Pantai Desa Wisata Guaeria, Halbar Tujuan Wisata Snorkling dan Selam

0
65

Tim juri Apresiasi Pokdarwis tingkat nasional di sambut Fenny Kiat ( ketiga dari kiri), Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Barat, Kepala Desa Guaeria Hendrik, Ketua Pokdarwis Yeheskiel  Bangunan dan aparat desa lainnya di dermaga.

JAILOLO, Halbar, bisniswisata.co.id: Potensi Desa Guareia, Halmahera Barat ( Halbar), Maluku Utara sebagai tujuan wisata snorkling dan selam (diving) besar ditunjang kemudahan akses, kata Hilda Ansariah Sabri, Direktur Pariwisata PWI Pusat, hari ini.

” Dari Jakarta sudah ada penerbangan langsung selama 3 jam 15 menit ke Ternate. Dilanjutkan ke Jailolo dan desa pantai Guaeria sekitar 1 jam perjalanan dengan speed boat, wisatawan sudah tiba di desa wisata Guaeria,” ungkapnya.

Berbicara saat melakukan penjurian Apresiasi Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) dari Kementrian Pariwisata untuk pokdarwis Cendrawasih Babua di Desa Guaeria, Halbar, Hilda menambahkan pihaknya berharap para anggota pokdarwis memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan potensi wisata yang berkelanjutan.

” Pokdarwis Cendrawasih Babua yang mengelola desa wisata Guaeria ini sudah masuk nominasi 20 besar nasional dari 15 provinsi yang dinilai oleh tim juri apresiasi terdiri dari akademisi, praktisi dan media ( Pentahelix),” tambahnya 

Didampingi juri lainnya yaitu Sugeng Handoko, praktisi dari Desa Wisata Gunung Api Nglanggaren, Jogjakarta dan Husen Hutagalung, akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, pihaknya berharap pembinaan dari pemerintah daerah terus ditingkatkan sehingga desa wisata di luar Pulau Jawa ini bisa mengikuti kompetisi ditingkat Asean dan tingkat internasional lainnya.

“Lolos masuk nominasi 20 besar tingkat nasional membanggakan sekaligus bukti prestasi Kepala Dinas Halmahera Barat, Fenny Kiat, yang terus mendorong pokdarwis binaannya untuk berprestasi.

Husen Hutagalung menambahkan bahwa sebagai tujuan wisata selam ( diving), beberapa spot penyelaman bahkan sudah tersebar di pantai seputar Guaeria sehingga tidak perlu naik kapal lagi menuju spot selam.

“Untuk menciptakan destinasi ‘Bali Baru” di Maluku Utara ini yang dibutuhkan adalah pelatihan tata kelola organisasi dan pembagian tugas siapa melakukan apa dalam struktur kepengurusan pokdarwis sehingga mampu mengelola aset wisatanya secara berkelanjutan,” kata Husen Hutagalung.

Perubahan mindset dibutuhkan agar semua stakesholder setempat dapat memahami keindahan alam bawah laut yang dimiliki harus dikelola  dengan konsep sustainable tourism, tambahnya.

Remaja Desa Guaeria usai membawaka. tarian Yospan                 menyambut tamu.
Fenny kiat, Kadisparda Halmahera Barat.

” Efek domino atau dampak berganda dari pariwisata  sangat luas dan dapat memberdayakan perekonomian masyarakat secara langsung. Oleh karena itu sustainable tourism yang sudah dirasakan manfaatnya akan terus didukung dari dan oleh masyarakat.

Juri yang juga praktisi desa wisata Nglanggeran, Sugeng Handoko mengatakan pokdarwis yang menerapkan informasi terbuka antara pengurus dan anggotanya akan bisa segera memanfaatkan pengembangan pariwisata di desanya.

” Administrasi dan pendataan kunjungan wisatawan yang datang harus dilakukan dengan tertib dan kontinyu karena semua kebijakan yang diambil perlu mendapat dukungan dari seluruh stakeholder di desa dan mempengaruhi kebijakan perencanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” kata Sugeng.

Pembuatan paket wisata, kuliner dan produk-produk kerajinan hingga pengelolaan homestay membutuhkan bimbingan hingga mereka mandiri. 

” Sebagai desa wisata di wilayah Indonesia Timur, potensi Guaeria luar biasa, tinggal dibina secara konsisten oleh unsur Pentahelix termasuk swastanya,”

Dia mengaku senang dengan perkembangan desa wisata di luar Pulau Jawa karena akan memeratakan kunjungan wisatawan mancanegara ke seluruh pulau di Indonesia bukan hanya terkonsentrasi di Jawa dan Bali.

Sementara itu Fenny Kiat, Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Barat mengatakan pihaknya mengikutsertakan tiga desa wisata di wilayahnya untuk ikut kompetisi Pokdarwis tingkat nasional di Kemenpar.

” Alhamdulilah satu lolos semi final ke tingkat nasional. Saya berharap akan memacu pokdarwis Cendrawasih Babua yang mengelola desa wisata Guaeria bisa belajar mandiri dan mendorong desa wisata lainnya di Halbar lebih bersemangat lagi,” tegasnya.

Hilda Ansariah Sabri yang juga Pemimpin Umum portal berita wisata www.bisniswisata.co.id mengatakan wisman dari AS, Chili, Australia, Malaysia, Filipina sudah datang berkunjung ke Guaeria untuk snorkling dan selam. Tahun 2018 jumlah wisman nusantara yang berkunjung 895 orang dan wisman 670 orang.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.