DESTINASI HALAL INTERNATIONAL

Singapura: 3 Faktor Yang Dapat Memposisikan SG Sebagai Hub Halal Global

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pada tahun 2022, sebanyak 9,0% dari total belanja konsumen di Singapura ditujukan untuk produk dan layanan halal. Singapura memiliki posisi yang baik untuk menjadi pusat halal global dan pemain kunci di pasar halal mengingat tiga kompetensi intinya.

Kompetensi pertama yang dimiliki Singapura yang akan menjadikannya pusat ekspor produk dan layanan halal yang signifikan adalah reputasi sertifikasi halalnya.

Dilansir dari halalfocus.net, skema Sertifikasi Halal Singapura diakui secara global karena skema ini memastikan bahwa produk dan layanan memenuhi persyaratan halal yang ketat, memberikan konsumen kepercayaan terhadap keaslian dan kualitas produk,” kata YCP Solidiance.

“Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) melakukan audit dan inspeksi rutin untuk memastikan bahwa bisnis mematuhi persyaratan halal, dan sertifikasi tersebut diterima secara luas baik di Singapura maupun internasional,” tambah YCP Solidiance.

Kompetensi kedua Singapura adalah ekosistemnya yang mendukung hal-hal terkait halal. YCP Solidiance mengatakan bahwa meskipun Singapura bukan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam,  MUIS menangani masalah produk dan layanan halal dengan “serius”,

“MUIS telah memainkan peran penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung masalah halal di Singapura, memberikan panduan, pendidikan, dan sertifikasi yang diperlukan bagi dunia usaha untuk memenuhi permintaan produk dan layanan halal yang terus meningkat,” kata YCP Solidiance.

Terakhir, terdapat peningkatan kesadaran mengenai masalah halal di kalangan konsumen di Singapura. “MUIS selalu berpengetahuan luas dalam hal halal dan selalu menyampaikannya kepada masyarakat.  

Meningkatnya kesadaran ini telah membantu mendorong pertumbuhan industri halal di negara ini, memberikan peluang bagi dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen Muslim dan non-Muslim,” kata YCP Solidiance.

Halal di SG

Terdapat sekitar 600.000 Muslim di Singapura, yang merupakan 13,6% dari populasi Kota Singa pada Juni 2022. Pada tahun yang sama, 9,0% dari total belanja konsumen di Singapura ditujukan pada produk dan layanan halal.

Pada tahun 2021, pasar industri halal Kota Singa bernilai US$1,1 miliar. industri halal teratas di Singapura adalah makanan, keuangan Islam, farmasi, kosmetik dan perawatan pribadi.

Pemain lokal terkemuka di industri-industri tersebut di atas adalah Ayam Brand dan Prima Food (Makanan), DBS Islamic Bank, KapitalBoost, EthisCrowd (Keuangan Islam), CCM Pharmaceuticals (Pharmcaceutauica), dan Zahara (Kosmetik & Perawatan Pribadi).

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)