Penginapan Murah Menjamur, Pelancong makin Terhibur

0
236
Kamar penginapan murah di Jakarta (Foto Youtube)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jakarta, mungkin bagi sebagian pihak bukan termasuk destinasi menarik bagi para turis, baik turis lokal maupun asing. Maklum saja, kota ini lebih terkenal dengan kemacetan dan kerap kali terjadi banjir kala hujan deras berlangsung ketimbang tempat wisatanya. Padahal, sebenarnya Jakarta punya berbagai wisata sejarah yang cukup menarik.

Sebagai ibukota negara Indonesia, tentu Jakarta jadi destinasi bagi sebagian orang untuk mencari peruntungan. Hal inilah yang membuat jumlah pendatang di Jakarta makin banyak tiap tahunnya. Ada yang hanya menginap sementara, ada juga yang menetap. Harga yang murah semakin menghibur wisatawan dengan harga yang murah

Kondisi itulah yang memunculkan tren penginapan murah, baik bagi para backpacker maupun pengunjung sementara ibukota. Beberapa kawasan di pusat Jakarta seperti Setiabudi, Fatmawati dan Mangga Besar adalah kawasan favorit untuk menginap bagi kalangan pelancong yang tidak ingin keluar bujet lebih. Penginapan baik dalam bentuk hostel maupun penginapan harian didesain modern dan khas anak muda untuk menarik perhatian pengunjung.

Sebagian penginapan murah ada yang menawarkan khusus untuk keperluan penginapan harian saja, ada pula yang menjadi satu dengan kos bulanan yang diperuntukkan bagi karyawan maupun pelajar. “Kalau di sekitar Setiabudi ini kebanyakan jadi satu dengan kos bulanan. Istilahnya menerima kos bulanan sekaligus harian,” jelas Budiarto, Marketing Guest House Setiabudi Barat 8 seperti dilansir laman Kontan, Sabtu (14/07/2018).

Guest House Setuabudi Barat 8 sendiri menawarkan ruangan dengan biaya sewa mulai dari Rp 355.000 per malam. Fasilitas yang ditawarkan pun setara dengan hotel berbintang. Seperti ada saluran wifi, sarapan, televisi, pendingin ruangan, kamar mandi dalam dan parkir yang cukup luas. Sedangkan untuk biaya sewa bulanan, satu ruangan dibanderol mulai dengan tarif Rp 3 juta.

Salah satu hostel bagi backpacker di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan juga menawarkan penginapan yang lebih murah lagi dengan banderol mulai Rp 150.000 per malam. Ferdinand, sang manajer hostel tersebut mengatakan si pemilik hostel terinspirasi dari pengalamannya berpergian ke Singapura dan London. Di dua kota tersebut, banyak terdapat penginapan murah meriah.

“Budget hostel segmentasinya berbeda. Di Jakarta ini, meski bukan tempat wisata, pendatang lumayan ada, Satu dua hari, selesai. Dari pagi sampai malam mereka di luar, kembali ke sini, tinggal mandi, dan tidur,” ungkap Ferdinand.

Ia mengatakan fasilitas hostel tidak perlu terlalu mewah karena melihat segmentasi pasarnya yang hanya sekadar untuk tidur. Hostel tempat Ferdinand bekerja memiliki 40 kamar sewa. Ia mengklaim tingkat okupansi dari hostel tempat kerjanya berkisar 50% dari total kapasitas.

Jakarta sebagai ibukota Indonesia punya daya tarik tersendiri. Tak ada salahnya, Anda menyewakan beberapa kamar jika lokasi properti Anda cukup strategis.

Seperti yang diungkapkan oleh Budiarto, Marketing Guest House Setiabudi Barat 8. Ia bilang, sebagian besar properti di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan disewakan sebagai penginapan harian murah maupun kos bulanan. “Di sini banyak penginapan murah, per malam ratenya mulai Rp 200.000 sampai Rp 400.000, tapi fasilitasnya sama nyamannya seperti hotel,” jelas Budiarto.

Ia mengatakan, dari tahun ke tahun peminat guest house atau penginapan murah di sekitar Setiabudi makin meningkat. Apalagi sesudah Lebaran dan saat mendekati akhir tahun, pendatang di Jakarta banyak yang mencari penginapan murah. Saat akhir pekan pun, Guest House Setiabudi Barat 8 selalu penuh.

“Lebih banyak orang lokal yang menginap di sini. Ada beberapa bule, tapi tidak sering. Pokoknya mulai hari Jumat sampai Senin, penginapan kami full booked. Nanti mulai kosong Senin sore atau Selasa pagi,” tuturnya. Ia juga tak menampik, jika setahun terakhir bermunculan penginapan murah baru di Setiabudi.

Berbeda dengan penginapan di Setiabudi yang menawarkan fasilitas senyaman hotel berbintang. Penginapan murah di sekitar Fatmawati, Jakarta Selatan justru mengusung konsep hostel bagi backpacker dengan fasilitas yang minimalis. Ferdinand, manajer salah satu hostel di kawasan Fatmawati menjelaskan, hostel tempat ia bekerja menawarkan penginapan murah dengan bentuk asrama.

Namun, justru dengan konsep asrama dengan ranjang susun memungkinkan para tamu untuk bertukar informasi tentang berbagai tempat tujuan yang ada di Jakarta atau Indonesia. “Kalau model backpacker memang lebih suka tidur beramai-ramai. Satu kamar bisa isi 6 orang dengan tempat tidur dua tingkat,” jelas Ferdinand.

Menurutnya, biaya menginap bukan jadi satu-satunya pertimbangan para tamu. Mereka memilih tinggal di hostel karena bisa mendapat pengalaman berbeda dan kenalan baru. Ferdinand pun bilang, jika kebanyakan tamu hostelnya adalah warga negara asing.

Mereka sering bertandang hanya untuk menginap sekitar semalam sampai dua malam. “Lebih banyak orang asing dibanding orang lokal. Jarang orang lokal yang suka model kamar asrama bertingkat dan terbuka. Kecuali kalau dia memang backpacker juga dan sudah terbiasa,” tutur Ferdinand.

Ia mengatakan pada masa musim liburan antara Juni-Agustus, hostel tersebut bisa mengantongi Rp 3 juta-Rp 5 juta per hari dari sekitar 30 kasur ‘asrama’. “Makin ke sini, peminatnya makin banyak. Tapi di sekitar sini hostel backpacker juga makin banyak. Tapi tamunya dari negera berbeda, kebanyakan dari Eropa,” pungkasnya. (KNT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.