus terlalu kaku, karena memang saat ini belum ada standar baku mengenai kriteria untuk halal tourism,” tambah Hariyadi.

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana konsep halal tourism ini bisa memudahkan para traveler muslim untuk bisa nyaman dan terfasilitasi ketika melakukan perjalanan. Hal ini agar persepsi negatif mengenai branding halal itu tidak terbukti.

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)