STB fokus kembangkan kemampuan tenaga kerja di sektor pariwisata ( Foto: TTG Asia)
SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Untuk memfasilitasi jalan menuju pemulihan dengan memenuhi permintaan perjalanan yang terpendam, Singapore Tourism Board (STB) akan meningkatkan fokusnya pada keberlanjutan, kesehatan perkotaan, dan kemampuan tenaga kerja untuk mendukung sektor ini di masa depan.
Dilansir dari TTG Asia, tahun ini, untuk mempertahankan pekerjaan yang baik dan membangun kemampuan tenaga kerja untuk memastikan jaringan personel pariwisata yang berkualitas, STB – bersama dengan
National Trades Union Congress, Hospitality and Consumer Business Cluster unions, Workforce Singapore and e2i dan dukungapn dari asosiasi dagang lainnya akan luncurkan Tourism Careers Hub (TCH).
TCH akan memberikan pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi pekerja dan bisnis pariwisata, serta dukungan bagi individu yang tertarik untuk mengejar karir pariwisata.
Zishan Amir, anggota exco & ketua dewan keselamatan, Association of Singapore Attractions (ASA), mengatakan pihaknya berharap dapat memobilisasi anggota untuk berkontribusi dan berpartisipasi dalam berbagai program dan layanan yang disediakan oleh TCH.
Sebagai bagian dari upaya tripartit ini, ASA juga akan memberikan masukan tentang jenis kursus pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan keterampilan pekerja kami guna memenuhi tuntutan industri yang terus berubah seiring dengan pemulihan yang lambat.
SHATEC (Singapore Hotel and Tourism Education Centre), yang didirikan oleh Singapore Hotel Association (SHA), juga akan berperan aktif dalam mengembangkan kemampuan pencari karir di TCH, ungkap Kwee Wei-Lin, presiden SHA.
Selain itu, SHA bekerja sama dengan STB untuk mengembangkan peta jalan keberlanjutan hotel dengan strategi dan target industri, yang akan diluncurkan akhir tahun ini.
Inisiatif ini sejalan dengan aspirasi Singapura untuk menjadi tujuan kota berkelanjutan dan inovatif teratas, dengan STB menjadi anggota Dewan Pariwisata Berkelanjutan Global (GSTC) tahun lalu.
“Dalam upaya menuju keramahtamahan yang bertanggung jawab, SHA membentuk Hotel Sustainability Committee (HSC) pada tahun 2020 untuk mendorong penerapan praktik keberlanjutan lingkungan oleh hotel di seluruh industri guna mendukung aspirasi bangsa untuk mempromosikan Singapura sebagai tujuan hijau. ” kata Kwee.
HSC diketuai oleh Jeanne Ng, anggota dewan SHA dan direktur The Fullerton Hotels and Resorts. Sementara itu, para pelaku industri juga meningkatkan permainan keberlanjutan mereka.
Resorts World Sentosa menjadi bisnis pariwisata pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan sertifikasi GSTC Destination Criteria and Industry Criteria for Hotels tahun lalu.
Mandai Wildlife Group juga telah meluncurkan inisiatif hijau seperti Strategi Keberlanjutan Lingkungan Mandai dan peta jalan pengadaan hijau, sementara Sentosa Development Corporation dan mitra pulaunya telah menetapkan target ambisius untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030.
Untuk mendukung upaya Singapura menjadi surga kesehatan perkotaan terkemuka, STB menetapkan Peta Jalan Wisata Kesehatan yang mengidentifikasi strategi dan inisiatif utama untuk mengembangkan penawaran paket kesehatan Singapura.
Sebagai bagian dari upayanya, STB telah membentuk kemitraan dengan agregator kebugaran dan kebugaran global ClassPass untuk mempromosikan penawaran kesehatan Singapura di platform, dengan lebih dari 80 bisnis telah mendaftar hingga saat ini.
Festival kesehatan perdana juga akan diluncurkan pada Juni 2022 untuk mempromosikan dan meningkatkan aksesibilitas repertoar kesehatan Singapura.
Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, sektor ini juga menghadirkan hotel-hotel baru yang berpusat pada kesehatan, retret kesehatan holistik, dan pengalaman kebugaran perkotaan.










