Sudah Rindu Piknik? Gunakan Fasilitas “Destination Tracker”

0
60

MADRID, bisniswisata.co.id: Hampir 14 bulan #diRumahSaja, tentu membosankan dan sangat rindu berlibur. Meski sejumlah operator penerbangan telah menawarkan sejumlah paket berlibur dengan harga tiket “miring”. Masih ragu memilih akan berlibur dimana? Terlebih setelah terjadi kasus penumpang charter flight setelah sampai tujuan positip COVID-19, hal travel buble Hongkong- Singapura yang dibatalkan, akibat COVID-19. Harus bagaimana?

Ada baiknya kita mencoba fasilitas yang disiapkan lembaga pariwisata dunia bekerjasama dengan institusi operator jasa angkutan udara dunia untuk membantu masyarakat yang sudah “lelah” di rumah saja, tetapi ragu untuk menggunakan angkutan udara.

Memulihkan keyakinan pasar perjalanan internasional, UNWTO — Organisasi Pariwisata Dunia —  dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengumumkan fasilitas digital Destination Tracker – pelacak kondisi kekinian tujuan perjalanan– sebagai persiapan untuk memulai kembali perjalanan internasional.

Kerjasama sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dan mempercepat pemulihan sektor pariwisata ketika perbatasan dibuka kembali. UNWTO-IATA Destination Tracker adalah alat online gratis  bagi pemerintah negara- negara di dunia untuk memberikan informasi tentang persyaratan COVID-19 untuk perjalanan dan tindakan yang diterapkan di negaranya (tujuan perjalanan).

destination-tracker-fasilitas-untuk-mendapatkan-informasi-terkini-di-tujuan-tujuan-wisata-duniaAlat ini tersedia melalui situs web kedua organisasi dan akan memberikan informasi tentang:

  • Indikator COVID-19 termasuk tingkat infeksi, tingkat kepositifan, dan vaksinasi yang diluncurkan menurut tujuan / negara.
  • Peraturan Perjalanan Udara, termasuk persyaratan pengujian dan karantina, disediakan oleh solusi Timatic IATA.
  • Tindakan di destinasi, termasuk persyaratan kesehatan dan keselamatan umum seperti penggunaan masker, transit melalui suatu negara, jam malam, atau peraturan terkait restoran dan atraksi, yang disediakan oleh organisasi pariwisata nasional.

Destination Tracker, akan memenuhi kebutuhan utama hal penanganan COVID-19 dan ProKes yang diberlakukan. Pasalnya, data UNWTO menunjukkan satu dari tiga destinasi wisata dunia masih “tertutup” bagi wisatawan yang sangat menyulitkan para pelancong. Melalui Destination Tracker, calon wisatawan dapat memilih dengan cepat dan aman destinasi berliburnya.

Fasilitas tersebut diyakini pihak UNWTO mau pun IATA, penting bagi pemerintah untuk melacak pembatasan perjalanan yang ada dan mendukung memulai kembali sektor perjalanan wisata dengan aman. Pemerintah dapat menggunakan fasilitas Destination Tracker untuk memposting informasi terkini hal penanganan COVID-19 di negaranya, ProKes yang berlaku, sehingga calon pelancong, tahu apa yang diharapkan di tempat tujuan mereka. Ketika fasilitas Destination Tracker negara termatub, terisi penuh dengan informasi diperbarui—sesuai perkembangan keadaan–, pemangku kepentingan perjalanan termasuk Organisasi Manajemen Destinasi (DMO) dan agen perjalanan, akan dapat memperoleh informasi valid untuk diteruskan kepada calon wisatawan, dan memungkinkan pelancong untuk membuat keputusan yang tepat ketika perbatasan dibuka kembali serta industri perjalanan dilanjutkan.

Informasi terkini tentang indikator COVID-19 dan peraturan perjalanan udara tersedia dan diperbarui secara sistematis. Informasi tujuan sedang diunggah secara bertahap, diperluas, dan diperbarui dengan sumber resmi seiring perkembangan situasi COVID-19.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan: “Dengan fasilitas tersebut wisatawan dan perusahaan perjalanan  dapat memeriksa persyaratan yang berlaku untuk perjalanan udara, serta tindakan apa yang akan diterapkan di tempat tujuan kunjungan. Kami percaya alat ini juga penting bagi pemerintah untuk melacak pembatasan perjalanan dan mendukung pemulihan sektor wisata dengan aman. ”

“Sudah lebih dari satu tahun –sejak perbatasan antar negara ditutup karena pandemic –kebebasan untuk bepergian hilang. Ketika pemerintah memiliki kepercayaan untuk membuka kembali perbatasan, orang akan bersemangat untuk bepergian. Dan mereka akan membutuhkan informasi akurat untuk memandu mereka. Dengan dukungan organisasi pariwisata nasional, UNWTO-IATA Destination Tracker akan membantu para pelancong dan perusahaan perjalanan mendapatkan informasi terbaru untuk perencanaan perjalanan, ”kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA.

Seperti diketahui pada Oktober 2020, UNWTO dan IATA menandatangani Nota Kesepahaman untuk bekerja sama memulihkan kepercayaan pasar perjalanan udara internasional. Kesepahaman tersebut mendorong inovasi dimulainya kembali pariwisata, mempromosikan kolaborasi publik-swasta yang lebih besar di bidang penerbangan dan sektor pariwisata secara umum, dan mengembangkan kemajuan yang telah dibuat untuk mencapai keberlanjutan dan ketahanan yang lebih baik.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.