PATA: Kesehatan dan kebersihan  Jadi Daya Saing Destinasi  

0
14

Kesehatan dan kebersihan suatu destinasi jadi acuan bagi wisatawan untuk datang. ( Foto : Kemenparekraf)

ASIA PACIFIC, bisniswisata.co.id :  Wisatawan memberikan pertimbangan lebih saat memilih destinasi pariwisata dan terdapat sentimen positif mengenai destinasi pariwisata di kawasan Asia Pasifik.

Berdasarkan laporan baru dari Pacific Asia Travel Association (PATA), nilai Kesehatan dan Kebersihan pasca pandemi COVID-19 menjadi acuan terhadap tingkat kompetitif destinasi pariwisata di Asia Pasifik.

Artinya sebagian besar penduduk di kawasan tersebut siap menyambut pengunjung lagi di era COVID-19, dengan waktu yang ditentukan selama para pelancong tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dilansir  dari moodiedavittreport.com, laporan tersebut memuat kontribusi dari salah satu pendiri Global Health Security Index, John Hopkins Center For Health Security, TCI Research, Tripadvisor, dan World Economic Forum.

Kepala Staf PATA Trevor Weltman mengatakan: “Meskipun masih banyak yang tidak diketahui tentang masa depan perjalanan pasca COVID-19, laporan tepat waktu ini menyoroti tren yang muncul tentang kesehatan dan kebersihan dalam perjalanan dan pariwisata terkait perilaku pemesanan wisatawan dan sentimen penduduk.

“Wawasan semacam itu dapat membantu manajer dan pemasar destinasi menjadi yang terdepan untuk memikirkan kembali, membangun kembali, dan mengubah posisi fokus destinasi mereka pada kesehatan dan kebersihan, mulai sekarang.”

Laporan tersebut merekomendasikan agar manajer destinasi dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya di seluruh kawasan Asia Pasifik menjalin kemitraan erat dengan pejabat kesehatan masyarakat, bisnis rantai pasokan pariwisata, dan komunitas lokal untuk pembaruan terkoordinasi dari kepercayaan wisatawan terhadap kesehatan dan keselamatan destinasi mereka.

Dikatakan bahwa destinasi yang memenuhi ekspektasi ini melalui investasi dalam langkah-langkah kebersihan dan keselamatan dan dengan jelas mengkomunikasikan perubahan ini kepada wisatawan dan penduduk akan berada dalam posisi yang baik di era perjalanan pasca COVID-19.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa pada akhirnya koordinasi antara kementerian kesehatan, pertanian, pariwisata, dan perdagangan, dan komunikasi hasil dari tindakan kebijakan ini kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan, akan sangat penting untuk memulihkan kepercayaan dalam industri pariwisata.

Metode analisis yang digunakan dalam laporan ini termasuk mendengarkan sosial, analisis sentimen, dan survei.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.