HALAL NEWS

Sapta Nirwandar Dorong Sultra Sebagai Muslim Friendly Destination

KENDARI, bisniswisata.co.id: Peluang Sulawesi Tenggara ( Sultra) untuk menjadi Muslim Friendly Destination sangat besar ditunjang oleh 92% mayoritas penduduknya yang beragama Islam dan kekayaan budayanya  terkait dengan Kerajaan Islam yang masih bisa dipertahankan keberadaannya seperti benteng dan Keraton Wolio, Baubau.

” Saya sepakat agar ekosistem pariwisata di Sultra di tingkatkan dan pembukaan jalur penerbangan Bali- Wakatobi segera dilwujudkan sehingga Beyond Wakatobi terwujud melibatkan 7 wonders yaitu 7 kabupaten maupun pemerintah kota di sekitar Wakatobi,” kata Sapta Nirwandar.

Chairman Indonesia Tourism Forum ( ITF)  dan Indonesia  Halal Lifestyle Center ( IHLC) ini berbicara pada seminar Pariwisata Bangkit saat berlangsung Hari Pers Nasional ( HPN) 2022 pada 7 Febuari lalu.

 “Ekosistem pariwisata Sultra dengan 3 A, akses, amenities dan atraksi akan lengkap sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tandasnya. 

Sebagai Friendly Muslim Destination, kata Sapta, Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional 2022, harus berani mempromosikan diri secara digital dan masif .

” Tanpa ada promosi dan event secara konsisten akan sulit membangun ekosistem karena kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang masih on/off akibat pandemi global COVID-19 dengan mutasi Omicron, para pelaku ekraf misalnya tidak bisa menjual produk kerajinan dengan lancar. Kalau turis  datang baru produknya laku,” kata Sapta.

Untuk itulah Pemprov Sultra harus belajar dari Banyuwangi dimana dalam setahun mampu menyelenggarakan puluhan event bahkan di tahun 2022 ini kabupaten di Jatim ini memiliki 99 event sesuai dengan jumlah Asmaul Husna, 99 nama Allah SWT.

Banyuwangi dimasa pandemi terus dikunjungi wisatawan domestik, termasuk  wisatawan Muslim karena memberikan banyak pilihan serta kemudahan sebagai smart city .

” Kalau Pemprov di Indonesia  berani mendeklarasikan sebagai Muslim Friendly Destination maka Inshaa Allah peringkat RI sebagai Muslim Friendly Country,  tujuan wisata halal dunia bisa naik peringkat satu lagi,” ungkap Wakil Menteri Pariwisata & Ekomi Kreatif 2011 – 2014 ini.

Globlal Muslim Travel Index ( GMTI) tahun lalu umumkan Daftar Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia 2021 dan Indonesia turun peringkat dari nomor satu ke nomor empat.

Dalam Laporan DinarStandard,  IHLC dan Dubai The Capital  of Islamic Economy serta media partner Salaam Gateway disebutkan tahun 2021 memperkirakan bahwa Muslim menghabiskan US$2,02 triliun pada tahun 2019 di sektor makanan, farmasi, kosmetik, sektor mode, perjalanan dan media/rekreasi, yang semuanya dipengaruhi oleh konsumsi etis yang diilhami oleh agama Islam.

” Ajaran Islam tersebar dalam berbagai surah di Alquran menganjurkan umatnya untuk melakukan perjalanan, tadabur alam,” kata Sapta Nirwalndar. Oleh karena itu Sultra dan 33 provinsi lainnya di Indonesia dapat memanfaatkan untuk menjaring sebanyak  mungkin wisatawan Muslim dari dalam dan luar negri.

Menurut dia, Sultra yang merupakan wilayah kepulauan dan banyak memiliki desap wisata bahari yang pasca COVID menjadi trend dunia tinggal menggunakan promosi digital dan segera mengemas paket wisata Beyond Wakatobi dan pemerintah pusat segera mlembuka rute Bali-Wakatobi.

” Istilah wisata religi sudah tidak keren karena generasi Gen Z yang suka travelling lebih familiar dengan Muslim Friendly Destination. Mudah bukan ?,” tutupnya.

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)