ASEAN DESA WISATA DESTINASI EVENT INTERNATIONAL NEWS

Sabah Bisa Belajar dari Transformasi Yogyakarta Jadi Destinasi Kelas Dunia

Asisten Menteri Pariwisata, Kebudayaan dan Lingkungan Sabah Datuk Joniston Bangkuai (ketiga, kanan) memimpin tim Dewan Pariwisata Sabah termasuk wakil kepala eksekutifnya Julinus Jimit (ketiga, kiri) untuk mengunjungi Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta, Indonesia ( Foto:  STB)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id  Operator pariwisata berbasis masyarakat (CoBT) di Sabah dapat belajar dari Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta yang memenangkan penghargaan tentang bagaimana bertransformasi menjadi tujuan wisata pedesaan kelas dunia.

Melansir dari www.nst.com, Asisten Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Sabah Datuk Joniston Bangkuai mengatakan para pelaku wisata pedesaan harus memulai transformasi untuk merayu wisatawan kelas atas dan meningkatkan pendapatan.

Otoritas pariwisata negara telah menetapkan target CoBT untuk menjadi tujuan wisata pedesaan kelas dunia pada tahun 2030.
“Kita seharusnya tidak membatasi diri kita pada contoh kesuksesan kita sendiri tetapi sebaliknya melihat pencapaian orang lain dan menarik ide dan motivasi dari mereka,” ujarnya.

Menurut Datuk Joniston Bangkuai, dengan cara ini, kami akan dapat meningkatkan standar pariwisata pedesaan dan membuat peningkatan yang signifikan. “Kami ingin melihat sajian kelas atas di destinasi pedesaan kami agar bisa memikat wisatawan berkualitas,” katanya usai berkeliling Desa Wisata Nglanggeran

Joniston berada di Yogyakarta bersama tim pariwisata Sabah untuk Asean Tourism Forum   ( ATF)  pekan lalu yang berakhir 6 Febuari  dan mengunjungi beberapa atraksi untuk update produk.

Turut hadir adalah wakil kepala eksekutif Dewan Pariwisata Sabah Julinus Jimit dan presiden Federasi Asosiasi Pariwisata Pedesaan Sabah (FeRTAS) Walter Kandayon, yang juga anggota dewan Pariwisata Sabah.
Joniston mengatakan pelaku wisata pedesaan Sabah bisa belajar dari self-marketing Nglanggeran yang efektif.

“Saya sudah sampaikan kepada FeRTAS untuk menghubungi panitia Desa Wisata Nglanggeran dengan harapan kedepannya bisa melakukan engagement di Sabah,” imbuhnya.

Desa Wisata Nglanggeran dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO). Sebelumnya telah memenangkan Asean Community-Based Tourism (CBT) Award 2017.
Bertengger di dalam Geopark Gunung Sewu, Nglanggeran menawarkan berbagai kegiatan dan layanan pariwisata, seperti wisata budaya, homestay, dan rekreasi luar ruangan, yang menarik bagi banyak wisatawan.

Joniston mengatakan Sabah juga bisa belajar dari para ahli lokal tentang bagaimana mengelola geopark dan menerapkannya pada Geopark Nasional Kinabalu, yang mencakup distrik Ranau, Kota Belud, dan Kota Marudu.

Dalam kunjungan tersebut, pengelola Desa Wisata Nglanggeran Sugeng Handoko menceritakan bagaimana upaya desa untuk mempromosikan pariwisata berbasis masyarakat telah menghasilkan pendapatan sekitar RM2 juta setiap tahunnya.

Mengikuti kesuksesan mereka, desa harus membatasi jumlah pengunjung dari 14.000 menjadi 8.000 pengunjung per bulan untuk fokus pada menarik wisatawan berkualitas dan memastikan keberlanjutan.

Sugeng mengatakan mereka sangat ingin berbagi pengalaman dan pada saat yang sama, belajar lebih banyak tentang penawaran unik di Sabah melalui keterlibatan dengan pelaku pariwisata berbasis masyarakat Sabah.

Evan Maulana